Kamis, 28 April 2016

On 02.18.00 by PKS Lampung Selatan in , , , ,    No comments
Jakarta (28/04) Presiden ke-3 RI BJ Habibie menyampaikan pesan kepada PKS untuk memperhatikan output budaya yang bersinergi dengan iman dan takwa.

"Anda itu harus mengalami proses pembudayaan nilainya, outputnya, iman dan takwa," ujar Habibie saat menyampaikan "Leadership Talks" pada acara puncak Milad ke-18 PKS  di Ballroom Kartika Chandra Jakarta, Ahad (24/4/2016)

Namun menurutnya, hal tersebut tidak cukup. Ada satu aspek penting yang acapkali terlupakan. "Tidak cukup. Anda harus tampil dibidangnya. Sehingga bersinergi budaya, agama, dan keterampilan," paparnya.

Tidak hanya itu, Habibie secara eksplisit menyampaikan kepada seluruh peserta yang hadir (kader PKS, red), terutama kepada para pejabat agar memperjuangkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.

"Pimpinan dimanapun anda berada, perjuangkan supaya SDM Indonesia unggul. Semua barang yang anda manfaatkan, mulai dari kapal terbang, cangkir, gelas, apapun juga, itu harus karya bangsa kita sendiri," terangnya.

Habibie juga mengingatkan agar sebagai partai politik jangan mengejar kekuasaan, melainkan bagaimana caranya tiap keluarga yang kita pimpin semangat memberi manfaat di sekitarnya.

"Tidak mungkin anda operasi tapi tidak punya prasarananya. Saya juga bilang anda menguasai infrastruktur politik. Anda pimpin bangsa, untuk secara damai meningkatkan kesejahteraan agar tiap keluarga menjadi mata air yang siap bersaing. Anda tidak akan dapat itu kalau kejar kekuasaan," pungkas Habibie.

Sumber : Humas DPP PKS

Selasa, 26 April 2016

On 23.37.00 by PKS Lampung Selatan in , ,    No comments
Rajabasa (27/04) DPD PKS Lampung Selatan pada tanggal 22 sampai dengan 24 april 2016 lalu telah melaksanakan kegiatan MPKD 2 (Mukoyam Pandu Keadilan Dasar 2) yang dilaksanakan di lapangan tanah merah Desa Hargo Pancuran Kecamatan Rajabasa. berikut foto-foto kegiatan MPKD 2 selama 3 hari kemarin :




































On 22.32.00 by PKS Lampung Selatan in , ,    No comments
Riau (27/04) Kunjungan kerja jajaran Komisi B DPRD Lampung Selatan pekan kemarin ke Kampar, Riau membawa informasi yang penting. Ini tentang Program RTMPE, Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi. Program ini sangat cocok jika diterapkan di Lampung Selatan. 

Hal ini diungkapkan oleh salah satu anggota Komisi B, Bowo Edi Anggoro, setelah mengetahui program ini secara lebih mendalam. Apalagi program ini sesuai dengan visi-misi Bupati Lampung Selatan, Dr. Zainudin Hasan, M. Hum. "Program ini sesuai dengan visi Bupati, Pak Zainudin yakni "Ayo Bangun Desa". Yaitu ekonomi kerakyatan yang langsung menyentuh masyarakat Desa," ujar Bowo.

Program yang bisa mengantarkan masyarakat Kampar berpenghasilan Rp. 10-25 juta perbulannya ini dikelola oleh lintas SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah). Diantaranya adalah Dinas Pertanian, Dinas Penternakan, Dinas Perikanan dan Dinas Pertambangan dan Energi.

Berdiri diatas lahan sekitar 1000 m2, ada masyarakat yang mengelola usaha peternakan seperti ayam petelur, ternak sapi sampai pemanfaatan kotoran ternak tersebut sebagai biogas, usaha di bidang pertanian, masyarakat mengelola tumpang sari cabai merah, bawang merah, dan budidaya jamur tiram.

Menurut Bupati Kampar Hi. Jefry Noer mengatakan bahwa RTMPE ini merupakan program unggulan Provinsi Riau dimana idenya diambil dari kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Yakni, lauk-pauk, sayuran dan penerangan dan kebutuhan memasak lainnya.

Sumber : Humas DPD PKS Lampung Selatan
On 22.28.00 by PKS Lampung Selatan in , , ,    No comments
Sidomulyo (27/04) Ketentuan lokasi berdagang yang dilakukan melalui sistem undian pada Kamis, 21 April kemarin membawa keresahan tersendiri bagi sebagian Pedagang Pasar Sidomulyo. Hal ini menyusul telah selesainya pembangunan Pasar Sidomulyo oleh Pemerintah Daerah Lampung Selatan, dalam hal ini adalah UPT Pasar dan Dinas Pasar. 

Alasan keresahan ini berlatar adanya kejanggalan dalam proses undian menurut sebagian pedagang. Para pedagang yang sebelumnya berdagang di lokasi bagian depan (pasar lama) tidak terima dengan hasil undian tersebut karena harus rela pindah ke bagian belakang (pasar baru). Selain itu masalah lainnya adalah ada beberapa pedagang yang telah didata namun tidak mendapatkan bagian di lokasi pasar yang baru ini. 

Hal ini diungkapkan oleh para pedagang pasar yang mendatangi rumah Pak Antoni Imam, salah satu tokoh masyarakat yang dianggap bisa membantu menemukan jalan tengah bagi masalah tersebut. Antoni Imam yang juga merupakan anggota DPRD Provinsi Lampung dari fraksi PKS ini menerima keluhan pedagang dengan terbuka dan berjanji akan meneruskan ke pihak-pihak terkait sehingga permasalahan bisa diselesaikan dengan adil. "Insya Allah aspirasi bapak Ibu akan saya sampaikan ke pihak terkait, mulai dari UPT pasar, Dinas Pasar, dan yang lainnya. Saya ingin penyelesaian yang adil." ungkap Antoni.

Selain itu Antoni juga menekankan kepada para pedagang untuk tidak mempermasalahkan lokasi selama prosesnya dilakukan dengan benar. "Insya Allah kalo prosesnya dilakukan dengan benar, dengan adil, dimanapun kita mudah-mudahan Allah akan memberikan kebarokahan." Sampai berita ini diturunkan. Proses penyelesaian masalah ini masih terus berjalan

Sumber : Humas DPD PKS Lampung Selatan

Senin, 25 April 2016

On 17.04.00 by PKS Lampung Selatan in , ,    No comments
Rajabasa (26/04) Catatan kecil kader PKS dalam tarbiyah jasadiyah.
Meningalkan urusan dunia, menuju tempat pesinggahan
Bekal kita tak cukup hanya semangat kawan
Ia membutuhkan nilai ikhlas,sabar dan keberanian
Jalan kita terjal dan panjang
Di tapal batas kebekuan nilai, disini semngat kita diuji
rasa cinta atau berpura pura, Dan segera hentak kan kesadaran kita
Latsar pandu Keadilan di depan mata

Aku dan Ratusan Kader-kader PKS dari beberapa kabupaten bertemu hari ini, jum’at 22 April 2016. Melaksanakan salah satu perangkat tarbiyah yaitu tarbiyah jasadiyah dengan program kerjanya Latsar Pandu keadilan/LPK.  Program ini bersifat turunan dari DPP PKS dan wajib dilaksanakan oleh setiap kader PKS dimanapun mereka berada.

Hajat kegiatan ini  diprakarsai oleh DPD PKS Lampung Selatan dan beberapa DPD PKS, Lam-tim dan pesawaran. Insyaallah kegiatan  tersebut akan dilaksanakan di kecamatan rajabasa kab. Lampung Selatan

Insyaallah hari ini dan beberapa hari selanjutnya kami akan berlatih berlatih kebugaran fisik, kedisiplinan, ukhuwah dan kesabaran.

Hari ini nilai-nilai tarbiyah kami di uji. ketaatan,keberanian,keihklasan dan semangat akan di terlihat di sini. Latsar Pandu Keadilan adalah momentum pembuktian diri atas tarbiyah yang telah lama kami lakukan. Kami Kader-kader PKS membutuhkan itu semua sebagai bekal dalam perjalanan membersamai dakwah di negeri yang mereka cintai, Indonesia. Bekerja dengan rasa cinta, menebar kebaikan dengan tulus ikhlas dan berkarya dengan semangat membangun. kami cinta negeri ini sama seperti cintanya  kepada orang yang kami kasihi. kami jadikan diri kami selalu berusaha berkhidmad untuk rakyat. Tak ada yang diharapkan bagi kami kecuali berharap pahala dari Allah swt.  Itulah impian kami, impian berjuta-juta kader PKS seluruh Indonesia. kader yang punya semboyan ‘Apapun yang terjadi kami tetap melayani (APYTKM)’

Hari-hari selama pelatihan cukup berat dan melelahkan. Berjalan diantara semak belukar, menuruni jalan curam dan terjal, tergores kaki oleh kerikil tajam dan kadang berdarah tak menyurutkan langkah kaki berjalan. kami dilatih untuk menjadi kader tangguh dalam segala medan, menjadi generasi baru yang tak gampang menyerah.

Ketika catatan ini di tulis, kami tubuh kami telah kotor oleh lumpur, telah basah oleh hujan, telah bau oleh keringat, telah lelah oleh aktivitas2 selama latihan dan semua itu kami kerjakan dengan semangat,ikhlas dan bahagia.

Tetap semangat kader2 PKS!!   Ingatlah akan bait2 lagu yang menggugah ini, camkan dan resapi. Semoga ruh baru kembali muncul dari diri kita.
Bila engkau satu diantara yg mecari
Lantangkan suara mu bersama seruan ini
Bila engkau satu diantara yang merindu
Tunjuk satu ketas jari mu mari kita berseru
Bla ada seribu mujahid, akulah satu diantaranya
Bila ada seratus mujahid, akulah satu diantaranya
Bila ada sepuluh mujahid, akulah satu diantaranya
Bila ada seorang mujahid akulah yang menggenggamnya.
(maidany dalam nasyid tsabat nya)

Sumber : Humas DPD PKS Lampung Selatan


On 16.56.00 by PKS Lampung Selatan in , ,    No comments
Penengahan (26/04) Mendekati usia 40 tahu rosululloh dianugerahi kebiasaan berikhtila’ di gua Hiro (sebelah barat daya kota Mekah). Beliau tinggal beberapa malam, kadang 3 malam, 10 malam hingga satu bulan, kadang pulang hanya untuk mengambil perbekalan kemudian melanjutkanya lagi. Hal ini dilakukan hingga kedatangan jibril membawa wahyu yg pertama.

Hikmah dari uzlah yang dilakukan rosululloh di gua hiro. (Dr Muhammad Sa’id Romadhan Al Buthy, Siroh Nabawiyah, Robbani Pers, 1999 )

Seorang muslim tidak akan sempurna keislamannya (betapapun ia memiliki akhlak mulia dan melaksanakan ibadah bahkan dakwah),  sebelum menyempurnakannya dg melakukan ikhtila’. Karena setiap jiwa manusia memiliki penyakit yg tdk bisa disembuhkan kecuali dengan obat "menyendiri".

Setiap orang memiliki potensi untuk disusupi sifat Sombong, ujub, dengki, riya, tamak, kikir, buruk sangka, malas, lemah, gelisah, ragu, pengecut, lalai, mau menang sendiri, cinta dunia, ingin dihormati, takjub dg diri sendiri, memuja yg kaya & terhormat, merendahkan yang miskin & lemah,  dsb. Yang semua itu akan merusak batin bahkan bisa merusak nilai amal hingga tidak bernilai disi Alloh Swt, meskipun lahiriahnya sentiasa melakukan amal sholeh, tekun beribadah bahkan cakap dalam dakwah.

Oleh karena itu, semua pemyakit hati itu harus diobati secara rutin dan terprogram. Hingga lahir sifat positip- konstruktip, ikhlas, lembut, Bijak, penyayang, tawadu’, kona’ah, itsar, mujahadah, sabar, penyantun, berani, tegar, tanggung jawab, cemburu pada kebaikan, rajin menuntut ilmu, rindu syurga.

Uzlah dalam rangka mengasah jiwa ini,  dilakukan dengan sarana Menyendiri untuk memfokuskan pada beberpa hal antar lain :

1. Mengadili diri (muhasabatun nafs)
2. Merenungkan hakekat diri,
3. Memahami hakekat Penciptaan,
4. Merasakan kebutuhan terhadap taufiq Alloh tiap saat,
5. Menghadirkan kelemahan manusia dihadapanNya,
6. Merasakan Betapa tidak bergunanya celaan manusia
7. Merasakan pengawasan Alloh,(murokobatulloh)
8. Merenungkan fenomena alam sbg bukti kebesaranNya
9. Merenungkan keagungan Alloh dg nama dan sifatNya,
10. Menghadirkan kedasyatan sakaratul maut, hari akhir, siksa, dan syurgaNya

Sehingga  penyakit yang melekat dalam jiwa manusia menjadi berguguran dan hati menjadi hidup dengan cahaya kesadaran dan kejernihan, tdk ada lg kotoran dunia yang melekat. Langkah Selanjutnya adalah menumbuhkan mahabbah ilahiyah (kecintaan kepada Alloh SWT) Dengan :

1. Memperbanyak tafakur, ttg ciptaan dan nikmatnya,
2. Merenungkan keagungan dan kebesarannya,
3. Memperbanyak zikir dg hati dan lisan,

Sehingga semua yang besar terlihat kecil, melecehkan segala tawaran dunia, memandang enteng segala celaan gangguan, siksaan,  itulah bekal yang harus dipersiapkan para penyeru dakwah, agar tidak mudah lemah.

Inilah dorongan spiritual dari dalam hati, sehingga akan lahirnya Rasa Takut, Cinta dan Harap. Sehingga dengan modal ini da’i akan mampu mengemban amanah dakwah bahkan tidak menutup kemungkinan melakukan yang tdk dpt dilakukan secara rasional.

Asysyatibi berkata : " Orang yang takut akan tetap bekerja meskipun terasa berat. (Karena Ketakutan yang lebih besar melahirkan kesabaran menghadapi ketakutan kecil meskipun tergolong besar). Orang yang Berjarap akan bekerja meskipun sulit, (Karena harapan akan kesenangan pada masa yang akan datang, akan menimbulkan kesabaran utuk menghadapi kesulitan), Orang yang cinta akan bekerja dengan mengerahkan segala upaya (karena cinta dan rindunya Pada kekasih, akan memudahkan  segala kesulitan dan mendekatkan segala yang jauh) ".

Namun yang harus diwaspadai dari ajaran tasauf Ini adalah, uzlah merupakan obat, jadi hanya digunakan dengan kadar tertentu, sesuai keperluan. Jika tidak, hal ini akan berubah menjadi penyakit yang harus dihindari.

Meskipun pada kasus tertentu, ditemukan riwayat orang sholeh yang melakukanyya dengan terus menerus, namun itu tidak dapat dijadikan hujjah. Setelah periode Islam Rosululloh Saw dan para sahabat mengajarkan ikhtila’ pada waktu-waktu tertentu seperti sepertiga malam, i’tikaf, sepuluh hari bulan romadhan,  dll.

Semoga romadhon tahun ini kita dapat menyempurnakannya. " Allohumma barik lana fi rojaba wa sya’bana wa ballighna romadhona". Amiin.



Sumber : Mas TOP (Muhammad Taufiq / Wakil Ketua DPD PKS Lampung Selatan)
On 09.29.00 by PKS Lampung Selatan in , ,    No comments

Penengahan (25/04) Mendekati usia 40 tahu rosululloh dianugerahi kebiasaan berikhtila’ di gua Hiro (sebelah barat daya kota Mekah). Beliau tinggal beberapa malam, kadang 3 malam, 10 malam hingga satu bulan, kadang pulang hanya untuk mengambil perbekalan kemudian melanjutkanya lagi. Hal ini dilakukan hingga kedatangan jibril membawa wahyu yg pertama.

Hikmah dari uzlah yang dilakukan rosululloh di gua hiro. (Dr Muhammad Sa’id Romadhan Al Buthy, Siroh Nabawiyah, Robbani Pers, 1999 )

Seorang muslim tidak akan sempurna keislamannya (betapapun ia memiliki akhlak mulia dan melaksanakan ibadah bahkan dakwah),  sebelum menyempurnakannya dg melakukan ikhtila’. Karena setiap jiwa manusia memiliki penyakit yg tdk bisa disembuhkan kecuali dengan obat "menyendiri".

Setiap orang memiliki potensi untuk disusupi Sifat Sombong, ujub, dengki, riya, cinta dunia. Yang semua akan merusak batin manusia,  meskipun lahiriahnya sentiasa melakukan amal sholeh, ibadah bahkan dakwah. Sehingga semua itu harus diobati secara rutin, dalam waktu yang lama dan terprogram. Uzlah dalam rangka mengasah jiwa ini,  dilakukan dengan sarana Menyendiri untuk memfokuskan pada beberpa hal antar lain :

1. Mengadili diri (muhasabatun nafs)
2. Merasakan pengawasan Alloh,(murokobatulloh)
3. Merenungkan fenomena alam sbg bukti kebesaranNya
4. Merenungkan hakekat diri,
5. Memahami hakekat Penciptaan,
6. Merasakankebutuhan terhadap taufiq Alloh tiap saat,
7. Menghadirkan kelemahan manusia dihadapanNya,
8. Merasakan Betapa tidak bergunanya celaan manusia,
9. Merenungkan keagungan Alloh tentang nama dan sifatnya, hari akhir, pengadilan, pedihnya siksa, dan syurganya.

Sehingga  penyakit yang melekat dalam jiwa manusia menjadi berguguran dan hati menjadi hidup dengan cahaya kesadaran dan kejernihan, tdk ada lg kotoran dunia yang melekat. Langkah Selanjutnya adalah menumbuhkan mahabbah ilahiyah (kecintaan kepada Alloh SWT) dengan :

1. Memperbanyak tafakur, ttg ciptaan dan nikmatnya,
2. Merenungkan keagungan dan kebesarannya,
3. Memperbanyak zikir dg hati dan lisan,

Sehingga semua yang besar terlihat kecil, melecehkan segala tawaran dunia, memandang enteng segala celaan gangguan, siksaaan,  itulah bekal yang harus dipersiapkan para penyeru dakwah, agar tidak mudah lemah.

Inilah dorongan spiritual dari dalam hati, sehingga akan lahirnya Rasa Takut, Cinta dan Harap. Sehingga dengan modal ini da’i akan mampu mengemban amanah dakwah bahkan tidak menutup kemungkinan melakukan yang tdk dpt dilakukan secara rasional.

Asysyatibi berkata :" Orang yang takut akan tetap bekerja meskipun terasa berat. (Karena Ketakutan yang lebih besar melahirkan kesabaran menghadapi ketakutan kecil meskipun tergolong besar). Orang yang Berjarap akan bekerja meskipun sulit,

(Karena harapan akan kesenangan pada masa yang akan datang, akan menimbulkan kesabaran utuk menghadapi kesulitan), Orang yang cinta akan bekerja dengan mengerahkan segala upaya (karena cinta dan rindunya Pada kekasih, akan memudahkan  segala kesulitan dan mendekatkan segala yang jauh) ".

Namun yang harus diwaspadai dari ajaran tasauf Ini adalah, uzlah merupakan obat, jadi hanya digunakan dengan kadar tertentu, sesuai keperluan. Jika tidak, hal ini akan berubah menjadi penyakit yang harus dihindari.

Meskipun pada kasus tertentu, ditemukan riwayat orang sholeh yang melakukanyya dengan terus menerus, namun itu tidak dapat dijadikan hujjah.


Setelah periode Islam Rosululloh Saw dan para sahabat mengajarkan ikhtila’ pada waktu-waktu tertentu seperti sepertiga malam, i’tikaf, sepuluh hari bulan romadhan,  dll.

Semoga romadhon tahun ini kita dapat menyempurnakannya. " Allohumma barik lana fi rojaba wa sya’bana wa ballighna romadhona". Amiin.


Sumber : Mas TOP ( Muhammad Taufiq / Wakil Ketua DPD PKS Lampung Selatan
On 09.10.00 by PKS Lampung Selatan in , ,    No comments

Natar (25/04) Hidup ini antara dua kenyataan yang berseberangan. Allah jadikan karena hikmah yang tersimpan.

Kadang sehat, kadang sakit.  Namun ternyata sehat lebih banyak dari pada  sakit

Kadang makan dan kenyang, kadang puasa dan lapar. Namun ternyata makan dan kenyang lebih sering dari pada puasa dan lapar.

Kadang bergembira, kadang bersedih. Namun ternyata saat saat bergembira lebih banyak dari saat saat bersedih.

Kadang tersenyum, kadang manyun. Namun ternyata tersenyum lebih sering dari pada manyun.

Kadang tertawa, kadang menangis. Namun ternyata tertawa lebih sering dari pada menangis.

Kadang mudah, kadang susah. Namun ternyata kemudahan lebih sering dari pada kesusahan

Kadang berduit, kadang pailit. Namun ternyata berduit lebih sering dari pada pailit

Kadang manis, kadang pahit. Namun ternyata manis lebih sering dari pada pahit

Bersyukurlah...
Sebab hal hal yang menyenangkan jauh lebih banyak dari hal hal yang menyedihkan, 

Bersyukurlah... 
Sebab nikmat Allah Sang Pencipta jauh lebih banyak dari azabnya.

"Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai (32), Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang (33), Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). (34) "
(Qs, 14:32-34) 


Sumber : Komiruddin Imron

Kamis, 21 April 2016

On 17.48.00 by PKS Lampung Selatan in , ,    No comments

Pontianak (22/04) Diterima di kantor pemkot yang mengakomodir budaya khas borneo dengan arsitek serba kayu, Bowo Edy Anggoro dari Fraksi PKS Lampung Selatan beserta Anggota Legislatif DPRD Lampung Selatan 


Selain itu para Anggota Legislatif juga mendapatkan pembelajaran beberapa produk Peraturan Daerah di Pontianak dan juga adanya tim Penegak Perda yang dikomandoi langsung oleh Polisi Pamong Praja.

Bowo Edy Anggoro yang juga Ketua DPD PKS Lampung Selatan juga menyampaikan "Kantor-kantor  pemkot pontianak mengakomodir dan merepresentasikan budaya lokal, hal ini juga bagus jika diterapkan di Lampung Selatan"

Baleg juga belajar tentang pentingnya penegakan perda yang sudah dibuat, maka akan sangat efektif implementasi peraturan daerah jika ada Tim Penegak Perda seperti di Pemkot Pontianak.

Sumber : Humas DPD PKS Lampung Selatan
On 17.41.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments
Kalianda (22/04) Acara Jaulah Bidang Kaderisasi DPW PKS Propinsi Lampung dalam rangka Silaturahim Kader. Hadir pada kesempatan tersebut para Penanggung Jawab Unit Pembinaan Kader se-Lampung Selatan.

Kegiatan kunjungan DPW dalam rangka memastikan kader lampung selatan berpartisipasi aktif mensukseskan Program Nasional DPP yang diterjemahkan dalam Rencana Kerja Tahunan DPD PKS Lampung Selatan, Prognas yang diamanatkan ke DPD PKS adalah Rekrutmen 5 ribu Kader Baru Terbina dan Rumah Khidmat.

Ketua DPD PKS Lampung selatan Bowo Edy Anggoro menyampaikan bahwa Kader PKS Lamsel harus bersemangat lillahi ta'ala dalam mensukseskan program DPD PKS Lamsel yang sudah disusun dalam RKT DPD PKS Lamsel, karena kader adalah ujung tombak partai. Disamping itu kader harus berperan aktif dalam melaksanakan khidmat atau pelayanan kepada masyarakat, salah satu nya berperan aktif dalam lingkungan masyarakat dan aktif di kegiatan desa. Maka jika 2 hal ini dilaksanakan maka amanah DPP dengan sendirinya akan tercapai

Sumber : Humas DPD PKS Lampung Selatan

On 08.40.00 by PKS Lampung Selatan in , , ,    No comments
Candipuro (22/04) Panen telah tiba...Panen telah tiba....Hatiku gembira.. (dinyanyikan dengan gaya lagu "libur telah tiba-tasya")

Panen padi telah tiba di Indonesia, tak terkecuali desa-desa di Lampung Selatan yang merasakannya. Tapi musim panen yang bersamaan dengan datangnya musim penghujan menimbulkan sedikit permasalahan. Beberapa daerah di Candipuro dan Palas misalnya. Petani harus berbesar hati lantaran rendaman air terhadap tanaman padi mereka. Ada juga petani yang tak sampai menikmati padinya berisi, lantaran terjangan hama. Ini terjadi di beberapa desa, banjarsuri kecamatan Sidomulyo contohnya. Perlu evaluasi tentunya.

Namun, panen tetaplah panen yang bagaimanapun hasilnya harus disyukuri oleh siapa saja. Tak terkecuali bagi para srikandi desa yang luar biasa ini. 


Di tengah terik mentari yang menyengat mereka berlomba berebut butiran padi yang tersisa dari hasil panen si empu sawah. Ya, mereka tidak memiliki sawahnya. "Ngasak". Itulah yang sedang mereka lakukan. Mengais sisa-sisa padi yang tertinggal.

Mereka tak bisa dibilang muda, karena guratan-guratan wajah yang nampak jelas dibalik caping. Tapi semangat mereka seperti tak berbanding dua dengan yang muda. Kerja mereka membuktikannya. 

Sebut saja mbah Bunga yang ditemui di persawahan desa, Usianya telah menginjak kepala 6. Ketika ditanya alasannya mbah Bungah berujar bahwa hanya dengan cara seperti ini ia yang tak memiliki sawah dan "tanduran" pari bisa tetap menikmati hasil panen. Walau sedikit tapi lumayan untuk mengisi perut ujarnya. 

Dan mbah Bungah tidaklah sendirian, disamping kiri kananya berjejer para srikandi lain yang tak kalah "rekasa". Itu hanya di sebuah sawah di satu desa, di tempat lain se-Indonesia tentu lebih banyak cerita.

Demikianlah sekelumit kisah para wanita perkasa di era yang katanya sudah modern ini. Mereka terkadang terselip tak terbaca zaman yang sudah gemerlap rupa. Bisa menjadi contoh sekaligus muhasabah bersama. Pada siapa kita akan berbagi karya.

Sumber : Humas DPD PKS
On 08.31.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments
Candipuro(21/4). Jebolnya tanggul Umbul Jeruk Sungai Way Katibung, di desa Sinar Pasemah, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan yang tak kunjung diperbaiki mengancam anjloknya harga gabah. Pasalnya potensi banjir karena luapan air sungai saat hujan lebat akan secara langsung merendam tanaman padi siap panen yang berada di samping aliran sungai. 

Gabah yang terendam air akan otomatis meningkatkan kadar air didalamnya. Gabah dengan kadar air tinggi tentu akan menurunkan   harga jual. Saat ini di tingkat petani Candipuro, harga gabah hanya Rp. 3.400, lebih rendah dari harga pokok pembelian yang Bulog keluarkan yakni Rp. 3.700. Hal ini diakui oleh Mugiyono, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung Selatan.

Sumber : Humas DPD PKS Lampung Selatan
On 08.28.00 by PKS Lampung Selatan in , ,    No comments
Natar (21/04) Sore itu setelah shalat Ashar. "Dzikir apa melamun?" Sapa ustadz Munawwar membuyarkan lamunan  Heru.

"Eh  ustadz.  Ya ana sedang mikir, gimana cara merekrut orang agar mau liqa. Nanti ba'da maghrib ana ada pertemuan dengan murabbi. Ana bingung nama nama yang mau ana rekrut belum terisi di list ini" kata Heru tersenyum.

"Kok bingung?. Kan tinggal antum tulis aja siapa yang mau antum bina... emang disuruh rekrut berapa orang? Tanya ustadz.

"10 orang ustadz dalam setahun ini" jawab Heru singkat.

"Gampang..... Apalagi cuma10 orang. Sambil merem juga bisa. Maksudnya, bisa nulis nama namanya..." Canda ustadz.

"Coba antum hitung berapa jamaah masjid yang sering shalat maghrib... atau tetangga antum satu RT.. atau teman yang ada di lingkungan kerja antum. Pasti lebih sepuluh orang kan..". Lanjut ustadz.

"Kalau begitu banyak ustadz. Maksud ana yang mau dibina...atau yang bisa diproyeksikan untuk dibina" selah Heru.

" Akh Heru, antumkan belum mencoba untuk ngajak mereka ngaji...  antum sudah dibayang bayangi ketakutan dulu..Takut mereka enggak mau.
Coba ubah pola pikir kita. Anggap semua orang yang kita kenal adalah obyek dakwah, dimana kita wajib berinteraksi dengan mereka. Tinggal nanti targetnya apa?...
Antum jangan berpikiran bahwa semua obyek dakwah ini targetnya bergabung dengan kita, atau ngaji dengan kita. Walaupun bergabung dalam dakwah target tertinggi. Tapi itu bukan satu satunya target. Jika tidak bisa bergabung dalam barisan dakwah, targetnya mendukung, jika tidak bisa mendukung, targetnya cukup simpati. Nanti kalau ada apa dia bisa bela dan melindungi. Kalau simpati juga susah, cukup netral tidak memusuhi kegiatan kita.

Nah, coba antum data 50 orang yang akan antum dakwahi... lalu kelompokkan mereka sesuai dengan targetnya. Setelah itu susunlah program dan kegiatan untuk mencapai target itu". Jelas ustadz munawwar.

"Ya ustadz,  kira kira seperti apa program dan kegiatannya?. Tanya Heru bingung.

"Banyak bentuknya, seperti :  silaturahmi berkala, menyapa dengan salam, memberi hadiah pada momen momen tertentu, kirim ucapan selamat via sms, hadir di majelis majelis mereka selama tidak haram, senyum sapa, undang ke pengajian, menawarkan jasa, membantu kebutuhan mereka, memenuhi undangan, ajak makan, dll. Yang jelas 50 orang itu ada dalam pikiran antum bagaimana mereka ini merasakan ada perhatian dari antum. Nah, dengan interaksi yang aktif dan berkesinambungan dengan 50 orang itu,  nantinya antum dapat memilih 5 sampai dengan  10 orang yang siap ngaji intensif " Jelas ustadz Munawwar

"Syukran ustadz, atas penjelasannya" kata Heru antusias.

" Ya sudah kalau begitu, ana pulang dulu. Nanti keburu hujan". Sambung ustadz sambil beringsut berdiri.


Sumber : Ustadz Komiruddin Imron Lc

Jumat, 15 April 2016

On 16.24.00 by PKS Lampung Selatan in , ,    No comments
Penengahan (16/04) Ali bin ABi Thalib gugur sebagai syahid pada  tanggal 19 Ramadhan, akibat tebasan pedang (dua hari sebelumnya) oleh seorang Khawarij yang bernama Abdurrahman bin Muljam Al Murodi. Uniknya sang pembunuh ini melakukan aksinya sambil berkata, “Hukum itu milik Allah, wahai Ali. Bukan milikmu dan para sahabatmu.” 

Tidak berhenti sampai di situ, saat melakukan aksi bejadnya ini Ibnu Muljam juga tidak berhenti mulutnya mengulang-ulang ayat 207 surat Al Baqarah yang artinya, 

“Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.” 

Tatkala khalifah Ali bin ABi Thalib akhirnya gugur, Ibnu Muljam pun dieksekusi mati dengan cara diqishas. Proses qishasnya pun bisa membuat kita tercengang karena saat tubuhnya telah diikat untuk dipenggal kepalanya, ia masih sempat berpesan kepada algojo yang mendapat tugas melakukan eksekusi, 

“Jangan penggal kepalaku sekaligus. Tapi potonglah anggota tubuhku sedikit demi sedikit hingga aku bisa menyaksikan anggota tubuhku disiksa di jalan Allah.” 

Demikianlah keyakinan Ibnu Muljam yang berpendapat bahwa membunuh Ali bin Abi Thalib yang nota bene salah satu sahabat yang dijamin masuk surga, menantu (suami Sayyidah Fathimah) dan saudara sepupu Rasulullah dan ayah dari Hasan dan Husein, dua pemimpin pemuda ahli surga, sebagai tindakan ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Aksi yang dilakukan oleh Ibnu Muljam ini adalah realitas pahit yang kita lihat pada kehidupan ummat Islam sekarang dimana diantara para pemuda kita terdapat kelompok yang giat melakukan provokasi untuk membunuh kaum muslimin yang tidak berdosa. Kelompok ini menggunakan intimidasi dan aksi kekerasan sebagai strategi perjuangan mereka. Merekalah yang pada raut wajahnya memancarkan hidayah dan mereka juga senantiasa membaca Al Qur’an di waktu siang dan malam. Namun sesungguhnya mereka adalah kelompok yang merugi sebab karakteristik mereka tepat sebagaimana sinyalemen yang disampaikan Rasulullah dalam sebuah hadits yang artinya, 

“Akan ada para lelaki yang membaca Al Qur’an tanpa melampaui tulang selangka mereka. Mereka telah keluar dari agama laksana keluarnya anak panah dari busur.” 

Kebodohan mengakibatkan mereka merasa berjuang membela kepentingan agama Islam padahal hakikatnya mereka sedang memerangi Islam dan kaum muslimin.

Ibnu Muljam sejatinya adalah figur lelaki yang shalih, zahid dan bertaqwa. Bukan lelaki bengal yang buta sama sekali terhadap ilmu agama. Di wajahnya terlihat dengan nyata jejak sujud. Ia juga hapal Al Qur’an dan sekaligus sebagai guru yang berusaha mendorong orang lain untuk menghapalkannya. ‘Umar bin Khatthab pernah menugaskannya ke Mesir demi mengabulkan permohonan ‘Amr bin ‘Ash yang memohon kepada beliau untuk mengirim ke Mesir figur yang hafal Al Qur’an untuk mengajarkannya kepada penduduk Mesir. Tatkala ‘Amr bin ‘Ash meminta, 

“Wahai amirulmukminin, kirimkanlah kepadaku lelaki yang hafal Al Qur’an untuk mengajari penduduk Mesir, “

‘Umar menjawab, “Saya mengirimkan untukmu seorang lelaki bernama Abdurrahman bin Muljam, salah seorang ahli Al Qur’an yang aku prioritaskan untukmu dari pada untuk diriku sendiri. Jika ia telah datang kepadamu maka siapkan rumah untuknya untuk mengajarkan Al Qur’an kepada kaum muslimin dan muliakanlah ia...!.” 

Meskipun Ibnu Muljam hafal Al Qur’an, bertaqwa dan rajin beribadah namun semua itu tidak bermanfaat baginya. Ia mati dalam kondisi su’ul khatimah, tidak membawa iman dan Islam akibat kedangkalan ilmu agama yang dimilikinya dan berafiliasi dengan sekte Khawarij yang telah meracuni para pemuda muslim sehingga melakukan aksi-aksi yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur agama Islam namun justru mengklaim semua itu dalam rangka membela ajaran Allah dan Rasulullah.

Bercermin dari figur Ibnu Muljam tentu kita tidak perlu merasa aneh jika sekarang muncul kelompok-kelompok ekstrim yang mudah memvonis kafir terhadap sesama muslim yang berbeda pandangan melakukan tindakan yang sama persis dilakukan oleh Ibnu Muljam. Mereka mengklaim berjuang menegakkan agama Allah namun faktanya justru menebar ketakutan kepada ummat Islam dan menciptakan konflik internal berdarah-darah yang membuat mustahil membangun persatuan sesama kaum muslimin. 

Oleh karena itu menjadi tugas bersama para ulama dan umaro’ untuk membentengi kaum muslimin di Indonesia dari ide-ide keagamaan destruktif yang dikembangkan oleh generasi pewaris Abdurrahman bin Muljam dan untuk berusaha keras menghalangi siapapun yang ingin menjadikan Indonesia sebagai ladang subur bagi tumbuhnya kelompok-kelompok khawarij modern yang militan namun miskin ilmu. Wallahu A’lam.

Sumber : Mas Top (Muhammad Taufiq / Wakil Ketua DPD PKS Lampung Selatan)

Senin, 11 April 2016

On 16.10.00 by PKS Lampung Selatan in , ,    No comments
Jakarta (12/4)  Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini mengumumkan rekomposisi fraksi dan Alat Kelengkapan Dewan dalam Rapat Pleno hari ini, Senin (11/4).

Dalam kesempatan tersebut, Jazuli menjelaskan bahwa surat tersebut diterima olehnya dari Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman pada hari Rabu (6/4).

“Inilah yang saya bacakan dari presiden PKS. Saya terima hari Rabu. Presiden meminta secepatnya diumumkan. Saya minta diumumkannya hari Senin,” jelas Jazuli di depan para Anggota dan Tenaga Ahli Fraksi PKS DPR RI.

Berikut adalah susunan rekomposisi yang secara resmi mulai berlaku pada Tahun Sidang IV Masa Persidangan 2015-2016 

1. Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat: Ledia Hanifa Amalia, S.Si, M.Psi.T

2. Komisi I
- Ketua: Dr. Abdul Kharis Almasyhari (Kapoksi) 
- Anggota: Jazuli Juwaini, MA; Dr. Sukamta (Banggar), Dr. Hidayat Nur Wahid

3. Komisi II
- Wakil Ketua: Drs. Almuzzammil Yusuf, M.Si
- Anggota: Hadi Mulyadi, S.Si, M.Si (Banggar) dan Drs. Chairul Anwar, S.Apt

4. Komisi III
- Kapoksi: Aboe Bakar Alhabsyi (Banggar)
- Anggota: Nasir Djamil, S.Ag; Tubagus Soemandjaja, Tifatul Sembiring

5. Komisi IV: 
- Kapoksi: Dr. Andi Akmal Pasluddin, SP, MM (Banggar)
- Anggota: Dr. Sa’duddin, Drs. Mahfudz Siddiq, M.Si, Dr. Hermanto

6. Komisi V
- Wakil Ketua: Ir. Yudi Widiana Adia, M.Si
- Anggota: Mahfudz Abdurrahman,S.Sos; Ir. Sigit Sosiantomo

7. Komisi VI
- Kapoksi: Drs. H. Martri Agoeng
- Anggota: Nurhasan Zaidi, dan Adang Daradjatun

8. Komisi VII
- Wakil Ketua: Tamsil Linrung (Kapoksi)
- Anggota: Rofi Munawar dan Dr. Zulkifliemansyah (Banggar)

9. Komisi VIII
- Wakil Ketua: H. Iskan Qolba Lubis (Kapoksi)
- Anggota: Muhammad Yudi Kotouky dan Drs. H. M Iqbal Romzi (Banggar)

10. Komisi IX
- Kapoksi: Ansory Siregar
- Anggota: Ahmad Zainuddin dan dr. Adang Sudrajat

11. Komisi X
- Wakil Ketua dan Kapoksi: Abdul Fikri Faqih, MM
- Anggota: Mustafa Kamal, SS; Dr. KH. Surahman Hidayat, MA; H.M. Sohibul Iman

12. Komisi XI
Kapoksi: Ecky Awal Mucharam (Banggar)
Anggota: Ir. Junaidi Auly, MM; dan Refrizal 

Susunan Pengurus Fraksi PKS
1. Ketua Fraksi: Jazuli Juwaini
2. Wakil Ketua Bidang Polhukam: Tifatul Sembiring
3. Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat: Ansory Siregar
4. Wakil Ketua Bidang Ekonomi: Ecky Awal Mucharam
5. Wakil Ketua Bidang Industri dan Pembangunan (Inbang): Zulkifliemansyah
6. Sekretaris Fraksi: Dr. Sukamta
7. Bendahara Fraksi: Martri Agoeng

Susunan Alat Kelengkapan Dewan
Anggota Baleg
1. Kapoksi: Dr. Hermanto
2. Anggota: Adang Daradjatun, Martri Agoeng, Junaidi Auly, dan dr. Adang Sudrajat

Anggota Banggar
1. Poksi 1: Dr. H. Sukamta
2. Poksi 2: Hadi Muyadi
3. Poksi 3: Aboe Bakar Alhabsyi
4. Poksi 4: Dr. Andi Akmal Pasluddin
5. Poksi VII: Zulkifliemansyah
6. Poksi VIII: Iqbal Romzi
7. Poksi XI: Ecky Awal Mucharam

Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT)
1. Kapoksi: Refrizal
2. Anggota: Ansory Siregar

Mahkamah Kehormatan Dewan: Dr. KH. Surahman Hidayat (Ketua)

Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP)
1. Wakil Ketua: Rofi Munawar
2. Anggota: Mahfudz Siddiq dan Jazuli Juwaini
Semoga berkenan dan bermanfaat.

Sumber : Humas DPP PKS