Kamis, 21 April 2016

On 08.28.00 by PKS Lampung Selatan in , ,    No comments
Natar (21/04) Sore itu setelah shalat Ashar. "Dzikir apa melamun?" Sapa ustadz Munawwar membuyarkan lamunan  Heru.

"Eh  ustadz.  Ya ana sedang mikir, gimana cara merekrut orang agar mau liqa. Nanti ba'da maghrib ana ada pertemuan dengan murabbi. Ana bingung nama nama yang mau ana rekrut belum terisi di list ini" kata Heru tersenyum.

"Kok bingung?. Kan tinggal antum tulis aja siapa yang mau antum bina... emang disuruh rekrut berapa orang? Tanya ustadz.

"10 orang ustadz dalam setahun ini" jawab Heru singkat.

"Gampang..... Apalagi cuma10 orang. Sambil merem juga bisa. Maksudnya, bisa nulis nama namanya..." Canda ustadz.

"Coba antum hitung berapa jamaah masjid yang sering shalat maghrib... atau tetangga antum satu RT.. atau teman yang ada di lingkungan kerja antum. Pasti lebih sepuluh orang kan..". Lanjut ustadz.

"Kalau begitu banyak ustadz. Maksud ana yang mau dibina...atau yang bisa diproyeksikan untuk dibina" selah Heru.

" Akh Heru, antumkan belum mencoba untuk ngajak mereka ngaji...  antum sudah dibayang bayangi ketakutan dulu..Takut mereka enggak mau.
Coba ubah pola pikir kita. Anggap semua orang yang kita kenal adalah obyek dakwah, dimana kita wajib berinteraksi dengan mereka. Tinggal nanti targetnya apa?...
Antum jangan berpikiran bahwa semua obyek dakwah ini targetnya bergabung dengan kita, atau ngaji dengan kita. Walaupun bergabung dalam dakwah target tertinggi. Tapi itu bukan satu satunya target. Jika tidak bisa bergabung dalam barisan dakwah, targetnya mendukung, jika tidak bisa mendukung, targetnya cukup simpati. Nanti kalau ada apa dia bisa bela dan melindungi. Kalau simpati juga susah, cukup netral tidak memusuhi kegiatan kita.

Nah, coba antum data 50 orang yang akan antum dakwahi... lalu kelompokkan mereka sesuai dengan targetnya. Setelah itu susunlah program dan kegiatan untuk mencapai target itu". Jelas ustadz munawwar.

"Ya ustadz,  kira kira seperti apa program dan kegiatannya?. Tanya Heru bingung.

"Banyak bentuknya, seperti :  silaturahmi berkala, menyapa dengan salam, memberi hadiah pada momen momen tertentu, kirim ucapan selamat via sms, hadir di majelis majelis mereka selama tidak haram, senyum sapa, undang ke pengajian, menawarkan jasa, membantu kebutuhan mereka, memenuhi undangan, ajak makan, dll. Yang jelas 50 orang itu ada dalam pikiran antum bagaimana mereka ini merasakan ada perhatian dari antum. Nah, dengan interaksi yang aktif dan berkesinambungan dengan 50 orang itu,  nantinya antum dapat memilih 5 sampai dengan  10 orang yang siap ngaji intensif " Jelas ustadz Munawwar

"Syukran ustadz, atas penjelasannya" kata Heru antusias.

" Ya sudah kalau begitu, ana pulang dulu. Nanti keburu hujan". Sambung ustadz sambil beringsut berdiri.


Sumber : Ustadz Komiruddin Imron Lc

0 komentar:

Posting Komentar