Minggu, 30 September 2012

On 07.05.00 by PKS Lampung Selatan in , ,    No comments
DETIK.COM Minggu, 30/09/2012







Selasa, 25 September 2012

On 20.58.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments


Jakarta - Komisi Perlindungan Anak/Komisi VIII DPR RI menyesalkan terjadinya tawuran antar pelajar yang terjadi Senin(24/9), kemarin. Apalagi aksi tawuran yang melibatkan antara pelajar SMAN 70 dan SMAN 6 mengakibatkan satu orang pelajar tewas dan dua orang terluka. Aksi ini juga sangat disesalkan karena berdekatan dengan Markas Besar (Mabes) Polri dan Kejaksaan Agung yang justru banyak aparat keamanannya.

“Saya sangat menyesalkan aksi tawuran antar pelajar SMAN 70 dan SMAN 6. Hal ini terus berulang dan terus memakan korban anak-anak kita yang tidak bersalah. Apalagi lokasi kejadian dekat dengan Mabes Polri, Kejagung dan kantor-kantor yang dijaga aparat keamanan,” ujar Jazuli Juwaini, Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak DPR RI, Selasa (25/9), di Gedung MPR/DPR RI.

Menurut catatan Jazuli, sepanjang tahun 2012 ini sudah hampir 20-an kasus tawuran pelajar terjadi di Jabodetabek. Sebelumnya di Depok juga terjadi tawuran antar siswa SMK yang juga menewaskan satu orang siswa. “Sampai kapan kita biarkan anak-anak kita berlaku anarkis dan korban terus berjatuhan. Orang tua mereka punya harapan besar ketika menyekolahkan anaknya agar menjadi anak yang sholeh, berbakti kepada orang tua, masyarakat dan negaranya. Anak-anak Indonesia harus diselamatkan dari aksi kekerasan dan anarkis,” harap Jazuli.

Jazuli Juwaini yang juga Ketua DPP PKS menilai perilaku negatif dari siswa-siswa tersebut tanggung jawab seluruh pihak, bukan hanya pihak sekolah semata. Semua lapisan masyarakat dan pemerintah harus ikut membantu menyelesaikan masalah ini. Jazuli mengusulkan agar para pelajar yang terlibat tawuran dihukum sesuai dengan aturan dan dibina secara intensif.

“Memang para pelajar merupakan anak didik sekolah. Kalau mereka bersalah harus dihukum bahkan dikeluarkan dari sekolah jika sudah melampaui batas. Namun demikian, para pelajar juga harus ditindak tegas secara hukum dan dibina secara instensif jika sudah berbuat anarkis di lingkungan masyarakat,” pintanya.

Tawuran yang dilakukan oleh para pelajar, menurut Jazuli, sudah mengarah kepada kriminalitas, bukan lagi kenakalan remaja biasa. Senjata yang dipergunakan memang sudah dipersiapkan dan penyerangan yang dilakukan juga dengan perencanaan yang matang. Untuk itu, pihak sekolah dituntut untuk membuat kegiatan ekstrakurikuler yang kreatif dan pembinaan akhlak semisal Kerohanian Islam (Rohis) di sekolah.

“Seharusnya Rohis sekolah diberikan apresiasi karena ikut serta membantu pemerintah dalam rangka membangun karakter positif generasi muda. Bukannya justru diberitakan negatif. Selama ini sepertinya tidak ada anak-anak Rohis yang ikut tawuran. Oleh karena itu, kegiatan positif seperti Rohis Sekolah ini perlu didukung dan difasilitasi,” pungkas Jazuli.

Sumber: Fraksi PKS DPR RI
On 18.44.00 by PKS Lampung Selatan in    No comments

Proses evakuasi penumpang masih dilakukan.

Pencarian korban kapal tenggelam
Pencarian korban kapal tenggelam (Antara/ Riadi)
VIVAnews – Kecelakaan laut kembali terjadi. Kali ini menimpa Kapal Motor Bahuga Jaya yang sedang berlayar dari Pelabuhan Merak, Cilegon, menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Rabu dini hari, 26 September 2012.

“Tabrakan dengan kapal tanker sekitar pukul 05.00 WIB,” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan. Menurutnya, KM Bahuga Jaya menabrak kapal tanker yang sedang berlayar dari arah sebaliknya, yakni dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak.

KM Bahuga Jaya sendiri tenggelam 20 menit kemudian. Saat ini Tim Search and Rescue (SAR) masih terus berupaya mengevakuasi seluruh penumpang kapal yang diperkirakan mencapai 130 orang. Sekitar 70 orang telah dievakuasi oleh kapal-kapal lain yang mendekati lokasi kejadian begitu kecelakaan terjadi.

Sampai saat ini belum diketahui ada korban jiwa atau tidak dalam peristiwa ini. Pihak terkait masih mencari manifes penumpang untuk mengetahui data dan jumpah persis penumpang yang berada di atas KM Bahuga Jaya saat kapal itu tenggelam.
On 18.09.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments

Hidayat Nur Wahid ditunjuk menjadi Ketua Fraksi PKS di DPR.

Presiden PKS Lutfie Hasan saat menerima Jokowi
Presiden PKS Lutfie Hasan saat menerima Jokowi (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)
VIVAnews.com - Untuk menghadapi pemilihan umum yang akan berangsung 2014 mendatang, Partai Keadilan Sejahtera telah merombak struktur partai besar-besaran. Banyak kader PKS yang menduduki posisi penting diganti.

Dari 20 pimpinan di DPP, ada tujuh pos yang pemimpinnya diganti. Yaitu, ada dua pimpinan dalam bidang daerah dan wilayah, dan lima terkait tentang bidang yang mensuport DPP dan daerah, misalnya bidang kebijakan publik, seni dan budaya, hubungan Luar Negeri dan pengembangan partai.

Salah satu yang diubah, adalah jabatan yang cukup penting, yaitu ketua fraksi. Ketua Fraksi Mustafa Kamal digantikan oleh Hidayat Nur Wahid yang sebelumnya menjabat sebagai anggota majelis Syuro. Mustafa Kamal kini menjabat sebagai wakil ketua fraksi.

"Ketua fraksi adalah suatu jabatan pimpinan terpenting, di DPR disebut ketua fraksi, di DPP pimpinan bidang kebijakan publik," kata Presiden PKS, Lutfi Hasan di Gedung DPR, Selasa 25 September 2012.

Lutfi mengatakan, perombakan itu untuk mengoptimalkan mesin partai menjelang pemilu 2014. "Perubahan yang kita lakukan adalah perubahan di berbagai sektor untuk mengantisipasi pemilu ke depan dan konsilasi politik ke depan, seluruh kader tidak ada yang tidak baik, dan mereka lah yang terbaik," kata dia. (eh)
On 06.54.00 by PKS Lampung Selatan in , ,    No comments
Islamedia"Mereka berkehendak memadamkan cahaya agama Allah dengan mulut (media) mereka, dan Allah (menggagalkan usaha) mereka dengan menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir membencinya (QS 9: 32). 

Sejak kehadirannya kebumi ini, ia telah membawa rahmat untuk semesta alam. tentu kita ingat, peristiwa hancurnya pasukan gajah yang dipimpin Abrahah yang hendak menghancurkan rumah Allah yakni Ka'bah. hancurnya pasukan gajah bersamaan dengan lahirnya Rasulullah saw yang dipenuhi cahaya di sekeliling ka'bah. bukankah ini adalah pertanda, bahwa Rasulullah sejak kelahirannya saja sudah membawa berkah dan rahmat bagi semesta?

kehidupannya, lurus, bersih, jujur, cerdas, amanah. sejak kecil sampai Ajal menjemput-Nya. bahkan ditengah berseberangnnya aqidah dengan orang-orang kafir quraisy, mereka orang-orang kafir mempercayai Rasulullah untuk menitipkan apa saja kepadanya. 

fitnah, mihnah, tribulasi, ancaman, makar, adalah usaha yang selalu dilakukan oleh orang-orang kafir untuk menghadang da'wahnya. sejak panji da'wah itu dikibarkan, hingga kini, semua usaha perusakan terhadap agama ini terus digencarkan oleh mereka. Mereka tak pernah lelah dan tak pernah bosan untuk memadamkan cahaya Allah. Mereka bakar Alqur'an, mereka bantai umat Islam, dimana umat Islam minoritas, disitu umat Islam terancam jiwanya, mereka hina nabi Muhammad dengan Film, kartun dan sebagainya. 

Kasihan mereka, usaha keras mereka akan terus sia-sia, makar-makar mereka akan dibalas dengan makar Allah yang tak terduga. betapa banyak mereka yang berbondong-bondong masuk agama Islam setelah terjadi penistaan. mereka para kaum kafir tak mengerti bahwa Alqur'an itu Kalam Allah, Islam itu agama Allah dan nabi Muhammad itu adalah kekasih Allah, tidak akan pernah jatuh hina karena hinaan manusia sedunia sekalipun, justru sebaiknya semakin tampak cahaya kebenaran Alqur'an dan kemuliaan ahklak nabi Muhammad. 

"... Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan manusia dan jin,...” (QS 6 : 112). 

salaamu'alaika ya Rasulullah..kami sangat mencintaimu. betapapun mereka mencoba melecehkanmu, kami tetap mencintaimu, malah semakin cinta kami kepadamu...


Rasulullah dalam mengenangmu 
Kami susuri lembaran sirahmu 
Pahit getir perjuanganmu 
Membawa cahaya kebenaran 
Engkau taburkan pengorbananmu 
Untuk umat mu yang tercinta 
Biar terpaksa tempuh derita 
Cekalnya hatimu menempuh ranjaunya 
Tak terjangkau tinggi pekertimu 
Tidak tergambar indahnya akhlak mu 
Tidak terbalas segala jasa mu 
Sesungguhnya engkau rasul mulia 
Tabahnya hatimu menempuh dugaan 
Mengajar erti kesabaran 
Menjulang panji kemenangan 
Terukir nama mu di dalam Al Quran 
Rasulullah kami ummatmu 
Walau tak pernah melihat wajah mu 
Kami cuba mengingatimu 
Dan kami cuba mengamalsunnah mu 
Kami sambung perjuanganmu 
Walau kami dicaci dihina
Tapi kami tak pernah kecewa 
Allah dan rasul sebagai pembela
On 01.01.00 by PKS Lampung Selatan in , ,    No comments
Islamedia - Rumah salah seorang kader PKS dijadikan posko bencana kebakaran di Mampang Prapatan. Adalah Ustadz Abdul Muiz yang menjadikan rumahnya menjadi posko kebakaran selama lebih kurang 7 hari. Selain menjadi tempat berlindung sementara warga, posko tersebut juga menjadi dapur umum, penerima bantuan dan penyaluran bantuan untuk para korban.

Belasan rumah di Jalan Bangka 2 G, Pela Mampang, Mampang Prapatan, habis dilalap api pada hari jumat siang (24/8). Tidak Ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sebanyak 21 kepala keluarga mengungsi karena tempat tinggalnya ludes terbakar.


Lokasi kebakaran yang tidak jauh dari kediaman ustad. Abdul Muiz membuat dirinya tergerak untuk membuat posko kebakaran di rumahnya. Dengan dibantu para kader PKS Mampang Prapatan, warga sekitar, ormas, partai politik dan lainnya, Posko kebakaran tersebut sampai dengan hari selasa (28/8) telah mengumpulkan uang senilai 71 Juta dan bahan-bahan non uang lainnya.


Menurut koordinator posko, bapak Edo, yang juga kader PKS Mampang, uang sebesar Rp. 71 juta tersebut sebagian sudah dibelikan peralatan rumah tangga seperti kompor, gas, ember, panci, galon air dan lainnya. “ Sebagian uang sudah dibelikan peralatan rumah tangga dan sisanya akan diberikan ke masing-masing kepala keluarga malam ini” Ujarnya di sela-sela acara penutupan posko kebakaran, Selasa (28/8)


Sebelumnya pada hari Ahad (26/8), Puluhan kader PKS Mampang Prapatan bahu membahu bersama warga melakukan aksi kerja bakti membersihkan sisa-sisa kebakaran di lokasi yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari Masjid Alhikmah
On 00.56.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments

Islamedia - “ Wahai orang-orang yang beriman ! Penuhilah seruan Allah dan Rasul Nya, apabila dia menyeru kepadamu sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu. Dan ketahuilah sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada Nyalah kamu akan dikumpulkan. Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zhalim saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksanya.’(Qs. Al-Anfal:24-25)
***
Seorang al-akh pernah datang kerumah. Ia bercerita kepada saya dengan gurat wajah yang tanpak gelisah. Banyak hal yang ia ceritakan di sana. Salah satu di antaranya adalah tentang dakwah dan para pelakunya. Atau yang lebih popular kita sebut dengan aktivis dakwah.
“Akhi, ana sedih melihat kondisi saat ini.” tuturnya memulai cerita.” Tatsqif sore ini kok minim sekali pesertanya ya? Kemana ikhwah yang lain?” lanjutnya dengan nada bertanya.
“Mungkin mereka belum dapat taklimat akhi. Sehingga mereka gak tahu ada tatsqif hari ini.”
“Iyya akh, mungkin begitu. Tapi apakah harus menunggu taklimat dulu baru datang ngaji?” katanya.” Tidak cukupkah dengan pengumuman yang di sampaikan oleh panitia, di setiap akhir acara, bahwa setiap dua pekan sekali ada kajian di sini. Di tempat ini. di masjid ini?” Protesnya lagi
“Ana heran saja sih. Ternyata sur’atul Istijabah aktivis dakwah hari ini, ana lihat mulai kendor. Respon mereka  dengan kegiatan-kegiatan seperti ini perlahan melemah. Seharusnya kita, yang manyebut diri aktivis dakwah, memiliki respon yang cepat dengan segala seruan-seruan dakwah. Bukan mencari-cari alasan pembenaran untuk menjustifikasi kemalasan kita.”
“Menurut antum, dimana akar permasalahan yang sebenarnya?” tanya saya menyelidiki.
“Ana gak tahu persis dimana letak persoalannya. Yang jelas menurut ana, ta’shil ilminya yang kurang. Semangat untuk menuntut ilmunya yang payah. Sehingga semangat yang dulunya berkobar dan menyala-nyala, perlahan mulai padam. Dan kini hanya tinggal kenangan. Aktivis dakwah itu harus punya iltizam yang kuat dengan ilmu akhi. Bicaranya ilmu. Tindakannya berlandaskan ilmu, semangatnya pun juga begitu. Karena dengan ilmu inilah kita bisa me ri’ayah semangat kita. Bukan dengan yang lainnya. Ini menurut ana sekali lagi yang perlahan mulai di tinggalkan. Semangat mengaji, menambah kafaah syar’I, untuk menjaga semangat yang kita miliki.”
Apa yang di katakan akh kita ini, benar juga fikirku. Semangat menuntut ilmunya yang kurang. Padahal amanah yang dipikul tidak lah pernah berkurang. Amanah akan terus bertambah, seiring dengan ekspansi dakwah yang mulai merambah ke berbagai wilayah dan tentu dengan dinamikanya yang berbeda-beda. Di butuhkan pundak-pundak kekar dan dada-dada yang di penuhi dengan ilmu dan pemahaman, agar ia tetap tegak dengan mengibarkan bendera perjuangan. Demikian, potongan diskusi saya dengan salah seorang akh sore itu, selepas pulang dari menghadiri kajian di Masjid Raya at-Taqwa mataram.
***
Apa yang dimaksud dengan sur’atul istijabah? Biarlah Asy-Syahid Sayyid Quthb rahimahullah menjelaskannya,
“ Sur’atul istijabah adalah tindakan pemenuhan fitrah yang bersih untuk memenuhi seruan da’wah yang haq dan lurus. Di sana ada kejujuran, kelapangan, kekuatan semangat, pengetahuan yang benar dan sambutan akan cetusan qalbu yang hebat atas kebenaran yang nyata.”
Tentang sur’atul Istijabah ini, imam asy-Syahid Hasan Al-banna menggambarkan,“ Dapat kugambarkan profil mujahid sejati dalam diri seseorang yang siap mengambil bekal dan memenuhi perlengkapannya. Seluruh dirinya (seluruh sudut jiwa dan hatinya) didominasi pemikiran seputar perjuangan. Ia dalam pemikiran yang selalu, perhatian yang besar dan kesiapan yang senantiasa.”
Beliau juga mengatakan,”Keimanan mujahid yang terjewantah dalam kesigapannya melaksanakan kebaikan, tugas dan kewajibannya adalah refleksi dari jiwa yang bertanggung jawab yang akan mampu menghindari penyesalan, kerugian dan penderitaan. Ia pun bersegera menuntut ihsan dan itqonul ‘amal sehingga membuahkan natijah yang kongkret.”
Bersemangat, bertanggung jawab, responsif, bersiap siaga, dan bersegera memenuhinya. Mungkin itulah yang dapat kita simpulkan dari paparan dua tokoh dakwah ini. Tokoh dakwah yang telah menjual nyawa satu-satunya kepada dakwah, di jalan dakwah dan untuk Allah Swt. Kata-katanya layak di dengar. Pendapatnya patut untuk di renungkan serta perjalan dakwahnya sungguh bertebaran hikmah untuk kita ambil pelajaran.
Jauh sebelum mereka berdua, Abu Dujana r.a telah mencatatkan dirinya sebagai Ruhul Istijabah, jiwa-jiwa yang merespon panggilan dakwah dengan segera. Jiwa-jiwa yang memenuhi panggilan Jihad, kemudian menjualnya dengan kemewahan surga. “Wahai Rasulullah, apa yang akan aku dapatkan dari jihad bersamamu? Tanyanya suatu ketika. Rasulullah menjawab ,” Syurga”. Lalu seketika ia pun merespon : “ Kalau begitu aku akan berperang sampai aku syahid dengan luka di sini.“ Kata Abu Dujana sambil menunjuk ke lehernya. Rasulullah kemudian mengapresiasi semangatnya itu dan berkata,“ Engkau akan mendapatinya, karena engkau jujur kepada Allah.”
Tak lama kemudian, berkumandanglah panggilan jihad. Rasulullah memerintahkan para sahabatnya untuk segera berangkat ke Uhud. Dan berangkatlah abu Dujana dengan semangat yang menyala-nyala. Dengan segera ia merangsek ke dalam barisan Uhud dan mengatakan, “Sesungguhnya aku mencium wanginya syurga di balik Uhud !” Dan benar, ketika para syuhada Uhud dimakamkan, para sahabat mendapati tubuh Abu Dujana penuh dengan 70 luka pedang, dan luka panah persis seperti yang dia tunjukkan. Allahu akbar!
Respon yang luar biasa dari kisah para sahabat dalam perang Khaibar juga sudah kita pelajari. Perang yang paling lama dan melelahkan. Dipuncak kelelahan, ketika pasukan Muslim berhasil menguasai benteng Ash Sha’b bin Mu’adz, benteng yang paling kaya dengan sumber makanan dan senjata. Di sana mereka telah memasak seekor himar untuk mengisi perut mereka yang digerogoti rasa lapar. Di saat masakan telah siap disajikan, tiba-tiba turun wahyu tentang pengharaman himar. Apa yang terjadi kemudian?
Seketika kuali yang berisi harum daging himar dibalik dan tumpahlah isinya. Tak ada permohonan toleransi atau pembantahan. Nyaris diluar ketaatan kita yang didominasi logika. Mungkin jika kita menjadi meraka akan mengatakan,”Mengapa wahyu itu tidak turun sebelumnya? Tentunya tak akan membuat kecewa perut yang telah keroncongan berhari-hari itu.” Itulah ketaatan dan kecintaan mereka kepada Allah dan Rasul Nya. Yang menembus batas-batas logika.
Dalam era kontemporer seperti saat ini, sur’atul istijabah itu seakan menguap. Bisa dilihat dari jumlah peminat tatsqif kader, kajian ilmiah mahasiswa, bedah buku, atau aksi turu ke jalan. Seharusnya layar HP mendadak buram ketika mendapat jawaban sms, “ afwan ana tidak bisa hadir, ada kuliah…ada urusan ke sini….ada bla…bla…bla…..
Entahlah, berbicara hajat, urusan, kepentingan, semua kita, bahkan para nabi dan para sahabat punya banyak kepentingan. Namun, Allah dan Rasul Nya lebih utama. Kiranya cukuplah kisah Ka’ab bin Malik menjadi teguran dan pelajaran untuk kita semua yang mengaku aktivis dakwah.
Lantas apa sebenarnya yang melunturkan kekuatan sur’atul istijabah itu ? Seharusnya, introspeksi jiwa menjadi kebiasaan, hingga kita dapat mengevaluasi beberapa hal :

1. Keimanan. 

 
Keimanan yang dalam sangat mempengaruhi kekuatan sur’ah. Ia akan melahirkan sensitifitas hati para jundi dakwah dalam memenuhi seruannya. Bila mana kekuatan iman itu melekat di dalam hatinya, maka seperti itu pula kekuatan responnya terhadap panggilan dakwah. Tabiat iman itu sendiri fluktuatif, suatu saat bertambah dan di saat yang lainnya bisa berkurang. Bertambahnya dengan ketaatan, berkurangnya dengan kemaksiatan. Semua tergantung dengan kondisi amaliyah kita sehari-hari. Untuk itu cara kita me ri’ayah sur’ah itu adalah dengan melakukan amaliyah dakwah yang berkesinambungan. Amaliyah yang berkesinambungan akan melahirkan keimanan yang kuat dan bertambah kuat, sehingga setiap junudud dakwah akan memilki ruhul istijabah yang kuat pula.

2. Ilmu dan Pemahaman

Pengetahuan dan pemahaman yang benar dan mendalam terhadap wahyu (Alqur’an) adalah kunci kedua setelah keimanan. Ia (ilmu dan fahm) adalah rukun pertama sebelum menghidupkan ikhlas untuk menegakkan sebuah amal. Tak ada amal tanpa keikhlasan dan tak ada keikhlasan tanpa pemahaman. Seorang da’i tidak mungkin dapat mendistribusikan nilai-nilai Islam kepada orang lain, jika ia sendiri tidak memahaminya. Selama seseorang tidak memahami prinsip yang diyakininya, ia tidak akan bisa berinteraksi dengan prinsip tersebut dan ruh yang terkandung di dalamnya.
Dua hal ini, yang Allah perintahkan kepada Rasulullah Saw. untuk selalu di panjatkan dalam doanya,”Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu dan berilah aku kefahaman.” Olehkarenanya, Beliau Saw. selalu mendorong para sahabat untuk memberikan pemahaman kepada orang-orang yang baru masuk Islam. Beliau mengatakan kepada mereka : “ Berilah pemahaman pada saudaramu dalam urusan agama ini. Bacakan dan ajarkanlah Alqur’an kepadanya.” ( Hadist riwayat Ath Thabarani).
3. Tajdid An-niyyah
Ketahuilah, dalam jasad ini ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh amalan kita. Jika ia nya rusak, maka rusak pulalah seluruh amalan kita. Itulah hati. Ia harus di jaga, agar tetap sehat seperti sedianya. Di dalam hati, bersemai padanya niat. Niat yang akan menentukan, apakah amalan kita diterima ataukah sebaliknya. Niat juga sangat mempengaruhi sur’ah yang akan menggerakkan jiwa dan raga seorang da’i untuk memenuhi panggilan dakwah.
Hendaknya niat ini harus terus menerus ditajdid, untuk memastikan apakah orientasinya tetap condong kepada dakwah ataukah dunia yang fana ini? Barang siapa yang berdakwah kepada Allah dan Rasul-Nya, maka dakwahnya untuk Allah dan rasul-Nya. Barang siapa yang berdakwah, karena dunia yang ingin dikuasainya atau wanita yang ingin di nikahinya, maka dakwahnya akan berbuah sesuai dengan niatnya. Ia akan mendapatkan apa yang di cari, tidak lebih dan tidak pula dikurangi.
Oleh karenanya Ibnul qoyyim al-jauziyah rahimahullah pernah berkata,”cinta akan lenyap dengan lenyapnya sebab.” Ya, kecintaan kita terhadap dakwah ini akan lenyap sesuai dengan motivasi awal kita bergabung di dalamnya. Jika orientasi kita hanya karena jabatan, atau kekuasaan, atau harta benda, atau yang lainnya, maka sebatas itulah umur cinta kita terhadap dakwah ini. Namun, jika motivasi kita hanya semata-mata karena Allah, maka ketahuilah Allah itu kekal. Allah itu abadi tak akan pernah berakhir sehingga Allah memenangkan dakwah ini atau kita syahid di jalannya. Untuk itu, tajdidunniyah adalah niscaya adanya.
4. Perbanyaklah Zikir dan Istighfar.
Barangkali kita tak menyadari, setitik noda maksiat telah mewarnai hati kita. Barangkali kita tak menyadari, ada kata-kata busuk yang keluar dari lisan kita. Atau barangkali ada sangka buruk yang terus menerus kita pelihara. Titik noda itu kemudian kian menjalar menutupi sebagian hati kita, atau bahkan menutupi seluruhnya. hingga cahayanya tak mampu lagi membedakan antara kebenaran dan kebathilan. Hati kita kemudian sakit. Lalu kemudian sekarat. Lalu kemudian mati. Jika sudah demikan, masih adakah sur’atul istijabah menyertainya?
Hati yang sakit, tidaklah mungkin menjawab panggilan dakwah dengan segera. Apatah lagi bagi hati yang sudah mati. Hanya hati yang sehat wal afiatlah yang akan merespon dakwah dengan segera. Hanya hati yang hiduplah yang sanggup memikul beban dakwah di pundaknya. Sebelum ia terjangkiti penyakit yang akut dan mejadikannya benar-benar mati, maka tak ada cara lain untuk mengobatinya. Obatilah ia dengan beristighfar. Hidupkanlah ia dengan zikir. Karena hati yang berzikir adalah hati yang hidup, sebaliknya hati yang tak pernah berzikir adalah hati yang mati.
Rasulullah Saw. bersabda,”Perumpamaan hati yang berzikir kepada Allah dan yang tidak berzikir kepada Allah, ibarat hati yang hidup dan hati yang benar-benar mati.”
Aktifkan kembali hati kita dengan berzikir. Bersihkanlah hati kita dengan beristighfar. Sibukkan diri kita dengan tilawah Al-Qur’an, zikir ma’tsurat, dan amaliyah yaumiyah  lainnya,”Penuhilah seruan Allah dan Rasul Nya, apabila dia menyeru kepadamu sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu. Dan ketahuilah sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada Nyalah kamu akan dikumpulkan. Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zhalim saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksanya.’ (Qs. Al-Anfal:24-25).
“ Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Rabbmu, dan mendapatkan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang bertaqwa.” (Q.S Ali Imron : 133)
Wallahu a’lam.
Fakir Ila Allah

Minggu, 23 September 2012

On 21.46.00 by PKS Lampung Selatan in    No comments


IMG02318-20120924-0954.jpg
Tribun Lampung/Dedi
Warga Lampung Selatan sedang salat istisqo (sholat memohon hujan) di lapangan Kopri Kompleks perkantoran pemkab setempat, Senin (24/9/2012).
 
 
TRIBUNLAMPUNG.co.id - Jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menggelar salat istisqo (sholat memohon hujan) di lapangan Kopri Kompleks perkantoran pemkab setempat, Senin (24/9/2012).

Sekretaris Kabupaten Lampung Selatan, Ishak mengungkapkan bahwa salat istisqo tersebut untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar dapat diberi rahmat hujan. Sebab sudah hampir enam bulan terakhir wilayah Bumi Khagom Mufakat tidak diguyur hujan.

Akibatnya, sebagian wilayah Kabupaten Lampung Selatan mengalami kekeringan yang berdampak pada areal pertanian yang fuso dan kesulitan air bersih.

"Kita memohon kepada Allah, supaya diberi rahmat hujan. Sehingga para petani kita dapat kembali bercocok tanam dan ketersediaan air bersih kembali tercukupi," tandasnya.(Dedi)

Editor : muhammadazhim
Akses lampung.tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat lampung.tribunnews.com/m

Jumat, 21 September 2012

On 06.07.00 by PKS Lampung Selatan in    No comments

Film menghina nabi ini membuat Duta Besar AS di Libya tewas terbunuh.


Aksi protes menentang film
Aksi protes menentang film (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews – Pimpinan Partai Keadilan Sejahtera meminta umat Islam di Indonesia tidak terprovokasi dengan film “Innocence of Muslim” yang menghina Nabi Muhammad SAW. Pemerintah Indonesia sudah meminta YouTube memblokir akses ke tautan film itu.

“Film itu jelas bentuk teror terhadap umat beragama. Itu intoleransi yang luar biasa dengan menghina agama lain. Tapi kami minta umat Islam di sini tidak terpancing seperti yang terjadi di Libya. Kalau sampai terpancing, itu tidak akan memecahkan masalah,” kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera, Mustafa Kamal, hari ini di Jakarta.

Seperti diketahui, Duta Besar Amerika Serikat di Libya, Christopher Stevens, tewas terkena serangan roket dari massa yang memprotes peredaran film buatan seorang pengembang properti berkebangsaan Israel-Amerika Serikat bernama Sam Bacile.

PKS berharap agar hal semacam itu tak terjadi di Indonesia. “Itu hanya membuat bias persoalan dan memberi celah berkembangnya isu radikalisme Islam. Penyelesaian paling baik adalah dengan upaya diplomasi atau lewat lembaga internasional,” ujar Mustafa Kamal.

Film “Innocence of Muslims” sendiri tak bisa disaksikan lagi di Indonesia karena telah diblokir YouTube atas permintaan pemerintah RI. Permohonan Indonesia kepada YouTube untuk memblokir film itu diajukan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, atas instruksi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM Djoko Suyanto.

Pemblokiran itu sampai saat ini masih bersifat sementara, karena YouTube masih mengkaji ulang konten film itu. “Mereka akan kaji lagi, setelah itu baru ditutup permanen untuk seluruh dunia,” kata Tifatul yang juga mantan Presiden PKS itu.
On 00.31.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments

Syifa Fauziah: “Berawal Mimpi Hingga Beasiswa AFS-YES (Amerika), Penghargaan Presiden Obama,& Beasiswa NIS (Netherlands)”

Berawal dari mimpi, kerja keras, doa serta dukungan dari orang-orang disekeliling saya, akhirnya pada bulan Juli 2009 saya berhasil menginjakkan kaki di Negeri Paman Sam, Amerika Serikat dengan title “Duta kecil dan siswa pertukaran pelajar dari Indonesia” yang tergabung dalam program AFS (American Field Services)-YES (Youth Exchange and Study). Yang merupakan beasiswa full dari pemerintahan Amerika Serikat setelah melalui proses seleksi selama ±1,5 tahun bersama 99 anak lainnya dari seluruh Indonesia.
Di Luwu Timur sendiri, terdapat 4 alumni AFS yaitu Kak Sohra Sahama dari SMA YPS Soroako, returni AFS tahun 1993-1994 di Ohio, Amerika Serikat, sekarang bekerja di External PT INCO, Kak Hesti Wulandari Andi Djiwa dari SMA YPS Soroako, returni AFS tahun 1997-1998 di Jepang, sekarang bekerja di SD YPS Soroako, Kak Shatila Abbas dari Malili, returni AFS tahun 2007-2008 di Pennsylvania, Amerika Serikat, sekarang bekerja di Telkomsel Palu, dan saya sendiri, Syifa Fauziah dari SMA YPS Soroako, returni AFS tahun 2009-2010 di California, Amerika Serikat, dan akan menempuh program S1  di Asia Pacific University Collage of Technology and Innovation (UCTI) Malaysia.
Pada saat itu saya ditempatkan di ibukota California, Sacramento yang merupakan salah satu kota metropolitan di Amerika Serikat. Dan tinggal dengan dua host family (keluarga angkat). Keluarga angkat pada semester pertama saya adalah keluarga Muslim Lebanon yang menetap di Amerika Serikat.
Perbedaannya tidak terlalu mencolok karena mereka adalah orang Islam yang secara garis besarnya hampir sama dengan kehidupan saya di Indonesia. Kecuali dalam hal makanan (American-lebanish food), bahasa, karena mereka menggunakan dua bahasa yaitu Inggris dan Arab, dan pola hidup.
Dengan bantuan mereka, saya bisa beradaptasi dengan lingkungan sekolah serta sosial dalam waktu yang lumayan singkat. Di sini juga saya melalui bulan puasa, dan Alhamdulillah berjalan dengan sangat lancar.
Di semester kedua, saya ditempatkan di keluarga asli California. Yang tentunya memiliki banyak perbedaan dengan saya. Disinilah baru terasa yang namanya “Real American with Fancy Life”. Awalnya saya sangat ragu dan nervous saat mereka menghosting saya.
Tapi, mereka sungguh luar biasa, mereka memiliki toleransi yang sangat tinggi dan sangat menghargai saya sebagai seorang Muslim. Contohnya, pada waktu sholat, malah mereka yang mengingatkan saya supaya segera menunaikan ibadah sholat, bila ada tamu mereka menyegerakan saya untuk memakai jilbab, bahkan mereka sama sekali tidak menghidangkan makanan yang diharamkan oleh Islam selama saya tinggal bersama mereka.
Memang, toleransi beragama di sebagian state di Amerika sangat besar. Yang mungkin selama ini sebagian besar dari kita di belahan Timur menganggap banyak sekali sisi negatif dari belahan Barat tanpa melihat sisi positif lainnya.
Selain toleransi beragama, mereka juga sangat baik di bidang kemanusiaan, mereka memiliki rasa kemanusiaan yang sangat tinggi terhadap sesama, dan salah satu yang penting adalah tingkat kejujuran yang sangat tinggi. Realisasi dari kejujuran diterapkan sejak dini di Amerika Serikat.
Sebagai contoh, sejak pendidikan dasar hingga menengah, siswa-siswinya anti-nyontek, atau tidak melakukan kecurangan-kecurangan seperti copy-paste tugas, membuat konsep pada saat ulangan, dan tindakan curang lainnya. Pemerintahannya memang sangat mengedepankan mutu pendidikan dan kemandirian dari siswa-siswinya.
Saya juga merupakan siswa junior di Pleasant Grove High School, California pada waktu itu. Senang rasanya bisa mengenyam pendidikan selama 1 tahun di sana. Banyak sekali hal-hal positif yang saya dapatkan di sekolah Amerika, seperti system pembelajaran yang menurut saya sangat memfokuskan siswa-siswi disana.
Tiap satu tahun ajaran, kami hanya mengambil enam mata pelajaran, yakni tiga wajib dan tiga pilihan (berbeda ditiap state). Mata pelajaran yang wajib adalah Bahasa Inggris, Sejarah Amerika, dan Matematika (itupun kita bebas memilih yang mana yang duluan kita ingin pelajari, pada waktu itu saya memilih Problem Solving).
Dan untuk tiga mata pelajaran pilihan lainnya saya memilih Biologi, Art (melukis), dan saya terpilih sebagai Asisten guru untuk menangani siswa-siswi yang mengalami cacat mental (autistic). Selain itu, lingkungan sekolah sangat bersih juga dilengkapi dengan fasilitas yang sangat memadai.
Teman-teman di sekolah juga sangat open-minded, dan sangat menghargai orang lain, mereka tidak merasa terusik dengan penampilan saya yang memakai jilbab. Apalagi di sekolah saya, hanya empat orang yang memakai jilbab diantara 4.000 siswa.
Selain kegiatan di rumah dan sekolah, saya juga aktif dalam  kegiatan social di komunitas luar seperti asisten guru di SD, mengajar siswa-siswi yang cacat mental, babysitting, bekerja di perusahaan bapak angkat saya (Internet Marketing and Web Design), juga sebagai Duta Kecil Bangsa Indonesia, kami dituntut untuk memberikan presentasi secara berkala di public area, seperti di sekolah-sekolah, SD-SMA, dan komunitas yang ditempati.
Tentu saja, untuk mengenalkan Negara Indonesia serta budayanya. Dari semua kegiatan itu, President Obama memberikan saya penghargaan yang berupa Pin Emas (dan Alhamdulillah saya merupakan satu-satunya siswa pertukaran pelajar dari seluruh dunia yang mendapatkan pin emas dalam  program CIEE (Council on International Educational Exchange)), juga Surat Resmi dari White House beserta tanda tangan President Obama sebagai ucapan terima kasih telah aktif berpartisipasi di komunitas Amerika, serta sertifikat dari The President’s Volunteer Service Awards.
Selain itu, sebagai siswa pertukaran pelajar saya juga mendapatkan sertifikat dari United States Department of State, Youth Exchange and Study Program, dan  Bina Antarbudaya-AFS (American Field Service) Program.
Saya juga diberi kesempatan untuk mengunjungi Kedutaan Besar Indonesia di Indonesia dan di Washington DC, Capital of Washington DC, Capitol of California, US Senator, VOA (Voice of America) di Washington DC, Disneyland n California Adventure, Hollywood, Rino, San Fransisco, Lake Tahoe, dll. (a lot of traveling).
Semua itu tak lepas dari dukungan orang-orang disekeliling saya, terutama orang tua saya Muhammad  Ramli Takkao (karyawan PT INCO, dept MEM) dan Nasirah Siri (wiraswasta), juga guru-guru dan teman-teman saya di SMA YPS Soroako.
Alhamdulillah, tahun ini saya lulus dalam program NIS (Netherlands International Studies) Indonesia. Dan Insya Allah pada tanggal 15 juli 2011 akan melanjutkan pendidikan S1 di Asia Pacific University Collage of Technology and Innovation (UCTI), Malaysia, di bidang Business Human Resources Management selama 2 tahun, dan dilanjutkan ke Belanda 2 tahun berikutnya.
At all, saya sangat berharap agar siswa-siswi di seluruh Indonesia, khususnya Luwu Raya juga bisa meningkatkan potensinya dan merajut serta meraih mimpi masing-masing. Juga menghimbau agar siswa-siswi, terutama kelas 10 (1 SMA) agar dapat berpartisipasi dalam seleksi pertukaran pelajar AFS yang diadakan tiap tahunnya di seluruh Indonesia.
SYIFA FAUZIAH — Duta Kecil Bangsa Indonesia asal Kabupaten Luwu Timur
APIIT & UCTI – Malaysia’s Award-Winning University
Email:[email protected]m

Kamis, 20 September 2012

On 00.19.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments


Hidayat Nur Wahid
Hidayat Nur Wahid (VIVAnews/Tri Saputro)
VIVAnews - Hidayat Nur Wahid kaget bukan kepalang saat partai memutuskan dirinya menjadi Ketua Fraksi PKS di DPR. Bagi Hidayat, keputusan partai yang juga amanat itu harus dijalankan demi  pemilu 2014.

"Saya cukup kaget dengan keputusan kemarin. Dan saya disebut sebagai Ketua Fraksi PKS," kata Hidayat Nur Wahid usai mencoblos di TPS dekat kediamannya, Jakarta Selatan, Kamis 20 September 2012.

Secara organisasi, rotasi itu merupakan hal yang biasa dilakukan. Alasannya, salah satunya adalah penyegaran demi tujuan kualitas yang makin baik.

Tentu juga tidak bisa dinafikkan fakta bahwa kita semakin mendekat pada pemilu 2014. Itu artinya, PKS sudah mempunyai target 3 besar dalam kota Jakarta. bahkan target 1 besar untuk memenangkan kota Jakarta," jelas mantan Ketua MPR ini.

Hidayat menyadari, bahwa partai membutuhkan sebuah kesegaran dalam bekerja. Terutama, kata dia, untuk menghadirkan kepedulian yang bisa membuktikan bahwa PKS layak untuk dipercayai rakyat.

Sementara, posisi Mustafa Kamal yang awalnya menjadi Ketua Fraksi PKS didaulat membantu Hidayat sebagai Wakil Ketua Fraksi PKS. Hidayat sendiri baru mengetahui kabar ini. Karena dirinya baru tiba dari Bangkok dalam rangka  konferensi internasional oleh Universitas-Universitas di Bangkok.

"Undangan ke Bangkok bukan mewakili fraksi atau partai, tapi mewakili saya sendiri sebagai pakar," kata Hidayat. (umi)

Rabu, 19 September 2012

On 21.43.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments


BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com- Tingkat keterwakilan perempuan dalam kepengurusan di Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera Lampung mencapai 37,14 persen atau melampaui kuota. “Lima puluh dua dari 140 pengurus harian Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Lampung yang terdaftar saat proses verifikasi di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Lampung adalah perempuan. Ini melampaui syarat kuota keterwakilan perempuan bagi partai politik peserta pemilu 2014 yaitu 30 persen,” ujar Ketua DPW PKS Lampung Gufron Azis Fuadi dalam siaran persnya, Senin (10/9/2012).
Ia menambahkan, sebelum diterapkan aturan kuota keterwakilan perempuan, PKS sudah memberikan ruang yang luas bagi kepengurusan perempuan. “Di tingkat Dewan Pengurus Daerah (DPD) atau kabupaten kota, prosentase bahkan sedikit lebih tinggi, mencapai 37,5 persen. Di tingkat pengurus harian, dari 8 orang pimpinan setidaknya harus ada 3 orang perempuan,” ungkap Gufron kemudian.
Dalam kesempatan penerimaan berkas verifikasi parpol-parpol Jumat (7/9/2012) lalu, Komisioner KPUD Lampung Handi Mulyaningsih mengingatkan, pihaknya akan menegur, bahkan mengancam akan memublikasikan partai-partai yang tidak mampu memenuhi syarat keterwakilan perempuan dalam kepengurusannya.
“Kader laki-laki maupun perempuan sama pentingnya bagi PKS. Tidak sulit memenuhi kuota perempuan karena banyak kader perempuan PKS yang kapabel menjadi pengurus,” tutup Gufron mengungkapkan pentingnya memberikan ruang bagi perempuan dalam kegiatan politik, setidaknya di partainya.
Link: http://regional.kompas.com/read/2012/09/10/2130032/Keterwakilan.Perempuan.di.PKS.Lampung.Lampaui.Kuota
Sumber lain: http://lampung.tribunnews.com/2012/09/10/pks-klaim-keterwakilan-perempuan-lebihi-kuota
http://lampung.antaranews.com/berita/264287/pengurus-pks-lampung-3714-persen-perempuan

Minggu, 16 September 2012

On 21.20.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments

Lampung Post minggu 16 September 2012
240 Pesepak Bola Lampung Seleksi Timnas U-17
SELAMA dua hari, 16 tim dengan 240 pemain sepak bola berusia di bawah 13 tahun menunjukkan kemampuan mereka. Dribling, heading, shooting, passing, dan control mereka lakukan untuk bisa masuk menjadi bagian penting sebagai pembela bangsa melalui Timnas U-17 yang akan berlaga pada Piala Dunia U-17 2017.
--------lead------------------------
Mereka diamati langsung oleh Direktur Pusat Asosiasi Sekolah Sepak Bola Indonesia (ASSBI) Taufik Jursal Effendi, yang juga sekretaris Timnas U-14, saat melakukan seleksi pemain yang pantas membela Indonesia pada piala dunia bergengsi itu.
Ke-16 tim itu berasal dari sekolah sepak bola yang ada di Lampung, yakni SSB Persada (Tanggamus); SSB Tunas Keadilan (Pringsewu); SSB Gaza, SSB Putra Hanura (Kabupaten Pesawaran); SSB Keadilan, SSB Tunas Saburai, Pahoman United, La Plata (Bandar Lampung).
Kemudian, SSB Paser (Metro); SSB Persisam, SSB Bintang Timur (Lampung Timur); SSB SKA Sidomulyo, SSB Rajawali Penengahan (Lampung Selatan); SSB Garuda Muda (Tulangbawang); SSB Mesuji (Mesuji) dan SSB Tunas Garuda (Tulangbawang Barat).
Ketua Koordinator ASSBI Lampung Zufliardi, kepada Lampung Post, mengatakan coaching clinic dan seleksi timnas ini adalah yang pertama kali dilakukan di Indonesia. "Kami berharap ada banyak pemain-pemain muda yang bisa lolos untuk mengikuti seleksi timnas lanjutan di Jakarta," kata Zufliardi yang juga ketua DPD PKS Pesawaran itu.
Zufliardi juga mengatakan sejauh ini tingkat kepesertaan seleksi Timnas U-13 ini cukup tinggi dengan peserta yang tidak hanya berasal dari Pesawaran, melainkan seluruh sekolah sepak bola di Lampung. Seleksi ini dilakukan untuk mempersiapkan Piala Dunia U-17 2017 yang akan digelar di Indonesia.
"Selain itu, dalam seleksi ini, ASSBI pusat dan Lampung mendatangkan Indra Gunawan, pemain Timnas U-16 untuk Piala AFF asal Lampung, untuk memberi pengalamannya kepada pemain yang ikut seleksi ini," katanya.
Harus Lolos
Anggota DPR asal Lampung dari Partai Keadilan Sejahtera, Al Muzammil Yusuf, menegaskan pemain junior Lampung harus lolos dalam seleksi timnas untuk berlaga di Piala Dunia U-17 mendatang.
"Jangan hanya angkat besi saja yang bisa mengharumkan Lampung, tapi sepak bola juga harus mampu membawa nama Lampung menjadi besar, karena ini olahraga rakyat," kata Muzammil Yusuf.
Tokoh asal Pesawaran ini mengaku concern dengan dunia sepak bola di Lampung. Dia bahkan mengaku siap melakukan apa saja untuk kemajuan dunia sepak bola di Lampung. "Biarkan saja pengurus PSSI ribut, tapi kita tetap mencari bibit baru pemain sepak bola dari Lampung ini."
Sementara itu, Taufik Jursal Effendi menilai pencarian pemain junior harus dimulai dari usia dini, sehingga penting dilakukan seleksi sejak dari usia 13 tahun. "Harus ada regenerasi pemain, jangan hanya Bambang Pamungkas terus. Harus ada Bambang-Bambang Pamungkas baru dari Lampung dan seluruh Indonesia agar sepak bola Indonesia ini bisa maju," kata Taufik Jursal Effendi.
Dalam seleksi timnas dan pencarian bibit pemain U-17 se-Indonesia dibutuhkan sebanyak 33 pemain timnas yang dicari melalui proses seleksi, dan juga menjamin proses seleksi bebas dari KKN yang justru akan merusak nama Indonesia. "Pemain yang didapat dari KKN justru tidak akan bisa membawa harum nama bangsa ini."
Oleh karena itu, meskipun pemain itu berasal dari kalangan kurang mampu tapi memiliki talenta yang bagus sebagai pemain sepak bola, ia menjamin pemain itu akan lolos dalam seleksi. "Untuk pemain yang berlatar belakang dari keluarga kurang mampu, kita akan terapkan subsidi silang agar mereka bisa eksis," katanya. (SWA/D-3)
On 21.11.00 by PKS Lampung Selatan in , ,    No comments
Lampung Post 17/09/2012
Al Muzammil Yusuf
Anggota DPR asal PKS
Saya Peduli dengan Sepak Bola Lampung
NAMA Al Muzzammil Yusuf tidak hanya dikenal sebagai dai dan politisi Senayan. Dia juga dikenal sebagai tokoh memiliki komitmen memajukan sepak bola nasional, terutama di tanah kelahirannya, Lampung.
Sebagi penghargaan dalam memajukan dunia sepak bola di Lampung, politisi yang biasa disapa Muzzammil atau Jamil ini dipercaya oleh para pegiat sekolah sepak bola di Lampung sebagai Pembina Asosiasi Sekolah Sepak Bola (ASSB) Komisariat Daerah Lampung.
Sejak kecil sampai sekarang, politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyukai sepak bola. Jamil muda pernah menjadi tim inti POPSI DKI dan turut serta membawa DKI Jakarta sebagai juara I POPSI.
Selain itu, karena kepiawaiannya menggocek bola, Jamil terpilih menjadi tim junior Merdeka Boys Football Asosiation (MBFA) U-16 dalam pertandingan ekshibisi di Jepang atas undangan Hie School Kyoto.
Kepada wartawan Lampung Post, Meza Swastika, saat coaching clinic dan seleksi Timnas U-17 di Lampung, Muzzammil menuturkan alasannya menyukai sepak bola.
Kenapa Anda menyukai sepak bola?
Sepak bola itu olahraga yang murah, tapi banyak manfaatnya. Manfaat pertama adalah untuk meningkatkan kebugaraan tubuh, kelincahan, kekuatan otot, dan keseimbangan tubuh. Kedua, sepak bola dapat menghindarkan anak remaja dari bahaya narkoba. Kesibukan mereka di luar jam sekolah dapat disalurkan dengan bermain bola. Ketiga, sebagai olahraga yang digemari oleh banyak orang dari berbagai status sosial, sepak bola telah melahirkan rasa kebanggaan dan mengharumkan nama negara dan daerah.
Menurut Anda, apa yang menyebabkan prestasi sepak bola Indonesia anjlok? Apa yang harus dilakukan oleh PSSI?
Saya sangat prihatin dengan prestasi sepak bola kita yang semakin anjlok di tingkat internasional. Menurut saya, masalah utamanya adalah manajemen sepak bola yang harus diperbaiki. Pertikaian di tubuh PSSI selama ini telah menjadikan mereka lalai dalam melakukan pembinaan dan kompetisi antarklub sejak usia dini.
PSSI seharusnya menciptakan model pembinaan klub yang terpadu dan juga sistem kompetisi yang baik sehingga ke depan akan muncul pemain nasional dan internasional yang diakui dunia. Rakyat merindukan kebanggaan prestasi tim nasional yang mampu berjaya di tingkat internasional. Untuk itu, pembinaan melalui sekolah sepak bola di tingkat daerah sejak usia dini akan menyiapkan bibit unggul pemain sepak bola baik di tingkat nasional maupun internasional.
Program apa saja yang sudah dan akan Anda lakukan untuk memajukan dunia sepak bola di Lampung?
Untuk memajukan persepakbolaan di Lampung, saya dan kawan-kawan pegiat sekolah sepak bola Lampung akan menyelenggarakan beberapa rangkaian kegiatan pembinaan klub sepak bola, di antaranya sosialisasi empat pilar kebangsaan dan menyukseskan Hari Olahraga Nasional dengan tema Olahraga memupuk sportivitas dan mengharumkan bangsa, kemudian coaching clinic untuk pelatih sepak bola, dan seleksi pemain sepak bola usia muda Lampung untuk menyongsong Piala Dunia Usia 17 2017 di Indonesia.
Acara ini menghadirkan Taufik Jursal Efendi (Ketua Umum Asiasi Sekolah Sepak Bola Indonesia), Imang Tarjana (pelatih teknik dasar bola ala Wiel Coerver-Belanda), Indra (pemain usia muda TC Ragunan Jakarta asal Lampung), para pelatih 16 kesebelasan usia muda se-Lampung (peserta coaching clinic), dan 240 pemain usia muda lampung (peserta seleksi pemain).
Selain itu, saya juga turut mendukung Gerakan Donasi 1.000.000 Bola dari Desa Menuju Piala Dunia U-17 yang diinisiasi oleh ASSB Pusat. Inti program ini adalah penggalangan dana untuk pembentukan tim nasional kelompok umur yang mengerucut terciptanya Timnas U-17 yang tangguh agar dapat tembus final Piala Dunia U17 di tahun 2015, 2017, dan 2019.
Alhamdulillah, kemarin kami bagikan 32 bola kepada 16 kesebelasan usia muda di Lampung.
Dalam waktu bersamaan, saat ini saya juga membina sekolah sepak bola (SSB) untuk usia 10—20 tahun di Lampung. Namanya SSB Keadilan dan SSB Gaza di Pesawaran. Tidak kurang dari 150 anak yang ikut dalam sekolah kami. Kami juga mendatangkan tim seleksi usia muda PSSI untuk di bawah 14 tahun dan training pelatih bola dengan menghadirkan Isman Jasulmei, eks Tim Nasional PSSI. (D-3)

Sabtu, 15 September 2012

On 23.07.00 by PKS Lampung Selatan in , ,    No comments


Ustadz Hilmi Aminuddin

Sejak awal, musyarokah kita—keterlibatan kita dalam pemerintahan—sama sekali bukan ditujukan untuk kemenangan zhahir saja yang cenderung diisi dengan al-kibr dan al-kibriya’, merasa besar dan sombong.

Kita bermusyarokah untuk mencapai kemenangan sejati, yang didefinisikan oleh Imam Ahmad ibnu Hanbal:

ما لازم الحق قلوبنا

Kemenangan sejati yang paling mendasar dan substansial adalah jika kebenaran tetap bersemayam di hati kita. Tidak terkontaminasi oleh racun-racun kehidupan, tidak tergoda oleh iming-iming apapun bentuknya, yang membuat hati kita diisi oleh nilai-nilai lain selain nilai kebenaran yang bersumber dari Allah SWT.

Kemenangan sejati juga adalah jika kita berhasil menegakkan kedaulatan Allah di dalam diri kita. Berhasil menegakkan kedaulatan Allah di dalam keluarga kita. Berhasil menegakkan kedaulatan Allah di rumah kita, di bangsa kita dan di negeri kita. Sehingga orientasi hidup bangsa kita adalah mardhotllah, ridho Allah semata.

Oleh karena itu pertama-tama yang harus kita pastikan adalah ahdaful musyarokah (tujuan-tujuan musyarokah) kita. Jangan sampai berpesong sedikitpun.

Al-Musyarokah littauhiid wal binaa’ ( المشاركة للتوحيد والبناء )

Musyarokah kita bertujuan untuk berkontribusi dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berkontribusi untuk membangun bangsa dan negara ini sehingga mencapai kesejahteraan, kejayaan serta kedamaian dengan bangsa-bangsa lain dalam pergaulan internasional. Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Persatuan dan kesatuan bangsa ini jangan sampai dirongrong, dirusak, dicerai-beraikan oleh agenda-agenda yang diprogram dari luar yang menghendaki perpecahan. Kita harus menjadi junudullah (prajurit-prajurit Allah) terdepan dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa dan negeri ini. Karena negeri ini adalah anugerah besar dari Allah—ba’da al-iman, setelah iman—yang harus kita syukuri dengan memberdayakan, menjayakan dan mengunggulkannya. Sehingga mampu memberi kontribusi positif dalam pergaulan antar bangsa dalam kehidupan global.

Al-Musyarokah littaqwiyah wat tatsbit ( المشاركة للتقوية والتثبيت )

Selain mempersatukan dan membangun, berdaya kohesif dan menjadi penerus pembangunan bangsa dan negara ini, musyarokah kita juga harus berkontribusi dalam mewujudkan negara yang kuat dan kokoh. Jangan menjadi negeri yang dilecehkan dan dideskreditkan tetangga-tetangganya. Jangan menjadi negara dan bangsa yang sama sekali tidak diperhitungkan oleh bangsa-bangsa lain, bahkan menjadi beban dalam pergaulan internasional.

Untuk menjadi factor taqwiyah wa tastbit, memperkuat dan mengokohkan kehidupan berbangsa dan bernegara ini, modalnya hanya satu: bersyukur! Negeri ini menghendaki para kader, pemimpin, pejuang, dan mujahid yang pandai bersyukur. Allah sudah memberikan banyak sekali karunia-Nya kepada negeri ini. Namun banyak potensi yang belum terolah, sehingga terbengkalai dan mubadzir. Bahkan banyak potensi yang diekploitasi oleh kekuatan-kekuatan asing. Ini karena kelemahan dan kebodohan kita, terjebak oleh kepentingan-kepentingan pribadi dan kelompok, sehingga kekayaan yang diberikan oleh Allah ini tergadaikan kepada negeri asing dengan amat sangat murah.

Kita harus waspada dan berani mengevaluasi kebijakan-kebijakan lama yang menyiksa bangsa ini. Berani mengevaluasi seluruh produk-produk konstitusi, perundang-undangan, perda-perda, perjanjian-perjanjian dengan luar negeri yang melemahkan bangsa ini, yang menjadikan bangsa ini terpuruk. Kekayaan melimpah ruah, bukan dinikmati oleh rakyat. Tapi hanya dinikmati oleh sekelompok tertentu. Bahkan mengalir setiap hari ke negeri-negeri asing. Bukan dalam kerjasama yang saling menguntungkan. Tapi kerjasama yang timpang yang mengandung unsur pelecehan, penipuan, dan konspirasi kepada bangsa ini. Semua ini harus dihentikan.

Al-Musyarokah lit taghyiir wat tajdiid ( المشاركة للتغيير و التجديد )

Kita tidak ingin bangsa ini statis, jumud dan mandeg. Oleh karena itu tujuan musyarokah kita yang ketiga adalah al-musyarokah lit taghyiir wat tajdiid. Musyarokah kita, kontribusi kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah melakukan perubahan dan pembaharuan.

Setiap hari Allah SWT memberikan pelajaran kepada kita bagaimana ciptaan-ciptaannya selalu berubah dan memperbaharui diri. Selalu tumbuh dan berkembang. Lahirnya seorang anak dimulai dengan jeritan tangis yang merupakan symbol kehidupan dan mulai berfungsinya organ-organ utama tubuh, terutama paru-paru dan jantung. Mula-mula matapun tidak bisa melihat, tulang-tulangnya lembek dan lemah. Tapi dari hari ke hari kita lihat matanya semakin berbinar terang. Pertama-tama yang ia tahu hanya ibunya. Kemudian akhirnya mulai bisa tahu ayahnya. Berkembang mulai bisa membedakan warna dan ukuran-ukuran. Bahkan membedakan manfaat-manfaat. Dan mulai bisa membedakan mana yang berbahaya dan mana yang tidak.

Kita lihat pertumbuhan biji-bijian. Biji-biji mulai terbelah merekah, memunculkan tumbuhan kecil. Lalu akarnya menghunjam ke tanah secara bertahap. Sementara batang pohonnya mulai tumbuh berkembang. Berdahan rindang, berdaun hijau, akhirnya berbuah menjadi bermanfaat. Seluruhnya adalah merupakan at-taghyiir wat tajdiid.

Daun-daun yang sudah tua, menguning dan rontok. Tumbuhlah daun-daun muda berkembang menghijau. At-taghyiir wat tajdiid adalah sunnatullah. Kalau bangsa ini tidak mau berubah, statis, dan mandeg, berarti bangsa ini melawan sunnatullah. Kita kader-kader dakwah harus mendorong agar bangsa ini mengikuti sunnatullah. Mengikuti fitrahnya yaitu fitrah perubahan dan pembaharuan.

Semuanya harus berubah, mustahil tidak berubah. Jika tidak mau berubah, dia akan menjadi korban perubahan. Akan digilas oleh perubahan. Makanya kalau kita tidak mau menjadi korban perubahan, kita harus menjadi pelopor perubahan dan pembaharuan.

Semangat perubahan dan pembaharuan adalah bagian penting dari gerakan dakwah. Dari sejak awal dalam manhaj takwiniyah kita tekankan bahwa harakatud dakwah (gerakan dakwah) adalah harakatut taghyiir (gerakan perubahan) dan harakatut tajdiid (gerakan pembaharuan). Kader-kader dakwah harus menjadi :

رُوْحٌ جَدِيْدَةٌ تَسْرِي فِي جَسَدِ الأُمَّةِ

Menjadi jiwa, semangat, moral baru, dan kekuatan baru yang mengalir di tubuh umat ini. Kita harus menjadi innovator perubahan dan pembaharuan di segala sector kehidupan. Jangan sampai bangsa ini tertinggal akibat segan berubah karena malas. Atau bahkan takut berubah, akibat mempertahankan kepentingan-kepentingan pribadi atau kepentingan-kepentingan kelompok/golongan. Karena perubahan dan pembaharuan berarti dinamisasi. Perubahan dan pembaharuan berarti repositioning segenap potensi bangsa.

Dengan musyarokah ini kita melakukan redinamisasi repositioning kita; politik, social, financial, budaya, sains dan teknologi. Kita harus mencapai posisi-posisi baru yang lebih maju, berdaya guna, dan berdaya saing. Juga lebih memberikan manfaat, bukan saja kepada bangsa ini, tapi juga bermanfaat kepada kemanusiaan. Karena bangsa muslim ini mengemban misi utama rahmatan lil’alamin.

Al-Musyarokah lil ishlah wal ihsan ( المشاركة للإصلاح والإحسان )

Karena kita mengemban misi rahmatan lil’alamin, maka musyarokah pun tujuannya adalah berkontribusi untuk selalu ishlah (melakukan reformasi). Ishlah berarti perbaikan dan selalu mengajak damai.

Musyarokah lil ishlah wal ihsan baru bisa kita gulirkan, kalau kita professional. Mempunyai kafaah muntijah (kesalehan kompetensi dan kemampuan produktif ) dan kafaah ijaabiyah (potensi dan kompentensi yang positif).

Kader-kader kita harus menjadi kader-kader unggulan di tengah-tengah pergaulan kehidupan berbangsa dan bernegara. Tafawwuq ma’nawiy berbasiskan tafawwuq iimaniiy, keunggulan moral berbasiskan keunggulan iman. Tafawwuq fikri berbasiskan tafawwuq ‘ilmi, keunggulan idealisme berdasarkan keunggulan penguasaan terhadap ilmu pengetahuan. Begitu juga tafawwuq ‘amaliy berdasarkan tafawwuq manhajiy, keunggulan dalam aktivitas berdasarkan keunggulan metode kerja. Sehingga seluruh lapisan masyarakat mendapatkan sentuhan ishlah wal ihsan dari kita. Seluruh lapisan masyarakat, segenap komponen bangsa, lintas partai, lintas ormas, lintas agama, lintas keyakinan, lintas suku, lintas pulau-pulau yang bertebaran beribu-ribu ini merasakan khuthuwat ishlahiyah dan khuthuwaat ihsaniyah kita.

Al-Musyarokah lit taqwiim wat tasydiid ( المشاركة للتقويم والتسديد )

Musyarokah kita bertujuan untuk berkontribusi dalam meluruskan dan mengakuratkan tujuan hidup dan perjuangan bangsa ini. Agar bangsa ini tidak menyimpang dari tujuan utamanya.

Allah memerintahkan kepada kita agar kita lurus, sesuai dengan fitrah diciptakannya.

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ (الروم : ٣٠

Tidak ada bangsa atau umat atau bahkan makhluk yang bisa hidup baik, tenang, tentram dan sejahtera kecuali harus lurus dalam fitrahnya. Nilai-nilai fitrah ini adalah nilai-nilai kemanusiaan yang universal. Al-Qur’an mengokohkannya dengan nilai-nilai syar’iyyah.

Sebagai kader dakwah kita harus selalu waspada terhadap kemungkinan berbagai penyimpangan, penyimpangan diri dan penyimpangan di tengah-tengah umat dan bangsa ini. Kita harus menjadi unsur muqawwim (yang meluruskan) wat tasdiid (mengarahkan) agar bangsa ini jangan disorientasi.

Seluruh kader dakwah ini harus berusaha dan mampu mengkonsolidasi, mengkoordinasi, dan memobilisasi seluruh potensi positif konstruktif di dalam bangsa ini. Siapapun mereka, partai apapun mereka, ormas apapun mereka dan agama apapun mereka, suku bangsa apapun mereka. Penghuni pulau manapun mereka. Kita harus mampu melihat potensi positif dan konstruktif untuk membangun bangsa ini mencapai kesejahteraan, kedamaian dan kejayaannya.

Selain itu kita harus selalu berupaya untuk mempersempit ruang gerak, perilaku, dan peran potensi negative destruktif. Agar kehidupan berbangsa dan bernegara ini tidak terprovokasi, terpecah belah, terlemahkan, terkecoh , tergadaikan, bahkan terjual oleh potensi negative destruktif itu. Sehingga kehidupan bangsa kita tetap bersatu, damai, tentram dan bersemangat untuk kerja keras mencapai tujuan-tujuan nasional, yaitu menjadi bangsa dan Negara yang diridhai oleh Allah SWT.

Sejak awal, ikhwan dan akhwat digembleng diantaranya untuk misi amar ma’ruf nahi munkar. Dalam musyarokah lit taqwiim wat tasdiid inilah peran amar ma’ruf nahi munkar harus dilakukan dimanapun antum berada. Apakah di lembaga legislative, lembaga eksekutif atau yudikatif. Dalam mengelola jama’ah, kehidupan bermasyarakat, lembaga-lembaga social, pendidikan, kebudayaan, dan perekonomian. Tetap taqwim dan tasdiid adalah merupakan refleksi dari misi amar ma’ruf nahi munkar kita.


*)http://al-intima.com/taujih-ust-hilmi-aminuddin/ahdaful-musyarokah
On 21.46.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments
HUMAS PKS LAM-SEL

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menerima penghargaan dari Pemerintah Pusat, yakni Penghargaan Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Jabar yang Mendapatkan Opini Terbaik WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). Menurut Heryawan ini bukti apresiasi Pemerintah dan masyarakat atas kinerja Pemprov Jabar.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Boediono kepada Ahmad Heryawan di Gedung Dhanapala Kantor Pusat Kementrian Keuangan, Jl Senen Raya No.1, Jakarta Pusat, Selasa (11/9/2012) pagi. Turut mendampingi Gubernur, Asisten Administrasi Iwa Karniwa dan Kepala Biro Keuangan Sri Mulyono.

Menteri Keuangan Republik Indonesia mengaku, penghargaan diberikan kepada Gubernur Jabar karena Pemerintah Provinsi yg dipimpinnya berhasil menyusun dan menyajikan laporan keuangan dengan capaian standar tertinggi dalam akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas penghargaan yang diterimanya. Hal ini menunjukan pengakuan terhadap kinerja keuangan Pemprov Jabar yang dinilai WTP. "Penghargaan ini dipersembahkan untuk masyarakat Jawa Barat. Sebagai wujud akuntabilitas kinerja Pemprov Jabar," ujarnya.

Penghargaan tersebut, menurut Heryawan, menggenapkan jumlah penghargaan yang kini sudah mencapai 70 buah. Dan pertama dalam sejarah Provinsi Jawa Barat yang mendapatkan 2 penghargaan WTP sekaligus yakni dari BPK dan dari Pemerintah Pusat yang diserahkan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Menurut Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Barat Denny Juanda Puradimaja, penghargaan tersebut menyusul penilaian Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia yang menaikan status Wajar Dengan Pengecualian (WDP) menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada laporan keuangan Pemprov Jabar. [inilah.com]
On 21.31.00 by PKS Lampung Selatan in , ,    No comments
Humas DPD PKS LAMPUNG SELATAN
Kegiatan reses ini dilaksankan di kecamatan Natar yang bertempat di salah satu bangunan sekolah negri di kecamatan tersebut

Rabu, 12 September 2012

On 04.50.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments
(Taujih Ust. Anis Matta - Inspirasi Dari Kisah Nabi Musa, Yusuf dan Sulaiman pada Halal bi halal Kader PKS Se-Tangsel. Ciputat, 2 September 2012.)


Assalamu'alaikum wr. wb.
...

Saya yakin Antum semua di bulan Ramadhan kemarin telah mengkhatamkan Alquran. Tinggal masalahnya, berapa kali khatam?

Ikhwah fillah. Interaksi kita dengan Alquran baru akan terwujud ketika kita merasa dibimbing Alquran dalam setiap interaksi kita, termasuk pengalaman-pengalaman hidup kita. Pola interaksi kita dengan Alquran itulah yang harus kita tingkatkan, agar Alquran benar-benar memberikan bimbingan dan petunjuk kepada kita.

Ikhwah fillah. Salah satu kandungan Alquran adalah sejarah yang berisi fakta-fakta kemudian ditafsirkan. Tujuan utamanya bukan menguasai fakta-fakta itu, tetapi bagaimana kita mengambil pelajaran dari fakta-fakta sejarah tersebut.

Kisah Alquran yang erat kaitannya dengan kehidupan bernegara, di antaranya adalah kisah Nabi Yusuf, Nabi Sulaiman, dan Nabi Musa vs Penguasa kala itu.

Nabi Musa mengajarkan kepada kita tentang bagaimana memposisikan diri sebagai oposisi. Nabi Yusuf mengajarkan kepada kita konsep dan aplikasi tentang "musyarakah" sehingga kisahnya yang berawal di penjara dapat berujung di istana. Berbeda lagi kisah tentang Nabi Sulaiman, yang bercerita tentang bagaimana jika agama telah mampu menguasai negara.

Ketiga cerita tersebut meskipun berbeda, tetapi mempunyai persamaan:

(1) Konflik

Baik ketika beroposisi, bermusyarokah, maupun menguasai negara, konflik itu selalu ada. Bahkan (cikal bakal) konflik antara Nabi Musa dan Fir'aun telah ada jauh sebelum Nabi Musa lahir, yaitu keinginan Fir'aun melenyapkan setiap bayi laki-laki karena dikhawatirkan akan menyingkirkan kekuasaannya.

Konflik adalah salah satu bentuk cobaan Allah kepada manusia. Manusia yang paling keras cobaannya adalah para nabi dan orang-orang yang paling "mirip" dengan para nabi itu (orang-orang shalih).

Konflik itu biasa, bahkan konflik antara Yusuf dan Benyamin (satu ibu-satu bapak) dengan saudara-saudaranya yang juga anak-anak keturunan Nabi (keluarga Yusuf, 4 generasi ke atas adalah Nabi semua) hingga berujung pada skenario pembunuhan. Apalagi hanya dalam sebuah organisasi atau negara. Kata Sayid Qutb: kita tidak bisa memilih untuk tidak berkonflik, yang bisa kita pilih adalah di kubu mana kita berada.

Khusus cerita Yusuf kita dapati konflik terjadi karena kecemburuan akan kadar keikhlasan saudara-saudaranya. Maka, prinsip dakwah kita yang pertama dan utama adalah salamatush-shadr (lapang dada, wujud ukhuwah paling minimal -ed).

(2) Konspirasi

Hal yg patut dicatat: ayat-ayat yang berkaitan dengan konspirasi kepada para nabi itu dikaitkan dengan keimanan kepada Allah dan kepada taqdir, supaya kita punya keyakinan bahwa Allah-lah yang mengendalikan semuanya. Dia-lah sebaik-baik pembuat tipu daya.

Kita lihat bagaimana kisah Nabi Musa yang diselamatkan Allah dengan mengantarkan beliau ke istana Fir'aun melalui Sungai Nil kemudian ditemukan oleh isteri Fir'aun. Siapakah yang mengendalikan pikiran isteri Fir'aun sehingga Musa diselamatkan dan diijinkan menikmati hidup di istana? Bukankah sebelumnya Fir'aun ingin agar setiap bayi laki-laki dibunuh? Mengapa dia justeru setuju untuk membesarkan Musa di istananya? Allah telah mengubah persepsi Fir'aun dan isterinya sehingga menyelisihi niatnya sendiri.

Ingat pertempuran Fir'aun dan Musa, ketika Musa terjepit Ia justru lari ke laut. Logika perang modern dimana-mana kalau terjepit larinya ke gunung atau hutan bukan ke laut. Maka tatkala Fir'aun mengetahui hal itu, ia dan pasukannya besorak karena sangat mudah menghancurkan Musa dan pengikutnya. Tapi Allah punya rencana, diperintahkan Musa memukulkan tongkat ke laut dan terbelah-lah lautan. Fir'aun pun tak sempat berpikir panjang, mengejar ke tengah lautan yang terbuka, dan ia pun binasa ditelan lautan.

Demikian pula, siapakah yang mengendalikan pikiran saudara Yusuf sehingga mereka hanya menceburkan Yusuf ke dalam sumur, dan bukan membunuhnya? Ingat, sebab utama konflik antara Nabi Yusuf dan saudara-saudaranya adalah KECEMBURUAN, yang berakhir pada konspirasi untuk membunuh Yusuf as.

Jika kita punya kesadaran tentang kekuasaan Allah, tidak boleh ada ancaman yang membuat kita berhenti bergerak dan berjuang. Maka, jangan pernah memandang besar dan kuat terhadap musuh-musuh kita. Allah-lah yang memberikan kita kekuatan dan persepsi itu.

(3) Jarak

Yang dimaksud di sini adalah jarak antara mimpi dan realisasi atas mimpi itu. Kita harus punya optimisme bahwa mimpi kita pasti terwujud. Harus punya nafas perjuangan yang panjang agar mimpi kita terwujud. Berapa lama jarak antara mimpi Nabi Yusuf dan realisasi kekuasaan beliau? Salah satu riwayat menjelaskan, jarak itu adalah 40 tahun. Kesabaran Yusuf itulah yang menjadikannya dimenangkan oleh Allah SWT.

Kesabaran adalah faktor yang sangat penting dalam suatu perjuangan. Kisah nabi Yusuf antara dibuang saudara-saudaranya dengan realitas mimpi ayahnya nabi Yakub, bahwa saudara-saudara akan menyembah/sujud ke nabi Yusuf, adalah sekitar 40 tahun (8x pemilu), riwayat lain 80 tahun (16x pemilu).

Jatuh bangun dalam pilkada, pileg, adalah biasa dalam pendakian menuju kemenangan. Yang pasti, kita harus terus naik, meskipun dlm perjalanan naik itu kadangkala butuh istirahat. Kalaupun kita menang pilkada bahkan memenangkan negara ini masih akan panjang perjuangan (tantangan dan konfliknya). Usai memenangi negara kita harus berjuang dan berkonflik memenangkan tahap berikutnya hingga sampai ustadziyatul ’alam.

Jadi miliki nafas yang panjang, jangan pernah patah arang apalagi hanya karena survey.

Siapa yang akan menang, adalah mereka yang berumur lebih panjang: stamina tetap, teknik semakin baik. Pemimpin Bosnia kala tahun 1994 diwawancarai oleh Fox News ditanya tentang masa depan Bosnia, beliau mengatakan, "Yang memenangi peperangan ini bukanlah yang membunuh lebih banyak jiwa, tetapi siapa yang bisa hidup lebih lama." Fakta sejarah menunjukkan bahwa pada akhirnya Serbia pergi dan Bosnia berdiri merdeka.

Yakinlah kapanpun itu kita akan tetap menang pada akhirnya. Mana lebih lama umur negara atau agama? Imperium Romawi-Yunani sekarang mana? Tapi agama yang dulu pernah mereka kalahkan sampai hari ini masih tetap ada. Maka karena kita berjuang untuk agama ia akan selalu menang! Politisi menciptakan voters, tapi agama menciptakan Followers. Kuat mana voters dan followers?

(4) Mindset

Baik Nabi Yusuf, Musa, maupun Sulaiman, ketiganya punya mindset sebagai PEMENANG, bukan pengabdi. Coba perhatikan, Doa Nabi Sulaiman yang sangat dahsyat: Robbii hablii mulkan laa yanbaghii li ahadin min ba'dii. Sulaiman minta negara dan ia minta negara itu tidak diberikan kepada selainnya.

Kita doanya apa? kita doa minta istri, anak-anak sholeh, dan semua itu diberikan oleh Allah. Tapi pernahkah kita berdoa minta negara?

*Sulaiman bukan hanya minta negara, tapi negara/kekuasaan yang tak diberikan Allah kepada setelahnya*

Kalau kita tak pernah meminta (berdoa) minta negara akankah Allah berikan kita negara ini? Oleh karena itu mari kita tambah doa-doa kita dengan doa Sulaiman.

*Kalau kita minta negara maka Allah akan sertakan segala isinya, tapi kalau kita hanya minta suami, istri, anak sholeh belum tentu negara akan diberikan pada kita. Sulaiman karena doanya itu menurut riwayat istrinya 99, bahkan Daud istrinya 1000*

Berdoalah kepada Allah agar kita diberikan kekuasaan yang dengannya kita memperbaiki umat dan bangsa ini. Bahkan lebih daripada itu, kita akan tunjukkan peran kita di muka bumi ini.

Apakah Antum siap untuk mengubah mindset sebagai pemenang? Apakah Antum siap memenangkan dakwah ini? Yakinkah Antum dengan kemenangan yang akan Allah berikan?


*ditulis oleh Andri PS
Lihat Selengkapnya
Foto: "Konflik, Konspirasi, Jarak dan Mindset"



 (Taujih Ust. Anis Matta - Inspirasi Dari Kisah Nabi Musa, Yusuf dan Sulaiman pada Halal bi halal Kader PKS Se-Tangsel. Ciputat, 2 September 2012.)





Assalamu'alaikum wr. wb.



Saya yakin Antum semua di bulan Ramadhan kemarin telah mengkhatamkan Alquran. Tinggal masalahnya, berapa kali khatam?



Ikhwah fillah. Interaksi kita dengan Alquran baru akan terwujud ketika kita merasa dibimbing Alquran dalam setiap interaksi kita, termasuk pengalaman-pengalaman hidup kita. Pola interaksi kita dengan Alquran itulah yang harus kita tingkatkan, agar Alquran benar-benar memberikan bimbingan dan petunjuk kepada kita.



Ikhwah fillah. Salah satu kandungan Alquran adalah sejarah yang berisi fakta-fakta kemudian ditafsirkan. Tujuan utamanya bukan menguasai fakta-fakta itu, tetapi bagaimana kita mengambil pelajaran dari fakta-fakta sejarah tersebut.



Kisah Alquran yang erat kaitannya dengan kehidupan bernegara, di antaranya adalah kisah Nabi Yusuf, Nabi Sulaiman, dan Nabi Musa vs Penguasa kala itu.



Nabi Musa mengajarkan kepada kita tentang bagaimana memposisikan diri sebagai oposisi. Nabi Yusuf mengajarkan kepada kita konsep dan aplikasi tentang "musyarakah" sehingga kisahnya yang berawal di penjara dapat berujung di istana. Berbeda lagi kisah tentang Nabi Sulaiman, yang bercerita tentang bagaimana jika agama telah mampu menguasai negara.



Ketiga cerita tersebut meskipun berbeda, tetapi mempunyai persamaan:



(1) Konflik



Baik ketika beroposisi, bermusyarokah, maupun menguasai negara, konflik itu selalu ada. Bahkan (cikal bakal) konflik antara Nabi Musa dan Fir'aun telah ada jauh sebelum Nabi Musa lahir, yaitu keinginan Fir'aun melenyapkan setiap bayi laki-laki karena dikhawatirkan akan menyingkirkan kekuasaannya.



Konflik adalah salah satu bentuk cobaan Allah kepada manusia. Manusia yang paling keras cobaannya adalah para nabi dan orang-orang yang paling "mirip" dengan para nabi itu (orang-orang shalih).



Konflik itu biasa, bahkan konflik antara Yusuf dan Benyamin (satu ibu-satu bapak) dengan saudara-saudaranya yang juga anak-anak keturunan Nabi (keluarga Yusuf, 4 generasi ke atas adalah Nabi semua) hingga berujung pada skenario pembunuhan. Apalagi hanya dalam sebuah organisasi atau negara. Kata Sayid Qutb: kita tidak bisa memilih untuk tidak berkonflik, yang bisa kita pilih adalah di kubu mana kita berada.



Khusus cerita Yusuf kita dapati konflik terjadi karena kecemburuan akan kadar keikhlasan saudara-saudaranya. Maka, prinsip dakwah kita yang pertama dan utama adalah salamatush-shadr (lapang dada, wujud ukhuwah paling minimal -ed).



(2) Konspirasi



Hal yg patut dicatat: ayat-ayat yang berkaitan dengan konspirasi kepada para nabi itu dikaitkan dengan keimanan kepada Allah dan kepada taqdir, supaya kita punya keyakinan bahwa Allah-lah yang mengendalikan semuanya. Dia-lah sebaik-baik pembuat tipu daya. 



Kita lihat bagaimana kisah Nabi Musa yang diselamatkan Allah dengan mengantarkan beliau ke istana Fir'aun melalui Sungai Nil kemudian ditemukan oleh isteri Fir'aun. Siapakah yang mengendalikan pikiran isteri Fir'aun sehingga Musa diselamatkan dan diijinkan menikmati hidup di istana? Bukankah sebelumnya Fir'aun ingin agar setiap bayi laki-laki dibunuh? Mengapa dia justeru setuju untuk membesarkan Musa di istananya? Allah telah mengubah persepsi Fir'aun dan isterinya sehingga menyelisihi niatnya sendiri.



Ingat pertempuran Fir'aun dan Musa, ketika Musa terjepit Ia justru lari ke laut. Logika perang modern dimana-mana kalau terjepit larinya ke gunung atau hutan bukan ke laut. Maka tatkala Fir'aun mengetahui hal itu, ia dan pasukannya besorak karena sangat mudah menghancurkan Musa dan pengikutnya. Tapi Allah punya rencana, diperintahkan Musa memukulkan tongkat ke laut dan terbelah-lah lautan. Fir'aun pun tak sempat berpikir panjang, mengejar ke tengah lautan yang terbuka, dan ia pun binasa ditelan lautan.



Demikian pula, siapakah yang mengendalikan pikiran saudara Yusuf sehingga mereka hanya menceburkan Yusuf ke dalam sumur, dan bukan membunuhnya? Ingat, sebab utama konflik antara Nabi Yusuf dan saudara-saudaranya adalah KECEMBURUAN, yang berakhir pada konspirasi untuk membunuh Yusuf as.



Jika kita punya kesadaran tentang kekuasaan Allah, tidak boleh ada ancaman yang membuat kita berhenti bergerak dan berjuang. Maka, jangan pernah memandang besar dan kuat terhadap musuh-musuh kita. Allah-lah yang memberikan kita kekuatan dan persepsi itu.



(3) Jarak



Yang dimaksud di sini adalah jarak antara mimpi dan realisasi atas mimpi itu. Kita harus punya optimisme bahwa mimpi kita pasti terwujud. Harus punya nafas perjuangan yang panjang agar mimpi kita terwujud. Berapa lama jarak antara mimpi Nabi Yusuf dan realisasi kekuasaan beliau? Salah satu riwayat menjelaskan, jarak itu adalah 40 tahun. Kesabaran Yusuf itulah yang menjadikannya dimenangkan oleh Allah SWT.



Kesabaran adalah faktor yang sangat penting dalam suatu perjuangan. Kisah nabi Yusuf antara dibuang saudara-saudaranya dengan realitas mimpi ayahnya nabi Yakub, bahwa saudara-saudara akan menyembah/sujud ke nabi Yusuf, adalah sekitar 40 tahun (8x pemilu), riwayat lain 80 tahun (16x pemilu).



Jatuh bangun dalam pilkada, pileg, adalah biasa dalam pendakian menuju kemenangan. Yang pasti, kita harus terus naik, meskipun dlm perjalanan naik itu kadangkala butuh istirahat. Kalaupun kita menang pilkada bahkan memenangkan negara ini masih akan panjang perjuangan (tantangan dan konfliknya). Usai memenangi negara kita harus berjuang dan berkonflik memenangkan tahap berikutnya hingga sampai ustadziyatul ’alam.



Jadi miliki nafas yang panjang, jangan pernah patah arang apalagi hanya karena survey.



Siapa yang akan menang, adalah mereka yang berumur lebih panjang: stamina tetap, teknik semakin baik. Pemimpin Bosnia kala tahun 1994 diwawancarai oleh Fox News ditanya tentang masa depan Bosnia, beliau mengatakan, "Yang memenangi peperangan ini bukanlah yang membunuh lebih banyak jiwa, tetapi siapa yang bisa hidup lebih lama." Fakta sejarah menunjukkan bahwa pada akhirnya Serbia pergi dan Bosnia berdiri merdeka.



Yakinlah kapanpun itu kita akan tetap menang pada akhirnya. Mana lebih lama umur negara atau agama? Imperium Romawi-Yunani sekarang mana? Tapi agama yang dulu pernah mereka kalahkan sampai hari ini masih tetap ada. Maka karena kita berjuang untuk agama ia akan selalu menang! Politisi menciptakan voters, tapi agama menciptakan Followers. Kuat mana voters dan followers?



(4) Mindset



Baik Nabi Yusuf, Musa, maupun Sulaiman, ketiganya punya mindset sebagai PEMENANG, bukan pengabdi. Coba perhatikan, Doa Nabi Sulaiman yang sangat dahsyat: Robbii hablii mulkan laa yanbaghii li ahadin min ba'dii. Sulaiman minta negara dan ia minta negara itu tidak diberikan kepada selainnya.



Kita doanya apa? kita doa minta istri, anak-anak sholeh, dan semua itu diberikan oleh Allah. Tapi pernahkah kita berdoa minta negara?



*Sulaiman bukan hanya minta negara, tapi negara/kekuasaan yang tak diberikan Allah kepada setelahnya*



Kalau kita tak pernah meminta (berdoa) minta negara akankah Allah berikan kita negara ini? Oleh karena itu mari kita tambah doa-doa kita dengan doa Sulaiman.



*Kalau kita minta negara maka Allah akan sertakan segala isinya, tapi kalau kita hanya minta suami, istri, anak sholeh belum tentu negara akan diberikan pada kita. Sulaiman karena doanya itu menurut riwayat istrinya 99, bahkan Daud istrinya 1000*



Berdoalah kepada Allah agar kita diberikan kekuasaan yang dengannya kita memperbaiki umat dan bangsa ini. Bahkan lebih daripada itu, kita akan tunjukkan peran kita di muka bumi ini.



Apakah Antum siap untuk mengubah mindset sebagai pemenang? Apakah Antum siap memenangkan dakwah ini? Yakinkah Antum dengan kemenangan yang akan Allah berikan?





*ditulis oleh Andri PS