Kamis, 31 Januari 2013

On 20.12.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments


Lembang - Petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar rapat di kediaman Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin di Lembang, Jabar. Sejumlah hal penting dibahas, berikut penjelasan lengkapnya.

Penjelasan lengkap tentang pertemuan di Lembang disampaikan oleh Ketua FPKS DPR Hidayat Nurwahid dalam konferensi pers usai pertemuan di kediaman Ketua Majelis Syuro PKS di Lembang, Jabar, Kamis (31/1/2013).

"Pertama, pertemuan ini dilakukan dengan Ketua Majelis Syuro Hilmi Aminudin, hadir pimpinan harian DPP PKS, Ketua Bidang di DPP, dan Ketua Fraksi, Pembina Fraksi. Salah satu yang di yang dibahas adalah perkembangan terkait musibah yang ditimpakan pada ustad LHI yang sekarang masih Presiden PKS," kata Hidayat mengawali konferensi pers.

Dalam pertemuan tersebut pimpinan PKS mencermati sejumlah pertimbangan untuk menentukan langkah ke depan. "Kami mempertimbangkan dan mencermati perkembangannya. Kami apresiasi pada banyak kader yang begitu tabah dan sabar dan mendoakan supaya masalah ini cepat selesai. Kami juga apresiasi pada banyak tokoh yang mendukung perjuangan kami dan mengkritisi penangkapan ini sebagai sesuatu yang terasa ada tebang pilihnya," ucap Hidayat.

Pimpinan PKS lantas membahas adanya keinginan Luthfi Hasan Ishaaq untuk mundur dari jabatannya. Posisi pimpinan PKS cenderung menyetujui.

"Kami membahas apa yang kami dengar dari LHI bahwa beliau merencanakan untuk mundur dari Presiden PKS. Kemungkinan tadi kami dengar dan sedang membahasnya. Nanti akan disampaikan sendiri di Jakarta," kata Hidayat.

Pengganti Luthfi akan ditunjuk Jumat besok oleh Hilmi. "Siapa yang menggantikan tadi dalam bahasan kami sudah menimbang mengkaji mendengar masukan besok siang, ketua Majelis Syuro akan umumkan," lanjut mantan Presiden PKS ini.

Hidayat lantas menyampaikan klarifikasi soal pernyataannya terkait adanya upaya menyandera PKS. "Saya kemarin menyampaikan dalam konteks dan keyakinan bahwa seluruh permasalahan itu kemarin kan diarahkan pada anggota fraksi di komisi 4, itulah karenanya kami menelisik satu per satu, dan semua mengatakan clean dan clear. Tapi kemudian kami terkejut, ternyata yang lain yang disebut sebagai tersangka," katanya.

"Apakah kemudian ada konspirasi atau tidak, akan kita lihat dalam perkembangan hari-hari ke depan. Karena memang ini adalah sesuatu hal yang sangat mengejutkan, dalam waktu yang sang sangat cepat terkait dengan seseorang yang jabatannya di partai adalah presiden. Saya yakin KPK menangkap bukan sebagai dalam kapasitas kepresidennnya, bahwa yang ditangkap adalah pejabat publik yang sekali lagi masih dituduh. Dia belum terbukti menerima suap sebagaimana yang dituduhkan," ujarnya.

Dalam kesempatan ini Hidayat juga merespons pertanyaan awak media tentang nama Ahmad Fathanah yang disebut sebagai kurir bagi Luthfi Hasan Ishaaq.

"Ahmad Fathanah baru dengar belakangan, hubungannya tidak mengerti detail, apa yang terkomunikasikan tidak tahu. Bukan kader, bukan anggota. Mungkin kawan atau relasi. Saya kira punya banyak pertemanan itu wajar. Kalau dari pertemanan itu ada hal-hal yang melanggar ya itu yang harus dibuktikan," ujarnya. [detik]
On 20.02.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments


TRIBUNLAMPUNG.co.id - Meski telah ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi kebijakan daging impor, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq, tetap mendapat dukungan dari para kader partai.

Para kader partai menyakini Luthfi Hasan Ishaaq tidak bersalah dan tidak terlibat dalam kasus yang disangkakan kepada dirinya. Seperti yang dikemukakan oleh Ketua DPD PKS Kabupaten Lampung Selatan Antoni Iman kepada Tribunlampung, Kamis (31/1).
"Kami percaya Pak Luthfi tidak terlibat seperti yang disangkakan kepada dirinya. Seperti yang dinyatakan sendiri oleh Pak Luthfi sendiri. Bahwa dirinya, maupun kader partai lainnya bahkan partai tidak terlibat dalam kasus tersebut," ujarnya.

Meskipun demikian, lanjut Antoni, seluruh kader partai akan menghormati proses hukum yang sedang dijalani oleh presiden partai di KPK. Menurutnya, kader partai akan mengawal proses hukum tersebut agar berjalan sebagaimana koridor hukum yang ada.

Antoni mengatakan, apa yang terjadi dengan presiden partai merupakan cobaan dan ujian kepada partai. Tentunya, jelasnya, ada hikmah yang dapat dipetik oleh partai dari kasus tersebut. Sehingga kedepan PKS akan dapat lebih besar lagi.

"Kita lihat dari berbagai diskusi dikalangan internal kader partai maupun di beberapa media sosial.  Seluruh kader partai justru semakin bersemangat meski pun saat ini kita sedang mendapatkan ujian," terangnya.

Antoni secara khusus mengungkapkan bahwa adanya peristiwa penangkapan dan menetapan sebagai tersangka kepada presiden partai Luthfi Hasan Ishaaq tidak akan berpengaruh terhadap elektabilitas partai dalam rangka menyambut pesta demokrasi di tahun 2014 mendatang.

Seluruh kader partai, imbuhnya, tetap optimis dan yakin partai akan dapat meraih suara lebih banyak dari pemilu tahun 2009 lalu. Dan target untuk dapat meraih suara terbanyak nomor tiga tetap akan dapat tercapai. "Kita tetap optimis target perolehan suara tiga besar dalam pemilu mendatang akan dapat kita capai," pungkasnya.(dedi/tribunlampung)


On 19.54.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments


PKS: Fathanah Bukan Kader Partai, Bukan Aspri Luthfi Hasan

Ahmad Fathanah saat ditangkap KPK, 29 Januari 2013

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Refrizal, mengaku tidak kenal dengan Ahmad Fathanah, salah satu orang yang diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap impor daging. Refrizal mengaku sudah menanyakan siapa Fathanah kepada Ketua Kelompok Fraksi (kapoksi) PKS yang ada di Komisi IV DPR.

Berdasarkan keterangan dari kapoksi tersebut, kata Refrizal, memang ada seorang yang bernama Ahmad Fathanah yang kerap mendatangi Komisi IV dan mengaku orang dekat Luthfi Hasan Ishaaq. "Ujung-ujungnya nyari proyek," kata Refrizal di Gedung DPR, Kamis 31 Januari 2013.

Bahkan, kata Refrizal, selama dia mengenal Luthfi, tak ada seorang staf pun yang bernama Fathanah. Menurutnya, Fathanah bukan lah kader PKS, apalagi menjadi staf presiden PKS.

"Dia (Fathanah) bukan staf khusus atau asprinya Pak Luthfi, kalau staf khusus pasti kader PKS. Presiden PKS kok stafnya bukan kader PKS. Nggak akan terseleksi lah," ujar dia.

Untuk itu, Refrizal menjamin, tidak satupun orang PKS yang mengenal Fathanah. "PKS tidak mengenal orang itu, apalagi dengan perempuan yang katanya cantik, mahasiswi, muda lagi," kata dia.

Dalam kasus dugaan suap itu, KPK sudah menetapkan Fathanah sebagai tersangka. Selain itu, KPK juga menetapkan Presiden PKS Luthfi sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

*http://politik.news.viva.co.id/news/read/386741-pks--fathanah-bukan-kader-partai--bukan-aspri-luthfi-hasan

***

Istri Ahmad Fathanah Sedang Hamil Delapan Bulan
KPK: 'Bukan kader PKS'

DEPOK -- Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kamar 605 di Apartemen Margonda Residence di Jalan Margonda Raya, Depok, yang diduga milik Ahmad Fathanah.

Pria yang ditangkap KPK dalam kasus dugaan suap impor daging sapi menyewa kamar tersebut sejak November 2012.

Petugas KPK mengatakan, saat penggeledahan terdapat adik AF dan istrinya yang sedang hamil sekitar delapan bulan.

"Istrinya sedang hamil, umur 25-30 tahunan. Sedang hamil delapan bulan. Istrinya ada lima, anaknya 11," kata petugas yang enggan disebutkan namanya tersebut di Apartemen Margonda Residence, Jakarta, Kamis (31/1).

Sebelumnya, Ahmad Fathanah dan Maharani ditangkap seusai keluar dari Hotel Le Meridien, Jakarta, dengan barang bukti berupa uang sebesar Rp 980 juta di mobil AF. Selain itu, Maharani dan AF mengantongi duit masing-masing Rp 10 juta.

Petugas tersebut menambahkan, penggeledahan yang dilakukan di Margonda Residence merupakan salah satu dari tujuh titik di seluruh rangkaian penggeledahan hari ini.

"Ini hanya satu dari 7 titik. Tim terbagi 7 titik, ada yang ke Simatupang, Indoguna, dan apartemen, umurnya AF sekitar 50-an. Bukan kader PKS," katanya.

*http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/13/01/31/mhheol-istri-ahmad-fathanah-sedang-hamil-delapan-bulan

***

Fathanah Tinggal di Apartemen Sejak November 2012, Sewa Rp 3 Juta/bulan

Jakarta - Penyidik KPK masih menggeledah unit apartemen tersangka kasus impor daging, Ahmad Fathanah, di Margonda Residence, Jl Raya Margonda, Depok, Jawa Barat. Unit itu disewa Fathanah itu dengan ongkos Rp 3 juta per bulan.

"Tinggal di sini sejak November 2012. Sewanya Rp 3 juta per bulan," ujar seorang petugas marketing Apartemen Margonda Residence yang enggan disebut namanya, Kamis (31/1/2013).

Dia mengatakan unit yang disewa Fathoni berada di lantai 6 Tower C unit 605. Fathanah menghuni unit dengan ongkos sewa yang termahal di apartemen itu. Sementara yang termurah berbiaya Rp 1,5 juta per bulan.

"Sewa ruangannya itu tipe besar yang ada living roomnya, bukan hanya kamar saja," jelasnya.

*http://news.detik.com/read/2013/01/31/152012/2157761/10/fathanah-tinggal-di-apartemen-sejak-november-2012-sewa-rp-3-juta-bulan

Senin, 28 Januari 2013

On 22.53.00 by PKS Lampung Selatan in    No comments



Jakarta - Kasus dugaan narkoba yang mendera Raffi Ahmad berimbas juga ke politik. Sebab Raffi tengah digadang-gadang menjadi caleg PAN. Nah, berkaca dari kasus itu, tentu menarik pelajaran bagi semua partai agar berhati-hati dalam merekrut caleg. PKS sendiri punya aturan lebih ketat soal caleg.

"Jadi begini, caleg PKS itu punya kesadaran. Artinya so fartidak merokok. Merokok itu jelas merusak kesehatan," kata anggota majelis syuro PKS Tifatul Sembiring saat berbincang dengan detikcom, Minggu (28/1/2013).

Menurut Tifatul, tugas seorang caleg tentu berat. Selain menjaga moral juga punya tugas untuk berdakwah. "Semua kader itu akan memiliki beban untuk berdakwah," jelasnya.

Jadi, bila caleg tak merokok, selain memiliki kesehatan yang baik juga bisa menjadi contoh dalam berdakwah. Lebih lagi bila caleg itu kemudian lolos menjadi anggota parlemen. Nah, bisa dibayangkan selain isu korupsi yang mendera juga akan tersandera dengan kasus narkoba.

"Dengan adanya kasus korupsi dan narkoba, ini menjadi peringatan bagi pejabat publik dan pejabat," tuturnya.

*http://news.detik.com/read/2013/01/28/093219/2153708/10/jangankan-narkoba-caleg-pks-pun-tidak-merokok?9922032
On 22.48.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments

Ketua FRaksi PKS, Hidayat Nur Wahid menandatangani dan menjalin kerjasama
PKS dengan BNN terkait pemberantasan narkoba (7/1/2013)

JAKARTA--Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta Badan Narkotika Nasional (BNN) terlibat dalam proses penilaian calon legislatif. Hal itu untuk menyaring caleg yang maju dalam 2014 agar terbebas dari narkoba.

"Menurut saya memang sudah seharusnya bila BNN dilibatkan dalam proses penilaian kualifikasi seorang caleg dari sisi bebas narkoba," kata Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid di Gedung DPR, Jakarta, Senin (28/1/2013).

Hidayat menyetujui bila caleg harus bebas narkoba meskipun hal itu belum masuk dalam UU Pemilihan Legislatif. Menurutnya, hal itu berbahaya bila wakil rakyat bekerja dalam pengaruh narkoba.

"Kalau seluruh partai menjadikan sayarat calegnya bebas narkoba, saya kira itu menjadi bagian dari sumbangsih kita, untuk meningkatkan kinerja lebih baik, baik DPR dan DPRD kedepan," kata Hidayat.

Mantan Presiden PKS itu mengaku prihatin dengan berkembangnya narkoba. Untuk itu, kata Hidayat, PKS melakukan pakta integritas bersama BNN.

"Kita kerjasama dengan BNN, untuk caleg kedepan agar betul-betul bebas narkoba. Tapi bukan hanya caleg kedepan, sekarangpun, anggota DPR harus punya peran, untuk mensosialisasi bahaya narkoba sosialisasi dan keluarganya," katanya.

Bahkan, kata Hidayat, anggota fraksi PKS secara langsung berani di test urine untuk narkoba. Selain itu, Hidayat mengatakan bahwa untuk merekrut artis bukan saja bebas narkoba namun loyal kepada partai.

"Tapi betul-betul loyal pada Partai, kader PKS, bebas narkoba, bebas hukum dan pidana. Prinsipnya. Kami tidak anti artis, dan tidak anti dengan. Popularitas tapi kami tidak jadikan mereka sebagai prioritas di PKS," ujarnya. (tribunnews)

On 22.31.00 by PKS Lampung Selatan in    No comments



Jakarta - Kemacetan di Jakarta pada sore ini tak menyurutkan niat Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan untuk menepati janjinya.

"Assalamualaikum on the way nih, saya naik ojek dari JCC," katanya kepada INILAH.COM ketika ditanya mengenai janjinya, Senin (28/01/13) di Jakarta.

Sore itu, sekira pukul 17:00 Ahmad Heryawan dijadualkan melakukan pertemuan dengan Ketua PB NU Said Aqil Siradj di Kantor PB NU Jalan Kramat Raya, Jakarta.

"Saya harus mengikuti arahan Presiden di JCC, sudah janji dengan Kyai Aqil, terlambat tapi enggak terlalu parah," katanya setiba di Kantor PB NU.

Seperti diketahui, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Wapres Boediono menghadiri dan memimpin Rapat Kerja Pemerintah yang diselenggarakan di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Jakarta. Rapat kerja ini dihadiri oleh kepala daerah, Kapolda, dan Pangdam dari seluruh Indonesia.

Rapat kerja yang diikuti oleh seluruh Menteri, pimpinan Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK), Gubernur, dan Bupati/Wali Kota di seluruh tanah air itu, pada sesi I akan diisi dengan presentasi oleh Menko Polhukam Djoko Suyanto; Menko Perekonomian Hatta Rajasa; Menko Kesra Agung Laksono; dan Kepala UKP4 Kuntoro Mangkusubroto; dan diakhiri dengan penyerahan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) oleh Mendagri Gamawan Fauzi kepada para Gubernur se-Indonesia. [inilah]
On 22.26.00 by PKS Lampung Selatan in , ,    No comments



Suatu saat di bulan november.... 
Ia turun, dan para stafnya keheranan. Tak ada siapapun. Tak ada kemeriahan apapun. Mereka akhirnya saling berbisik sementara lelaki tadi berjalan dan mulai mengedarkan pandangannya ke seluruh area.

Dinas Pertanian Tanaman Pangan (Diperta) di wilayah Cimangkok, Sukabumi. Inilah tempat yang mendadak ia kunjungi di sore ini. Areal yang cukup luas, sepi, nampak beberapa pohon yang malas tegak, juga kelihatan ada kegiatan pembangunan yang terbengkalai.

Mendapati seorang pria kurus yang tengah mencangkul disitu, ia pun mendekatinya.Membicarakan beberapa hal dan sebagainya. Setelah terlihat mendapat kesimpulan dengan apa yang terjadi di tempat ini, ia pun meminta ajudannya untuk menlepon. Rupanya kepala dinas bersangkutan, dan pembicaraan pun berlanjut dengan staf yang kian berbisik membayangkan mimpi apa orang yang ditelpon itu. Kena toel sang Gubernur di sore mendung.

Setelah itu ia pun meluncur ke sebuah pelosok kampung. Saya sebut kampung rasanya tak berlebihan. Karena memang demikian nyatanya. Kolam ikan dan sawah di kiri-kanan jalan sempit. Hawanya pun sejuk. Sampai di tujuan, ia pun agak berlari. Tak memperhatikan seorang staf yang terbirit membawakan payung untuknya. Ya, sore itu langit sukabumi hujan.

Ia pun sampai di depan sebuah rumah, membuka pagar bambu khas desa-desa dan masuk. Rumah sederhana. Masih heran dengan apa yang saya lihat, ia keluar lagi. "Mau masuk? tapi maaf tempatnya memang agak sempit", ujarnya dengan sumringah. Sebelum sempat menerka atas alasan apa ia nampak bahagia, akhirnya ia beri jawabnya: "di rumah, keluarga lagi kumpul, gak apa-apa nunggu disni ya," katanya sambil menunjukkan beberapa kursi di teras rumah.

Rumah yang sederhana. Saya pikir jika pejabat pasti akan punya dinasti kecil. Setidaknya keluarganya 'terlindung' disana. Namun dilihat bagaimanapun ini rumah biasa. Terlalu biasa malah. Di dalamnya tinggal nenek kesayangan seorang Ahmad Heryawan. Nenek berusia 106 tahun yang setiap hari bisa melahap 3 juz Al Quran. Nenek yang giginya masih bagus dan belum pikun. Begitu sering ia ceritakan dengan bangganya.

Itulah pertama kali saya beraktivitas panjang dengannya. Melihat sendiri orang seperti apa ia. Nyatanya demikian. Tak rumit, responsif, dan saya merasa sedang tak bekerja pada atasan. Biar usia saya tak berbeda jauh dengan putra pertamanya, dari cara berinteraksi saya merasa seperti rekan setara saja. Padahal jauh. Jauuuuuh sekali posinya. Saya cuma peliput lepas. Ia seorang Gubernur, pemangku kekuasaan tertinggi di provinsi yang kepadatannya sudah seperlima Indonesia.

Tak rumit. Pakaiannya paling atasan batik atau kemeja polos dengan celana bahan warna hitam. Jika tiba waktu shalat, dimana bertemu mesjid, rangkaian mobil pun berhenti. Mushalla kecil sampai Mesjid besar. Terurus atau tidak, tak masalah. Suatu kali bahkan pernah di acara Gubernur Saba Desa di sebuah daerah di majalengka. Aparat kecamatan dan desa setempat sempat heboh saat Gubernur hendak shalat. Pasalnya, mushalla itu sempit, gelap, dan (maaf) nampak tak terurus. "Gak apa-apa, gak apa-apa, shalat disini saja." Ujarnya santai saat beberapa orang menawarinya shalat di area kantor, yang lebih nyaman.

Ia responsif. Saya salut. Sering saya perhatikan dalam diskusi dan audiensi-audiensi. Bila ada yang mengeluhkan sesuatu persoalan, wajahnya lantas memurung. Nampak berpikir keras. Seperti sedang bertanya-tanya, apa yang salah? dimana letak persoalannya? Bagaimana memecahkannya? 

Ia juga aktif menjalin relasi dengan perusahaan. Mengincar (dalam artian positif) kantong-kantong CSR (Corporate Social Responsibility). Dari situlah salah satunya, ia bisa menggenjot pembangunan RKB (Ruang Kelas Baru)  terbanyak sepanjang sejarah Jabar.

Saya perhatikan, lewat bantuan twitter di akun @aheryawan ia sering mendapat masukan dan informasi. Pernah suatu saat di daerah garut heboh berita kelaparan di suatu kampung. Berita membesar dan memancing banyak hujatan gugatan. Ia pun mengirim 10 ton beras ke daerah bersangkutan. Ketika sampai, ternyata yang disebut kelaparan, hanya dua rumah bukan sekampung yang heboh diberitakan. Mereka makan nasi aking. Petugas pemprov yang sampai di lokasi kebingungan, mau diapakan beras sebanyak itu? Namun instruksi dari sang pimpinan sederhana: "Bagikan saja di kampung itu."

Ini hanya sekilas. Barangkali bila diteruskan, bisa jadi tulisan yang tak karuan, hehe. Mudah-mudahan yang disampaikan proporsional. Tak dilebih-lebihkan. Allah-lah yang lebih tahu apa yang berkelumit di hati hamba-hambaNya. Bila ada yang baik moga bisa jadi contoh dan jadi bagian diri. Bila ada yang salah, hanya pada Allah kita berlindung dan memohon petunjuk.[]

by roni sewiko

*http://mataronis.blogspot.com/2012/11/sikapnya.html#more
On 22.15.00 by PKS Lampung Selatan in , ,    No comments




by Adi Sucipto
 
Kisah mengharukan pada saat pengumuman pemenang hadiah utama door prize di acara Tabligh Akbar Safari Dakwah 3 DPP PKS Wilda Sumatera, di Bangka Belitung (25/1/2013).

***

Seorang Ibu bernama Sri Kirana, warga Kelurahan Pintu Air Atas, tak henti-hentinya mengucapkan syukur setelah meraih tiket umroh di acara Door Prize Tabligh Akbar PKS di kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung.

Sebelum diserahkannya hadiah tersebut secara simbolis, Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaaq mengajaknya berdialog di atas panggung....

"Suami ibu namanya siapa?" tanya Presiden PKS.

"Supriadi" jawab ibu itu.

"Suami ibu kerjanya apa?"

"Buruh"

"Kalau dikasih tambahan hadiah, ibu mau ngajak siapa pergi umrohnya?

"Saya.. saya mau ngajak suami saya," jawab ibu itu dengan mata mulai berkaca-kaca.

"Kenapa mau ngajak suaminya, bu?" tanya Presiden PKS lagi.

"Karena suami saya dulu pernah dapat rezeki umroh, ditawarin umroh, begitu.. dia bilang saya mau berangkat sama istri saya, kalau gak sama istri saya, saya nggak mau..."

Serempak panitia serta masyarakat yang menyaksikan mengucapkan takbir, "Allahu Akbar."

"Baik, untuk ibu Sri Kirana hadiah umrohnya diberikan oleh panitia, sedangkan umroh untuk suaminya dibiayai oleh DPP PKS," ujar Luthfi Hasan Ishaaq.

Kembali warga masyarakat bertakbir, sambil menyeka air mata masing-masing karena haru.


***


DR. Hidayat Nurwahid berkesempatan mencabut undian untuk hadiah kedua, sebuah sepeda motor. Ternyata pemenangnya adalah seorang gadis cilik baru berumur 9 tahun.

"Saudara sekalian, mari kita saksikan… seorang gadis kecil ternyata sudah berani datang ke acara Partai Keadilan Sejahtera," demikian beliau memberi komentar setelah sang anak maju ke atas panggung.

"Namanya siapa, nak?" tanya Pak Hidayat.

"Nofi"

"Pernah datang ke kantor PKS?" yang ditanya menggelengkan kepala

"Kalau sudah dapat motor ini, mau datang ke kantor PKS?"

"Mau."

"Tapi kalau mau pake motornya, harus punya SIM dulu. Mau diberikan ke siapa nanti motornya, apa bapaknya datang ke sini?" tanya Pak Hidayat lagi.

Kemudian panitia memanggil, agar bapaknya Nofi ikut ke panggung...

"Enggak, enggak punya bapak..." aku Nofi lirih.

"Ibunya?" tanya Pak Hidayat.

Tapi Nofi kemudian menangis, sambil menggelengkan kepala.

Barulah semua orang yang hadir tahu bahwa Nofi ternyata seorang yatim piatu dan kini tinggal bersama neneknya. Pak Hidayat pun menyerahkan hadiah tersebut di antara para hadirin yang menyaksikan.

Saat itu suasana benar-benar mengharukan.

ALLAHU AKBAR.... betapa dahsyat dan indah skenarioNYA. Moga senantiasa Allah curahkan berkah pada jama'ah dakwah ini...

Rabu, 23 Januari 2013

On 19.38.00 by PKS Lampung Selatan in    No comments


Islamedia - PKS sering di bully media. tadi saya melihat liputan banjir. kamera bergerak slow ke kanan. hingga kemudian dari arah kanan muncul relawan berbaju PKS. Kamera langsung dibalikkan lagi ke kiri. Sehingga sosok relawan tak lagi tershooting. Mengapa?


Pks sering di bully media, bukan kali ini saja. Demo besar2an yang melibatkan puluhan ribu kader dibilang cuma ratusan. Yusuf Supendi yang di-blow up media, padahal tuntutan beliau di pengadilan dibatalkan oleh hakim. Laporan tidak valid. Tapi citra PKS sudah terlanjur dihakimi media, digebuki massa pula. Semua berita positif dari PKS hampir tak pernah disentuh media, Namun bila ada satu cacat saja langsung dicecar wartawan. Mengapa?


Sudah sampai di situ saja? belum...


Kaum liberal dan sekuler menjadi musuh utama PKS. Sebut saja JIL, yang digawangi Ulil AA (tak kuasa saya menyebut nama lengkapnya, karena terlalu bagus untuk makhluk sebodoh dia) dan moqsid Gazali. Coba lihat timeline twitter mereka. Pasti anda akan menemukan komentar nyinyir tentang PKS. Wajar sih karena mereka memperjuangkan sekulerisme, dan sangat anti jika agama masuk mewarnai parlemen dan pemerintahan. 


Namun, bukankah PKS melalui kader2nya sudah membuktikan bahwa warna islam dalam pemerintahan tidak akan mencederai semangat demokrasi. Tidak akan pula mengurangi loyalitas terhadap negara kesatuan republik indonesia. Bahkan kader2 PKS di pemerintahan dikenal profesional, kompeten dibidangnya. Juga amanah, ogah kompromi sama duit kotor. Semua itu didorong oleh keyakinan kader PKS, bahwa berpartai bukan untuk nyari duit. Tapi untuk mengabdi pada umat, untuk bangsa ini. Tapi mereka tetap membenci PKS, lantas mengapa?


Kader PKS pimpin shalat istisqo, selang beberapa jam hujan langsung turun dengan kuasa Allah. Tidak suka punya pemimpin yang doanya diijabahi Allah? mengapa?


Memang ia tidak mendapatkan gelar 'The Best Mayor Leader', tapi 92 penghargaan atas keberhasilan memerintah sebuah provinsi disabet seorang kader PKS. Tidak suka punya pemimpin yang berprestasi? mengapa?


Di tahun 2012 tidak ada satupun kader PKS yang terlibat korupsi. Itu karena mekanisme partai yang sangat ketat dan tegas dalam menekan pelanggaran. Juga setiap pekan, ada asupan gizi untuk mengechas moral & spiritual kader PKS. Tidak suka punya dengan calon2 pemimpin bangsa yang bersih dan unggul? mengapa?


Di PKS tidak ada feodalisme. Di PKS tidak ada tokoh yang SOK berkuasa dan mengatur partai seenaknya. Itu karena di PKS, kekuatan finansial dimulai dengan saweran, dan masih bertahan hingga kini. Tidak ada sponsor utama apalagi sponsor tunggal. di PKS, kadernya berjuang dengan niat untuk dakwah, bukan digerakkan oleh uang atau iming2 jabatan. Di PKS, kadernya banyak yang masih muda-muda dengan idealisme yang membara, berpendidikan pula. Di PKS, kadernya benar2 mencintai seni, mulai nasyid hingga sastra islami. Di PKS, kalo ada rapat kepartaian bertepatan dengan adzan, bukan hanya pending lalu diam sebentar untuk menghormati adzan, mereka malah terhipnotis untuk bersama melangkahkan kaki ke mesjid dan meninggalkan rapat.


Lalu anda tidak suka dengan PKS? Mengapa?


Mungkin para wartawan rame-rame menghajar PKS karena perintah editornya. Mungkin Editor media massa begitu keji terhadap PKS karena alasan Gaji. Mungkin liberalis dan sekuleris benci PKS karena takut dengan pemerintahan islami yang tak sesuai dengan nafsunya. Atau mungkin anda juga tak simpati dengan PKS lantaran belum tahu PKS sebenarnya. Atau mungkin anda termakan omongan media dan kelompok liberalis sekuleris. Kami masih maklum... dan kami akan terus menjalin komunikasi di antara kita semua untuk bisa saling bersinergi.


Tapi ada yang lebih menyakitan dari itu. Saudara yang mengaku sama-sama memperjuangkan Islam, malah turut menjegal kerja dakwah PKS. Coba saja lihat Media Massa Islam seperti Eramuslim.com, VOA-islam.com, Arrahmah.com, GlobalMuslim.we­b.id, Al-Khilafah.org­ & hizbut-tahrir.o­r.id. Cari artikel dengan kata kunci "PKS". Dan lihatlah apa yang mereka bahas di sana. Mengapa?


Apakah PKS itu memusuhi islam dan ide-ide islami? Bahkan PKS (sesuai fungsinya sebagai partai politik) menjadi yang terdepan dalam berta'awun mengesahkan banyak sekali undang-undang pro syariah. Apakah PKS itu sesat dari jalan ahlussunnah? jika iya, Masa sih Dr Hidayat Nurwahid yang banyak diundang forum2 islam internasional dan sangat dihormati itu masih bertahan di PKS. Masa sih Puluhan kader2 puncak PKS yang banyak bergelar Lc itu tidak tahu dimana kesesatan PKS. Masa sih banyak habaib yang malah gabung dan berjuang bareng seperti Salim Segaf Al Jufri. Apakah PKS itu dibenci, terutama oleh kader HTI karena menggunakan Demokrasi? Maka itu adalah perselisihan di ranah ijtihadi. Bukan hanya anda, Ulama dunia pun berselisih paham tentang hal ini. Jadi kenapa kita tidak saling menghormati ijtihad masing-masing saja. Lalu berfastabiqul khoirot, untuk membuktikan siapa yang paling pantas mendapatkan Nashrullah, pertolongan Allah. Jika semua alasan di atas tidak ada... Lantas Mengapa?
On 19.25.00 by PKS Lampung Selatan in    No comments


http://www.investor.co.id/media/images/medium2/20101118140310190.jpg
Islamedia - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengajak masyarakat di pedesaan untuk membangkitkan perekonomian desa dengan memanfaatkan potensi yang ada. Menurut dia, potensi ekonomi di pedesaan cukup besar sehingga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu ditegaskan Deddy Mizwar saat besilaturahmi dengan warga Kampung Cipameungpeuk, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Selasa (22/1).

Untuk membangkitkan perekonomian di desa, pendamping Ahmad Heryawan pada pemilihan gubernur Jawa Barat ini menegaskan akan mengalokasikan dana Rp 4 triliun kalau nanti terpilih. Anggaran ini untuk memaksimal usaha pertanian, kerajinan, pemberdayaan perempuan, dan usaha kreatif lainnya sehingga daya beli masyarakat desa bisa meningkat.

"Dana ini juga untuk membangun infrastruktur, tentunya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing desa," ujarnya seraya menyebutkan suatu desa ada yang membutuhkan irigasi, perbaikan jalan, atau infrastruktur lainnya.

Aktor senior ini mengajak masyarakat agar mengajarkan kepada generasi muda desa untuk mandiri atau berwirausaha.

"Setelah lulus sekolah, jangan berpikir kerja di mana, atau mau bekerja kepada orang," ujarnya.

Untuk menunjang ini, dia berjanji akan memberikan training dan modal untuk memulai berwirausaha kepada generasi muda begitu lulus sekolah. Menurut Deddy Mizwar, dalam lima tahun ke depan diharapkan bisa menghasilkan 100 ribu wirausaha baru.

Kendati demikian Deddy Mizwar menyadari tidak mudah mewujudkan cita-cita ini. Karena tidak sedikit generasi muda yang setelah lulus sekolah tetap memilih menjadi pekerja.(rmol)