Senin, 28 Januari 2013

On 22.15.00 by PKS Lampung Selatan in , ,    No comments




by Adi Sucipto
 
Kisah mengharukan pada saat pengumuman pemenang hadiah utama door prize di acara Tabligh Akbar Safari Dakwah 3 DPP PKS Wilda Sumatera, di Bangka Belitung (25/1/2013).

***

Seorang Ibu bernama Sri Kirana, warga Kelurahan Pintu Air Atas, tak henti-hentinya mengucapkan syukur setelah meraih tiket umroh di acara Door Prize Tabligh Akbar PKS di kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung.

Sebelum diserahkannya hadiah tersebut secara simbolis, Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaaq mengajaknya berdialog di atas panggung....

"Suami ibu namanya siapa?" tanya Presiden PKS.

"Supriadi" jawab ibu itu.

"Suami ibu kerjanya apa?"

"Buruh"

"Kalau dikasih tambahan hadiah, ibu mau ngajak siapa pergi umrohnya?

"Saya.. saya mau ngajak suami saya," jawab ibu itu dengan mata mulai berkaca-kaca.

"Kenapa mau ngajak suaminya, bu?" tanya Presiden PKS lagi.

"Karena suami saya dulu pernah dapat rezeki umroh, ditawarin umroh, begitu.. dia bilang saya mau berangkat sama istri saya, kalau gak sama istri saya, saya nggak mau..."

Serempak panitia serta masyarakat yang menyaksikan mengucapkan takbir, "Allahu Akbar."

"Baik, untuk ibu Sri Kirana hadiah umrohnya diberikan oleh panitia, sedangkan umroh untuk suaminya dibiayai oleh DPP PKS," ujar Luthfi Hasan Ishaaq.

Kembali warga masyarakat bertakbir, sambil menyeka air mata masing-masing karena haru.


***


DR. Hidayat Nurwahid berkesempatan mencabut undian untuk hadiah kedua, sebuah sepeda motor. Ternyata pemenangnya adalah seorang gadis cilik baru berumur 9 tahun.

"Saudara sekalian, mari kita saksikan… seorang gadis kecil ternyata sudah berani datang ke acara Partai Keadilan Sejahtera," demikian beliau memberi komentar setelah sang anak maju ke atas panggung.

"Namanya siapa, nak?" tanya Pak Hidayat.

"Nofi"

"Pernah datang ke kantor PKS?" yang ditanya menggelengkan kepala

"Kalau sudah dapat motor ini, mau datang ke kantor PKS?"

"Mau."

"Tapi kalau mau pake motornya, harus punya SIM dulu. Mau diberikan ke siapa nanti motornya, apa bapaknya datang ke sini?" tanya Pak Hidayat lagi.

Kemudian panitia memanggil, agar bapaknya Nofi ikut ke panggung...

"Enggak, enggak punya bapak..." aku Nofi lirih.

"Ibunya?" tanya Pak Hidayat.

Tapi Nofi kemudian menangis, sambil menggelengkan kepala.

Barulah semua orang yang hadir tahu bahwa Nofi ternyata seorang yatim piatu dan kini tinggal bersama neneknya. Pak Hidayat pun menyerahkan hadiah tersebut di antara para hadirin yang menyaksikan.

Saat itu suasana benar-benar mengharukan.

ALLAHU AKBAR.... betapa dahsyat dan indah skenarioNYA. Moga senantiasa Allah curahkan berkah pada jama'ah dakwah ini...

0 komentar:

Posting Komentar