Kamis, 02 Januari 2014

On 20.10.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments


publishBANDAR LAMPUNG – Dihadiri perwakilan 14 DPD yang ada di Lampung, Public Relation (PR) Summit Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Lampung di GSG Ragom Sejahtera Bandar Lampung ini berlangsung semarak (21-22/12/2013).
PR Summit ini terdiri dari rangkaian rakor Pokja Humas, Isu, dan Media Tim Pemenangan Pemilu PKS se-Lampung, workshop kantor berita, serta talk show “Kontribusi Kader terhadap Pembentukan Isu dan Opini”. Diawali workshop political brandingoleh Ketua Humas PKS Wilda Sumatera Azmi Fajri Usman, menurut Azmi walau bekerja dalam tekanan dan mispersepsi, pejuang humas harus tetap mampu rileks.
Sesi workshop kantor berita juga berlangsung seru. Peserta belajar mengelola sebuah kantor berita lengkap dengan penunjukan pemimpin redaksi dan produk-produk pemberitaannya antara lain rilis dalam web/blog, berita foto, dan berita video. Mentor-mentor workshop antara lain dihadirkan dari kalangan jurnalis maupun akademisi. Di antaranya jurnalis Lampung Post, korespondenkompas.com, dan dosen Ilmu Komunikasi Universitas Lampung.
Hasil karya peserta workshop kemudian ditayangkan saat sesi penutupan pada hari Minggu (22/12/2013). Yang unik, empat dari sebelas grup workshop terbaik mendapat reward berupa durian.
***
Ketum DPW PKS Lampung PR Summit yang dihadiri sejumlah Ketua DPD maupun Ketum DPW PKS Lampung Gufron Azis Fuadi ini kemudian diakhiri talkshow dengan narsum mantan KaHumas DPP PKS yang kini menjadi Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Ahmad Mabruri dan admin PKS Piyungan dari Bantul – Yogyakarta.
Admin PKS Piyungan secara runtut menceritakan asal mula blog http://www.pkspiyungan.org yang awalnya dikelola secara iseng namun di tahun kelimanya kini berkembang menjadi salah satu rujukan pemberitaan onliner. “Akhirnya untuk pertama kali saya menginjak tanah Sumatera, keluar dari Piyungan,” ujar admin low profile berkacamata ini.
Menurutnya kehadiran media pengimbang seperti ini penting justru bagi soliditas kader PKS sendiri. “Jika media mainstream hanya mengungkapkan 2 dari 100 fakta, maka kita berusaha memberitakan yang 98 itu. Jadi kita hanya memberitakan apa yang memang kita lakukan,” terangnya.
Sedangkan Ahmad Mabruri yang juga mantan Pimum Majalah Ummi dan Ummigroup memaparkan pemetaan media di Indonesia yang sebagian besar dikuasai konglomerat berafiliasi politik (berdasar hasil penelitian dosen Arizona State University Merlyna Lim 2012, red.).
“Dan dimana PKS di peta itu? Tidak ada. Yang ada pkspiyungan,” tukas Mabruri disambut tepukan gemuruh audiens. Menurut Mabruri, tanpa memiliki media saja para kompetitor kuatir dengan keberadaan PKS sehingga intens upaya untuk mengerdilkan partai bulan sabit kembar ini. “Jika satu blog di pojok Yogyakarta saja sudah bisa mewarnai, bisa dibayangkan jika yang seperti ini ada dimana-mana,” tambah Mabruri.
Namun Mabruri mengingatkan bahwa media alternatif yang dikelola secara independen dan soliter juga punya potensi rawan. “Perlu diingat kita ini jundiy. Pahit, susah, senang berada dalam jamaah tetap jauh lebih baik,” pungkasnya.
Ketua Humas PKS Lampung Detti Febrina mengakui bahwa PKS Piyungan bersama dengan mantan KaHumas DPP Ahmad Mabruri dihadirkan untuk menyemangati struktur partai maupun kader. “Passiondan kecintaan pada dakwah ini bisa mengalahkan segala keterbatasan baik perangkat, pulsa atau apapun juga. Semangat itu yang harus kita ambil dari PKS Piyungan,” tutup Detti. []

0 komentar:

Posting Komentar