Kamis, 23 Januari 2014

On 04.20.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments

Sebutan tahun 2014 sebagai 'tahun politik' ditampik oleh Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Lampung Ade Utami Ibnu. Menurutnya penyebutan momen penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) sebagai tahun politik justru makin mendegradasi pemaknaan politik itu sendiri.

"Bagi PKS tidak ada yang disebut tahun politik. Semua tahun, baik itu ada pemilu, tidak ada pemilu, adalah tahun kerja dan pelayanan," tukas Ade pasca menyerahkan bantuan bagi korban banjir di Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulangbawang, Lampung (20/1).

Partai politik, lanjut Ade, hendaknya tidak semata dimaknai sebagai lembaga ahlipoliticking yang terkesan menghalalkan segala cara demi meraih kekuasaan.

"Parpol harus hadir menjadi solusi problem di masyarakat. Peristiwa bencana yang terjadi di berbagai tempat di Indonesia seharusnya menjadi sarana parpol untuk memberi kontribusi konkrit," papar Ade.

Ade juga menyayangkan jika kehadiran parpol di lokasi bencana ditanggapi sinis alih-alih saling bahu-membahu membantu korban bencana.

"Akan jauh lebih bermanfaat jika Anda turun atau bisa menyampaikan bantuan dalam bentuk apapun juga. Sangat tidak tepat dalam situasi bencana kita justru saling menyerang," tutup caleg DPRD Provinsi Lampung dapil Tulangbawang, Tulangbawang Barat, dan Mesuji ini.
On 04.18.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments

"Terima kasih kepada Relawan PKS yang telah berani menembus banjir membawa bantuan sampai kesini,” kata Sulikin, salah satu warga Desa Kirig, Kudus.

KUDUS - Menghadapi situasi darurat bencana banjir dan longsor di kawasan panturaJawa Tengah, tim Quick Response Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jateng berkoordinasi dengan warga dan aparat setempat untuk melakukan langkah evakuasi.

“Kita mendirikan posko di masing- masing kota, seperti di Welahan Jepara, Mejobo Kudus, Juwana Pati dan hari ini kita membuka posko banjir di Genuk dan Mangkang Semarang,” terang Amir Darmanto, Ketua Bidang Kepanduan dan Olahraga (BKO) DPW PKS Jateng, Kamis (23/1/2014).

Salah satu wilayah banjir terparah adalah di Desa Kirig, Mejobo Kudus. Di kawasan tersebut, PKS bersama masyarakat setempat segera mengirimkan bantuan ke daerah yang terisolasi banjir jarak dengan jarak tempuh 1,5 Km.

“Di kawasan ini, paling tidak ada 5 desa yang hampir seluruh wilayahnya tenggelam. Sementara Desa Jepang, Gulang dan Mejobo adalah desa yang paling dekat. Posko PKS kita pusatkan di Desa Jepang dan balai desa di ketiga kelurahan ini menjadi tempat penampungan warga yang tempat tinggalnya terendam,” terangnya.

Salah satu hal mendesak yang dibutuhkan korban banjir di kawasan pantura ini, menurut Amir adalah makanan, mie instan dan pakaian. Untuk itu tim QR PKS Jateng segera mengirimkan bantuan tersebut, meski harus menempuh jarak yang lumayan jauh dengan menggunakan alat transportasi perahu karet.

“Salah satu yang kami berikan adalah 1000 nasi bungkus dan pakaian, terutama popok bayi yang memang sangat dibutuhkan untuk saat ini,” imbuh pria yang juga Anggota DPRD Kabupaten Demak ini.

Bantuan yang diberikan PKS Jateng melalui tim QR tersebut, tak pelak membuat warga setempat merasa senang. "Terima kasih kepada Relawan PKS yang telah berani menembus banjir membawa bantuan sampai kesini,” kata Sulikin, salah satu warga Desa Kirig, Kudus.

Terpisah, di Semarang, akibat hujan terus menerus yang terjadi sejak kamis dini hari membuat jalanan di semarang bagian timur tergenang banjir dengan tinggi rata – rata 70-90 cm. untuk itu tim QR PKS Jateng yang berada di kawasan tersebut segera membuat dapur umum darurat yang dipusatkan di posko banjir PKS, di kawasan Jalan Wolter Monginsidi, Genuk.

Rencananya, nasi bungkus yang dibuat di dapur umum PKS tersebut akan dibagikan siang dan sore hari ini untuk warga korban banjir di Genuk dan kawasan Mangkang Semarang.

___
*sumber: PKS Jateng online
Foto: Relawan PKS Jateng bersama warga keliling bagikan bantuan banjir di Kudus
On 04.15.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments

Selasa, 21 Januari 2014

On 19.40.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments



Judul: Cinta, Kerja, Harmoni
Munsyid: Maidany
Cipt: Si Jiwa

***

"Cinta, Kerja, Harmoni" 

Tak perlu ada Panggung ratapan..
Untuk setiap Ujian yang datang..
Namun harus hadirkan kebangkitan..
Untuk terus maju menatap masa depan..

Kita masih hidup di langit yang sama..
Dengan hembusan angin yang tak berbeda..
Maka tak ada kata mundur kebelakang..
Karena matahari masih bersinar terang..

Cinta .. Kerja .. Harmoni ...
Mari kita wujudkan..
Dengan Cinta, Kita Bersama
Dengan kerja, Kita berkarya
Dengan Harmoni, Kita satu hati
Maka kan jayalah negeri ini..


Link unduhan:
http://www.4shared.com/mp3/h7FE_0KA/Cinta_Kerja_Harmoni_-_Maidany.html

Selasa, 14 Januari 2014

On 06.09.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments

JAKARTA - Hujan dua hari berturut-turut, Sabtu (11/1/2014) dan Minggu (12/1/2014), genangan dan banjir sudah menyebar di Jakarta. Bahkan sudah adakorban jiwa.

Dalam rangka membantu dan meringankan penderitaan korban banjir, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sejak hari pertama sudah mengerahkan kader dan para relawan untuk terjun ke lokasi banjir. PKS juga sudah membuka sedikitnya 40 Posko Banjir yang tersebar di berbagai wilayah membantu korban banjir, mengevakuasi, memberi makanan, minuman, nasi bungkus, dan keperluan lain.

Dan di hari libur peringatan Maulid Nabi, Selasa (14/1) ini, dimanfaatkan kader-kader dan para relawan PKS untuk lebih massif membantu korban banjir. Hal ini sesuai dengan arahan dari Presiden PKS yang menyatakan menjadikan peringatan Maulid Nabi untuk membantu korban banjir. 

"Kita peringati Maulid Nabi dengan membantu sesama yang terkena musibah Jakarta banjir," ungkap Anis Matta via akun twitternya.

Anis Matta juga meminta kader dan relawan PKS untuk membantu korban banjir tanpa pandang agama, etnis, maupun partai.

"Layani semua korban Jakarta banjir tanpa melihat agama, etnis, maupun partai..," sambungnya.

Anis Matta mengingatkan agar para kader terus menjaga niat ikhlas.

"Nilai kita di mata Allah dan manusia adalah kerja-kerja kita.. yang diniatkan untuk Allah dan berguna bagi manusia..." 

Dalam bekerja kader PKS juga jangan memperdulikan sentilan, kritik, atau bully.

"Kerja yang bagus, tidak akan berkurang nilainya karena kritik.. kerja yang kurang bagus tidak akan bertambah nilainya karena sanjungan..," ujar Anis Matta.

"Kritik manusia tidak akan menjerumuskan kita ke neraka.. Sanjungan manusia juga tidak akan mengantar kita ke surga.." lanjut Anis.

Terakhir, Anis Matta menegaskan agar kader-kader PKS lebih banyak bekerja dan berbuat untuk masyarakat.

"Ini zaman ketidakpercayaan, bicara saja dengan kerja..," pungkasnya.
  

On 05.54.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments
Tajuk.co JAKARTA – Guna membantu korban banjir, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jakarta mendirikan 40 Posko Bencana Banjir. Posko initersebar di lima wilayah DKI Jakarta yang terkena banjir.
Menurut Ketua Lembaga Sosial PKS Jakarta Israyani, sejak terjadinya banjir Minggu (12/1) malam, PKS sudah menurunkan relawannya untuk membantu evakuasi warga korban banjir. Di antaranya di wilayah Cibubur, Ciracas Jakarta Timur.
“Beberapa orang relawan PKS melakukan evakuasi warga korban banjir,” jelasnya, Senin (13/1) di sela-sela pendirian Posko di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.
Lebih lanjut Israyani menjelaskan, saat ini aktivitas Posko Bencana Banjir PKS selain memberikan bantuanlogistik berupa makanan dan minuman, juga menyediakan layanan kesehatan untuk korban banjir.
Sementara ini bantuan makanan dan minuman, juga obat-obatan bersumber dari sumbangan kader dan simpatisan PKS.
Seperti diketahui hujan yang berlangsung Sabtu dan Ahad (11-12/1) menyebabkan banjir di sejumlah wilayah di DKI Jakarta. Beberapa lokasi yang menjadi langganan banjir sudah terendam sejak Sabtu malam. Penduduk yang berada di lokasi itu membutuhkan pertolongan cepat. (HAS)

On 05.36.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments

Hujan dua hari berturut-turut, Sabtu (11/1/2014) dan Minggu (12/1/2014), genangan dan banjir sudah menyebar di Jakarta. Banjir mulai melanda hari Ahad malam (12/1). Banyak rumah dan warga terjebak banjir hingga menenggelamkan rumah. Kader dan relawan PKS pun langsung sigap malam itu juga mereka terjun ke lokasi banjir dengan perlengkapan seadanya untuk lakukan evakuasi dan memberi pertolongan lain.

Bagaimana cerita aksi kader dan relawan PKS membantu korban banjir? ini salahsatu kisah nyata mereka yang dituturkan oleh Ridhwan Ar Rifa'i via akun twitternya@Ridhwanku.


1. JUDULNYA : AYO BANTU JOKOWI *Biar gak mainstream

2. Notification whatsapp berkali kali berbunyi di gadgetku, ketika kubuka ada 15 percakapan di salah satu grup PKS Kalisari (Jakarta Timur).

3. Terkaget, ternyata ada pemberitahuan 3 titik wilayah kelurahan Kalisari kebanjiran. Segera kami pun menuju lokasi. Wkt mnunjukkan pukul 20.00WIB (Ahad, 12/1)

4. Diantara 3 titik, yang terparah ada di Jl. Manunggal Bhakti yang mencapai tinggi 1,7 meter atau sedada orang dewasa.

5. Sampai disana kader-kader PKS sudah menyiapkan perahu dan jaket pelampung, untuk mengevakuasi korban kebanjiran.

6. Dari sini saya ingin bercerita sedikit, pada saat kami memberikan nasi bungkus berkeliling dengan perahu kecil ke rumah rumah warga yang terjebak banjir. 

7. Yaa karena pd saat itu belum ada bantuan dari pihak manapun. Sampai ada 2 orang perempuan yg menumpang perahu kami..

8. ..meminta agar diantarkan kerumahnya. Yang pada saat itu keluarganya terjebak di dalam rumah.

9. Sepanjang jalan tak henti2nya 2 perempuan itu menyebut nyebut nama Allah, hingga sampai di rumahnya, dengan spontan berkata, "HIDUP PKS !"

Ibu ini bilang "HIDUP PKS !" Setelah relawan pks mngantarkan kerumahnya.

10. Cerita berikutnya datang dari titik banjir yg lain. Ada beberapa kader PKS yang membersihkan rumah seorang warga yang terkena banjir..

11. Lalu kemudian dengan ketus ibu pemilik rumah tersebut berkata, "Sekalian saja ya (semuanya dibersihin), kamu kan sudah dibayar !" Si Kader mesem mesem... (gimana gituh -ed) :D

12. Namun lagi lagi teringat nasihat Sang Murobbi, "Semoga jerih payah antum dibayar dengan tegaknya islam di negeri ini." *tersenyum deh :)

13. Cerita lainnya, ada seorang bapak yang selama banjir memperhatikan para kader PKS, dari malam hingga siang.. 

14. Bahkan hingga detik ini masih berada di lokasi banjir. Bapak itu menyapa para kader, "Kalian gak tidur dari malam ya, luar biasa PKS ini."

15. Setelah itu lewat seorang tentara berkata, "Waah PKS sudah duluan yaa, hebat" disambut lagi oleh seorang tokoh stempat, "Bagus memang PKS".

16. Kami tak gila pujian qo, hanya membantu @Jokowi_ID saja, cukup :) adapun yg kami sampaikan ini, murni begitulah apresiasi masyarakat.

17. Pada akhirnya kader PKS & Kelurahan bekerjasama membuat dapur darurat & posko ksehatan. Ya begitulah, harmoni kerja mnyatukan cinta. #AYTKTM


-https://twitter.com/ridhwanku
On 05.31.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments

Zulfi Akmal
Cairo
***

Dulu ketika belajar "Sirah Nabawiyah" dengan Prof. DR. Abdul Muhdi, salah seorang teman sempat bertanya:

Ya doktor, katanya Rasulullah itu lebih ganteng dan tampan dari pada Nabi Yusuf. Tapi kenapa tidak ada kita baca dalam sejarah hidup beliau ada wanita yang tergila-gila kepada beliau, seperti tergila-gilanya istri pembesar Mesir kepada Nabi Yusuf?

DR. Abdul Muhdi menjawab:

Ananda, betul Rasulullah itu lebih ganteng dari pada Nabi Yusuf. Tapi wibawa beliau melebihi kegantengannya. Sehingga kegantengan wajah dan tubuh beliau terhijab oleh wibawa yang sangat agung.

Bagaikan matahari dan bulan. Kalau Nabi Yusuf bagaikan bulan, bisa ditatap. Tapi Rasulullah bagaikan matahari. Tidak mungkin orang menatapnya dengan sepenuh biji matanya. Tapi beliau memancarkan sinar hidayah bagi siapapun.

Apa yang dikatakan Prof. DR. Abdul Muhdi itu dikuatkan dengan pernyataan shahabat Rasulullah 'Amr bin 'Ash:

"Andaikan kalian memintaku untuk menceritakan/mensifati bentuk Rasulullah, aku tidak akan mampu. Sebab aku tidak pernah menatap wajah beliau, karena sangat segan dan hormat".

Rindu kami buatmu ya Rasulallah....

اللهم صل على محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين
On 05.27.00 by PKS Lampung Selatan in , ,    No comments

Slogan “Apapun Yang Terjadi, Kami Tetap Melayani” – #AYTKTM – terbukti bukan sekedar slogan kosong tanpa realisasi bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Diterpa cacian bertubi-tubi sepanjang tahun 2013 lalu, bencana alam yang menerpa sejumlah daerah di Lampung pada awal tahun ini justru jadi kesempatan beramal soleh bagi para kader PKS di lokasi-lokasi bencana.

Bukan hanya kadernya, bahkan para pimpinan PKS pun turun langsung bersama warga bergotongroyong memberikan bantuan. Pasca banjir bandang yang melanda Kecamatan Gisting dan Gunung Alip Kabupaten Tanggamus (9/1), Sekum Dewan Syariah Wilayah (DSW) PKS Lampung Akhmadi Sumaryanto terjun langsung bersama sejumlah kader PKS membersihkan lumpur yang merusak rumah warga.

“Kasihan, ada dua rumah warga yang hanyut, lima rumah rusak berat, puluhan lain rusak. Sudah selayaknya kita menunjukkan kepedulian,” ujar Akhmadi yang juga termasuk unsur pimpinan DPRD Tanggamus ini.

Sedangkan di Kecamatan Sidomluyo Lampung Selatan, Ketua DPD PKS Lamsel Antoni Imam turun langsung memperbaiki mushola Miftahul Jannah yang sudah sangat perlu direnovasi. Bersama para kader dan pengurus PKS Lamsel, Antoni tak sungkan ikut mengecat dinding papan mushola di Desa Talang Baru tersebut.

Begitu pula pasca banjir bandang di Dente Teladas dan Rawapitu Kabupaten Tulangbawang, kader PKS bergerak cepat mengumpulkan bahan makanan, pakaian layak bagi korban banjir, serta menyiapkan tim medis. “Besok (Sabtu 11/1) kami akan turun ke Dente Teladas terlebih dulu. Mudah-mudahan segera ada dana dan bantuan tambahan agar kami juga bisa menjangkau Rawapitu,” ujar Rini, kader PKS di Tulangbawang.

Sebelumnya, seiring bencana angin puting beliung di Lampung Timur dan KupangtebaBandar Lampung, kader PKS juga segera menurunkan bantuan dan bergotongroyong bersama warga memperbaiki rumah-rumah yang rusak (klik post “Pandu Reaksi Cepat PKS, Terbukti Cepat Beraksi” ).

*Ket. Foto: Ketua DPD PKS Lampung Selatan merenovasi mushola di Kecamatan Sidomulyo, Lamsel (inset: Akhmadi Sumaryanto turun langsung membersihkan lumpur pasca banjir bandang di Kab. Tanggamus).

sumber: http://www.pkspiyungan.org/2014/01/pks-walau-dicaci-tak-henti-melayani.html

Jumat, 10 Januari 2014

On 19.51.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengkritik sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 74 Tahun 2013 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol.

Ketua DPP PKS Aboebakar Al Habsy mengatakan, pengaturan hukum soal miras yang dikeluarkan Presiden seharusnya memberikan solusi atas bahaya miras. Sebab, menurut penelitian tak kurang 50 orang meninggal setiap harinya.

“Sekian banyak korban tersebut kebanyakan disebabkan karena minuman oplosan atau minuman ilegal,” kata Aboe ketika dikonfirmasi, Jumat (10/1/2014).

Seharusnya, kata Aboe, aturan yang dibuat pemerintah memberikan solusi atas kondisi ini. “Sepertinya aturan yang diterbitkan masih terlalu lembek, padahal dari 530 kabupaten/kota di Indonesia hanya 20 daerah yang memiliki perda minuman keras,” kata Anggota Komisi III DPR itu, dilansir Tribunnews.

Perpres No. 74 Tahun 2013 sebenarnya terbit untuk menggantikan Kepres No. 3 Tahun 1997 yang telah dibatalkan oleh MA lantaran dinilai bertentangan dengan UU No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dan UU No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen dan UU No. 7 Tahun 1996 tentang pangan.

“Seharusnya saat Perpres baru yang terbit, Presiden menjadikan pertimbangan MA sebagai sebuah masukan untuk perbaikan,” katanya.

Dalam Perpres Nomor 74 Tahun 2013 pemerintah kembali mengkategorikan minuman beralkohol sebagai barang dalam pengawasan. Hal yang baru dari Pperpres ini adalah pemberian kewenangan pada bupati dan wali kota di daerah-daerah, serta Gubernur di DKI Jakarta untuk menentukan tempat-tempat di mana minuman beralkohol boleh diperjualbelikan atau dikonsumsi. Syaratnya, mesti tidak berdekatan dengan tempat peribadatan, sekolah, dan rumah sakit.

“Munculnya Perpres 74/2013 akan kembali berbenturan dengan sejumlah perda yang melarang total peredaran miras,” kata Aboe.

Ia menduga keributan akan terjadi bila Kemendagri kembali mengevaluasi perda-perda miras di sejumlah daerah.

“Seharusnya, Perpres memberikan ruang kepada Perda untuk membatasi secara total peredaran miras di wilayahnya. Hal itu adalah local wisdom yang harus dihormati pemerintah,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, dalam beberapa hari ini telah jatuh korban tewas akibat minuman keras. Di Surabaya tiga orang meninggal dunia akibat miras oplosan. Di Mojokerto dalam waktu hampir bersamaan 16 orang tewas.*

*sumber: Hidayatullah
On 19.49.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments

Jadwal padat rupanya tidak menghalangi Anis Matta untuk bercengkrama bersama keluarga. Di tengah kesibukannya sebagai presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis masih menemani anak-anaknya mengisi liburan. Kamis (26/12), Anis menonton film Tenggelamnya Kapal Van der Wijck bersama tiga putranya, yaitu Ajem, Ayman, dan Oid.

Masa remaja merupakan transisi dari masa anak-anak menuju dewasa. Ini masa saat seseorang mulai belajar mencari jati diri. Saat seperti ini, penting bagi orang tua untuk mendampingi anak-anaknya.

“Kuncinya ada pada kemauan untuk meluangkan waktu. Kalau tidak menyengajakan diri meluangkan waktu, tidak akan sempat. Mereka ini sedang galau, ya, kita temanilah,” kata Anis, sambil tersenyum meledek Ajem.

Anis yang pada awal masa reformasi rajin menulis Kolom Ayah di Majalah UMMI – yang kemudian terbit sebagai buku Biar Kuncupnya Mekar Jadi Bunga, mengaku tidak pernah merasa sempurna sebagai seorang ayah.

“Tidak, saya tidak pernah merasa sempurna. Tapi saya percaya pada proses menuju ke sana. Itulah yang saya lakukan. Saya berusaha bergerak secara konstan menuju titik kesempurnaan itu,” jelas ayah 10 orang anak ini.

Menurut Anis, peran sebagai ayah merupakan amanah besar, sekaligus karunia besar. Banyak hal yang harus dilakukan untuk membuat seseorang layak menjalani peran itu. Tapi juga akan banyak kesenangan-kesenangan yang menghampiri ketika menjalani peran itu dengan baik.

“Peran sebagai ayah membuat seseorang belajar tentang makna pertanggungjawaban yang hakiki. Peran ini juga akan menyuguhkan melodi paling harmoni bagi orang yang menjalani peran tersebut. Peran ini memberi kita begitu banyak hal. Lalu segala sesuatu yang kita dapatkan itu membuat kita sanggup memberi lebih banyak lagi. Ini seperti rantai kebaikan yang tak pernah putus,” pungkas Anis. (DLS/MFS)

*http://www.anismatta.net/2013/12/31/melodi-paling-harmoni-itu-bernama-ayah/