Rabu, 20 Juni 2012

On 06.41.00 by PKS Lampung Selatan in , ,    No comments
Humas PKS Lam-sel

Untuk mendukung pemenangan pemilu DPP PKS mengadakan RSP (regu siaga pemilu) untuk melatih kader-kader PKS Lampung Agar mempunyai ketahanan fisik dan mental yang baik.














Selasa, 19 Juni 2012

On 23.39.00 by PKS Lampung Selatan in , ,    No comments

TABLOID PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
MENCERDASKAN BANGSA UNTUK PEMBANGUNAN INDONESIA 






INI LINK NYA....

http://www.fpks.or.id/tabloid-all/
On 23.20.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments
Dr. Muhammad Hidayat Nur Wahid, MA


الحمد لله، الحمد لله الذي أكرمنا بالرسالة التي هي رحمة للعالمينوأنعم علينا بنعمة العلم والإيمانأحمده سبحانه وأشكره، وأسأله التوفيق وبرد اليقين، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، إله الأولين والآخرين، وأشهد أن سيدنا ونبينا محمدًا عبده ورسوله، إمام المتقين وقائد الغر المحجلين، صلى الله عليه وعلى آله وصحبه أجمعين.

Hadirin Sidang Jum’at Yang Dimuliakan Allah
Puji dan syukur kita hadirkan hanya kepada Allah SWT atas pelbagai nikmat, anugerah dan karunia-Nya yang melimpah dan tak terhitung. Shalawat dan salam sejahtera atas teladan kita Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa Risalah Islam sebagai landasan untuk meraih kebahagian dalam kehidupan dunia dan akhirat, baik itu pada level individu maupun komunal.
Pada kesempatan ini pula, hendaknya kita semua senantiasa kembali menguatkan dan meningkatkan komitmen ketundukan dan ketaatan kita kepada Allah SWT, sebagai konsekuensi kita sebagai seorang Mukmin.
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا
Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (33/36).

Hadirin Sidang Jum’at Yang Dimuliakan Allah
Agama yang kita pahami, bukanlah agama yang sekadar mengatur kehidupan pribadi seorang manusia dengan Sang Pencipta, Allah SWT. Namun kita meyakini bahwa Islam sebagai sebuah entitas agama, adalah juga minhâj yang mengatur hubungan antarsesama atau yang kerap disebut sebagai hubungan mu’âmalah. Oleh sebab itu, selain untuk mengantarkan seorang Muslim menjadi pribadi yang saleh, Islam juga memiliki konsep untuk mengantarkan sebuah masyarakat yang saleh, baik itu secara material maupun spiritual, jasmani ataupun ruhani.
Konsep Islam atas pembentukan masyarakat itu dapat disebut sebagai Konsep Madanî, yakni sebuah model yang merujuk bagaimana Rasulullah SAW membangun kerangka masyarakat Madinah, masyarakat yang dibangun atas tiga landasan utama yaitu: masyarakat yang berbasis masjid; berdasarkan persaudaran; dan masyarakat yang diatur oleh hukum (Piagam Madinah).

Hadirin Sidang Jum’at Yang Dimuliakan Allah
Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah: kenapa langkah pertama yang dilakukan Rasulullah SAW saat membangun masyarakat Islam di Madinah adalah membangun masjid? Maka, untuk mencoba menjawab pertanyaan tersebut adalah dengan cara melihat bagaimana Rasulullah memfungsikan masjid itu sendiri.
Adalah sangat disayangkan, masih ada di kalangan ummat Islam yang menempatkan masjid sebagai elemen bagian dari kehidupan masyarakat, bukan elemen utama dalam membangun masyarakat. Cara pandang seperti itu dikarenakan adanya ideologi sekular yang menafikan peran agama dalam pembangunan masyarakat. Padahal sejak awal kemunculannya, seperti dikatakan oleh seorang orentalis terkenal H.A.R. Gibb dalam Whither Islam, bahwa sebenarnya Islam merupakan lebih dari sekadar suatu sistem teologi saja, Islam adalah suatu peradaban yang komplit.
Dalam kaitan inilah, ada baiknya kita merenungkan kata-kata yang dilontarkan oleh seorang pembaharu asal Mesir, SyaikhHasan al-Bannâ, yang mengatakan bahwa Islam itu ’aqîdah dan ibadah, tanah air dan kewarganegaraan, toleransi dan kekuatan, moralitas dan materi, wawasan dan hukum.
Oleh karena itu, hendaknya kita kembali mengoreksi cara pandang kita terhadap Islam, yang dengan cara itu niscaya kita dapat kembali menempatkan masjid seperti yang telah difungsikan oleh Rasulullah dan generasi emas setelahnya.

Hadirin Sidang Jum’at Yang Dimuliakan Allah
Masjid pada hakikat utamanya adalah sebuah tempat untuk manifestasi ketundukan dan ketaatan seorang Mukmin kepada Allah SWT. Dengan kata lain, masjid merupakan ekspresi ibadah seorang Muslim.
وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا
Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorang pun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.”(72/18).
Jadi kesimpulan besar dari fungsi masjid itu adalah sebagai lokasi yang dikhususkan untuk beribadah kepada Allah. Lalu, secara faktual Rasulullah dan generasi setelahnya ternyata menjadikan masjid bukan sekadar tempat untuk beribadah shalat, namun lebih dari itu. Karena ibadah seperti dijelaskan oleh Ibn Taymiyyah adalah sebuah sebutan yang mencakup segala hal yang disukai dan diridlai Allah, baik itu berupa lisan atau tindakan yang lahir atau pun yang tersembunyi. Perspektif ibadah seperti inilah yang harus ditanamkan oleh kita semua, sehingga kita semua selalu bersemboyan seperti yang digambarkan oleh Allah:
قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Katakanlah: "Sesungguhnya salat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (6/162)

Hadirin Sidang Jum’at Yang Dimuliakan Allah
Selain untuk menggelar shalat secara berjamaah, Rasulullah juga telah menjadikan masjid sebagai basis ta’lîm dan tarbiyyah(pendidikan dan pengajaran). Bagi Rasulullah, masjid adalah sekolah untuk internalisasi nilai-nilai kebaikan dan kebajikan serta pengetahuan.
Menarik diperhatikan hadits Rasulullah berikut ini:
عَنْ أَبِي أُمَامَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ قَالَ:"مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ(أخرجه الطبراني)
Dari Abî Umâmah, dari Nabi SAW bersabda, ”Siapapun berangkat menuju masjid dan ia tidak menginginkan kecuali untuk belajar kebaikan atau mengetahui kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala yang hajinya sempurna.” (HR. Al-Thabrânî).

Hadirin Sidang Jum’at Yang Dimuliakan Allah
Ada benang merah kenapa langkah paling pertama yang dilakukan Rasulullah saat tiba di Madinah adalah masjid, yakni memberikan pesan bahwa sebuah masyarakat hendaknya dibangun atas landasan iman dan ilmu.
Dalam Islam, iman dan ilmu merupakan dua hal yang saling terkait dan integratif serta tidak bisa dipisahkan. Dalam pandangan Islam, ilmu/sains/pengetahuan tidak malah menciptakan ideologi semacam agnostik atau ateistik. Islam memandang bahwa untuk mencapai keimanan yang benar, haruslah ditempuh melalui proses belajar atau proses ”mengetahui”. Allah berfirman:
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ...
Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Hak) melainkan Allah...” (47/19)

Atas dasar semangat belajar inilah peradaban Islam tumbuh dan berkembang serta memberikan kontribusi yang luar biasa terhadap peradaban dunia. Dalam sejarahnya, masjid benar-benar telah menjadi sekolah-sekolah dan universitas-universitas tempat lahirnya dan sebagai kawah candradimuka ulama dan ilmuwan. Masjid menjadi perangkat shina’âh al-Hayâh yang mengantarkan masyarakar Muslim menjadi soko guru dunia (ustâzdiyyah al-’Ălam).
Dalam sejarah peradaban Islam, kita mengenal Masjid Amr ibn ’Ăsh di Fustat Mesir, tempat lahirnya harakat ’ilmiyyah di Mesir; Masjid Umawy di Damaskus; Masjid Al-Manshûr di Baghdad; Masjid Al-Qarawayin di Maroko yang terkenal dengan metodologi cara belajar-mengajarnya, dilengkapi dengan asrama-asrama mahasiswa dan perpustakaan, yang diminati oleh kalangan Ummat Islam maupun non-Muslim dari seluruh pelosok dunia, khususnya dari Eropa termasuk di antara alumninya itu adalah Gerbert d'Aurillac yang lantas menjabat sebagai Paus Gereja Katolik Roma sejak 999 hingga 12 Mei 1003; demikian pula Masjid Al-Zaytûnah di Tunisia yang terkenal dengan ilmu-ilmu syariat dan logikanya, bahkan perpustakaan masjid di Tunisia itu memiliki koleksi lebih dari 200 ribu jilid buku; demikian Masjid Al-Azhar yang kemudian menjadi Universitas Al-Azhar yang sangat terkenal itu.
Masjid-masjid itu terus melahirkan ulama dan ilmuwan, yang akhirnya masjid-masjid membangun tempat-tempat khusus untuk proses belajar dan mengajar, yang pada era berikutnya dikenal dengan madrasah. Lalu masjid-masjid pun hanya diperuntukkan untuk pengajaran ilmu-ilmu syariah saja. Maka tibalah era di mana ummat Islam mulai lemah dalam bidang sains dan pengetahuan, yang lalu diperparah oleh tiga petaka yang mendera ummat ini.
Pertama, pembumihangusan Kota Fustat tahun 564 H. Kedua, pembumihangusan Baghdad, sebagai pusat peradaban Islam ketika itu pada tahun 656 H. Ketiga, Jatuhnya Andalus di Spanyol pada tahun 897 H.

Hadirin Sidang Jum’at Yang Dimuliakan Allah
Pasca jatuhnya kiblat sains dan pengetahuan Ummat Islam di Baghdad, Mesir dan Spanyol, ummat Islam seperti ayam kehilangan induknya. Hasil ramuan ummat Islam antara Islam dengan filsafat Yunani itu telah memberikan kontribusi yang luar biasa terhadap perkembangan sains di dunia Barat, dan kemudian Barat menjadikan sains sebagai entitas tersendiri dan terpisah dari agama (Kristen), lantaran pengalaman ketidaksinkronan antara sains dan Kristen yang berdarah-darahan. Imbasnya, ummat Islam era sekarang ini mengikuti cara pandang Barat tersebut, yang memisahkan antara sains dan agama.

Hadirin Sidang Jum’at Yang Dimuliakan Allah
Dari paparan singkat tadi, dapat disimpulkan bahwa peradaban suatu ummat manusia akan mencapai keemasannya ketika mereka dapat menguasai sains dan ilmu pengetahuan. Sains dan ilmu pengetahuan yang unggul hanya akan lahir dari rahim pendidikan yang berkualitas. Perdaban Islam lalu Barat telah membuktikan bagaimana sains dan ilmu pengetahuan telah mengantarkan kepada masyarakat yang maju dan terdepan. Hanya saja peradaban Ummat Islam memiliki nilai tambah, yakni dilengkapi juga dengan peradaban spiritual, sehingga tidak terjadi ketimpangan antara peradaban material dengan peradaban jiwa kerohaniaan.

Hadirin Sidang Jum’at Yang Dimuliakan Allah
Jadi, kata kunci terbentuknya masyarakat Madanî yang beradab dan maju adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikannya. Indonesia sejak tahun 1998 memasuki era transisi dengan tumbuhnya proses demokrasi. Demokrasi juga telah memasuki dunia pendidikan nasional antara lain dengan lahirnya Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dimana bidang pendidikan bukan lagi domain tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi diserahkan kepada tanggung jawab pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang–Undang No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, yang lalu hanya beberapa fungsi saja yang tetap berada di tangan pemerintah pusat. Perubahan dari sistem yang sentralisasi ke desentralisasi akan membawa konsekuensi-konsekuensi yang jauh di dalam penyelenggaraan pendidikan nasional.
Selain perubahan dari sentralisasi ke desentralisasi yang membawa banyak perubahan, juga di era demokrasi ini dituntut bagaimana untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia dalam menghadapi persaingan bebas abad ke-21. Kebutuhan ini ditampung dalam Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, serta pentingnya tenaga guru dan dosen sebagai ujung tombak dari reformasi pendidikan nasional.
Sistem Pendidikan Nasional Era Reformasi yang diatur dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 diuraikan dalam indikator-indikator akan keberhasilan atau kegagalannya, maka lahirlah Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang kemudian dijelaskan dalam Permendiknas RI.
Di dalam masyarakat Indonesia dewasa ini muncul banyak kritikan baik dari praktisi pendidikan maupun dari kalangan pengamat pendidikan mengenai pendidikan nasional yang tidak mempunyai arah yang jelas. Dunia pendidikan sekarang ini bukan merupakan pemersatu bangsa, tetapi merupakan suatu ajang pertikaian dan persemaian manusia-manusia yang berdiri sendiri dalam arti yang sempit, mementingkan diri dan kelompok. Hal tersebut disebabkan adanya dua kekuatan besar, terutama kekuatan ekonomi, dimana neoliberalisme pendidikan membawa dampak positif dan negatif. Positifnya, pendidikan berorientasi kualitas dan persaingan bebas. Negatifnya, tujuan pendidikan lantas didasarkan atas pertimbangan efisiensi, produksi, dan keuntungan komersial alias profit oriented, yaitu mencari keuntungan sebesar-besarnya terhadap investasi yang dilaksanakan dalam bidang pendidikan. Akhirnya terjadilah komersialisasi pendidikan. Hanya orang-orang berpunya saja yang bisa mengakses pendidikan. Padahal Rasulullah mengatakan:
عن أنس بن مالك قالقال رسول الله صلى الله عليه و سلم طلب العلم فريضة على كل مسلم…(ابن ماجة)

Dari Anas bin Mâlik berkata, Rasulullah SAW berkata, “Mencari ilmu itu kewajiban atas setiap Muslim.” (HR. Ibn. Mâjah)

Pesan Rasulullah di atas menegaskan ihwal tanggung jawaban pendidikan yang bersifat individu, atau dalam bahasa fiqih sebagai fardl ‘Ain, yang itu berarti bahwa setiap Muslim memikul tanggung jawab tersebut dan pada gilirannya menjadikan tanggung jawab bersama, dalam kaitan ini Negara. Dalam konteks inilah sejarah Islam telah membuktikan bagaimana penguasa-penguasa Muslim menjadikan pendidikan sebagai domain tanggung jawabnya, sehingga mereka berhasil mencetak peradaban madanî yang memberikan kontribusi luar biasa pada kesejahteraan ummat manusia.

Hadirin Sidang Jum’at Yang Dimuliakan Allah
Islam sangat menekankan urgensi dari pendidikan ini. Bahkan pertama kali yang diperintah Allah kepada Rasulullah ada sebuah proses belajar ”Iqra’ (Bacalah!). Kemudian untuk menjadikan manusia dapat belajar itu, Allah memberikan tiga modal utama (adâwât al-Ilm)al-Sam’ (pendengaran), al-Abshâr (penglihatan) dan al-Afidah (akal dan nurani).

وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (16/78)

Ketiga modal itulah yang menjadikan manusia kemudian memiliki pengetahuan dengan harapan bersyukur, yang oleh Ibn Katsîr bentuk syukur yang paling utama --di samping untuk taskhîr sumber daya alam-- adalah memfungsikan ketika modal tersebut untuk mengenal Allah. Dengan demikian, Islam ingin agar pengetahuan itu membentuk manusia yang berkualitas, baik pada level personal maupun komunal, baik itu untuk yang kehidupan di dunia (taskhîr) maupun di akhirat (marifatullâh), kecerdasan intelektual maupun spiritual.

Dalam perspektif inilah seharusnya konsep pendidikan Indonesia di tempatkan, yakni mencetak manusia yang memiliki ilmu dan iman, atau meminjam istilah Prof. Dr. B.J. Habibie integrasi antara Iptek dan Imtak. Dalam kaitan ini Einstein mengatakan ungkapan ”Science without religion is lame, religion without science is blind” (ilmutanpa agama adalah lumpuh, dan agama tanpa ilmu adalah buta).

Akhirnya, marilah kita bergandengan tangan untuk secara bersama-sama menjadikan pendidikan anak-bangsa ini menuju pendidikan yang berkualitas, sehingga membawa bangsa Indonesia khususnya, dan ummat Islam pada umumnya menuju masyarakat madanî, masyarakat yang sejahtera lahir dan batin.

Khutbah Kedua:

الحمد لله على إحسانِه، والشكر له على توفيقِه وامتنانه، وأشهد أن لا إلهَ إلا الله وحده لا شريكَ له تعظيمًا لشأنه، وأشهد أنّ سيّدنا ونبيّنا محمّدًا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، صلّى الله عليه وعلى آله وصحبِه وإخوانِه.
أمّا بعدفأوصيكم ونفسي بتقوَى الله.
يا عبادَ الله,ـ إن الله قد أمركم الله في كتابِه الكريم فقالإِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا[الأحزاب:56].

اللهمّ صلّ وسلّم على عبدك رسولك محمّد، وارضَ اللهمّ عن الخلفاء الأربعة الراشدين
اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ وَاغْفِرْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ وَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ.
Ya Allah, tolonglah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi pertolongan. Menangkanlah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi kemenangan. Ampunilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi ampun. Rahmatilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rahmat. Berilah kami rizki sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rezki. Tunjukilah kami dan lindungilah kami dari kaum yang zalim dan kafir.”
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَناَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِى فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شرٍّ
Ya Allah, perbaikilah agama kami untuk kami, karena ia merupakan benteng bagi urusan kami. Perbaiki dunia kami untuk kami yang ia menjadi tempat hidup kami. Perbaikilah akhirat kami yang menjadi tempat kembali kami. Jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan bagi kami dalam setiap kebaikan dan jadikan kematian kami sebagai kebebasan bagi kami dari segala kejahatan.”
اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَااَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ عَاداَنَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَاوَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا
Ya Allah, anugerahkan kepada kami rasa takut kepada-Mu yang membatasi antara kami dengan perbuatan maksiat kepadamu dan berikan ketaatan kepada-Mu yang mengantarkan kami ke surga-Mu dan anugerahkan pula keyakinan yang akan menyebabkan ringan bagi kami segala musibah di dunia ini. Ya Allah, anugerahkan kepada kami kenikmatan melalui pendengaran, penglihatan dan kekuatan selama kami masih hidup dan jadikanlah ia warisan bagi kami. Dan jangan Engkau jadikan musibah atas kami dalam urusan agama kami dan janganlah Engkau jadikan dunia ini cita-cita kami terbesar dan puncak dari ilmu kami dan jangan jadikan berkuasa atas kami orang-orang yang tidak mengasihi kami.”
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ.
Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan doa.”
رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

Senin, 18 Juni 2012

On 22.13.00 by PKS Lampung Selatan in , , ,    No comments
KEDEKATAN bersama keluarga ternyata menjadi salah satu prioritas utama Wakil Ketua DPRD Lampung Selatan Antoni Imam, S.E. Meski sukses di panggung politik, bapak empat anak ini tetap mengutamakan keluarga untuk menjaga keharmonisan dalam rumah tangganya. 
’’Artinya, selaku pejabat publik, sesibuk apa pun kita menjalankan amanah rakyat, bagi saya, perhatian terhadap anak dan istri tentunya menjadi prioritas utama,” kata Antoni Imam kepada Radar Lampung saat ditemui di ruang kerjanya kemarin.
Menurutnya, keberhasilannya meraih jabatan dan karir di dunia politik tidak terlepas dari dukungan keluarga. Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Lamsel ini menjelaskan, sebagai anggota legislatif yang bertugas menjalankan amanah dan bekerja untuk masyarakat diawali dengan membangun keluarga. ’’Selama ini, saya selalu meluangkan waktu. Meski waktu sedikit, harus dimanfaatkan untuk berkumpul dan sharing dengan keluarga,” ungkap suami Murniawati ini.
 Dengan demikian, sambungnya, dapat mengetahui maju-mundurnya perkembangan pendidikan anak. Dijelaskannya, untuk selalu mendekatkan serta perhatian kepada anak dan keluarga.  Antoni Imam mengibaratkan bermain layangan, terkadang waktunya ditarik dan ada kalanya diulur. Artinya, tidak semua keinginan anak harus dikabulkan. Sebaliknya, tidak semua kemauan anak ditentang. ’’Kita lihat keinginan itu banyak manfaatnya atau tidak. Yang jelas, harus diberikan pengertian dan solusi jika keinginannya tidak terpenuhi. Ini agar anak tetap menerima dan merasa dekat dengan kita,” ujarnya.
Dijelaskannya, dalam mendidik anak bukan hanya segi pendidikan yang mendapat dukungan. Namun, pendidikan moral juga lebih utama. Keberhasilan alumni SMPN 1 1980-an  Sidomulyo itu dalam mendidik anak pun terlihat. Terbukti, salah seorang anak pertama politisi PKS ini, Boegi Anisa Kinanti (18), berhasil mengkhatamkan 30 juz Alquran. Tidak hanya itu. Antoni Imam juga sejak dini telah menanamkan disiplin dan sikap hidup sederhana kepada anak-anaknya. (dur/c2/adi)  (radar lampung jumat 13 APRIL 2012)              
BIODATA
Nama          : Antoni Imam, S.E.
Alamat       : Jl. Jahe, Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo, Lamsel
 
Pekerjaan   : Wakil Ketua DPRD Lamsel
 

Pendidikan: 
- SDN 1 Sidomulyo
- SMPN 1 Sidomulyo
- SMAN 3 Bandarlampung
- S-1 Universitas Lampung
 

Istri: Murniawati 

Anak          
- Boegi Anisa Kinanti
- Humam Al Banna
- Zizon Al Durra
- Syamil Basayev

Jumat, 15 Juni 2012

On 00.25.00 by PKS Lampung Selatan in , ,    No comments

“Hidup adalah deretan panjang pelajaran bermakna, namun untuk mampu memahaminya  serta mengambil hikmah darinya diperlukan kepekaan ruhani, renungan pemikiran dan berhenti sejenak di setiap penggal perjalanan…tiada satupun kejadian melainkan disana bertebaran ibrah, hikmah dan mutiara berharga yang memperkaya ruhani, mencerahkan pemikiran dan mengokohkan langkah kaki menapaki jalan kehidupan dunia ini”

Kamis, 14 Juni 2012

On 21.44.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments
(HUMAS PKS LAM-SEL)

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya“. (QS Al A’raf [7]:96).

Selain dari ayat tersebut, Kita semua juga tentu sudah mengetahui tentang ugensi meningkatkan keimanan dalam diri, dari sebuah kisah tentang Nabi yusuf, Dengan iman yang kokoh, Nabi yusuf menolak ajakan zulaikha untuk berzina.

Malam bina iman dan takwa merupakan sebuah sarana bagi kader-kader partai keadilan sejahtera untuk mendekatkan diri kepada Allah.SWT. Harapannya dengan diadakan MABIT ini kehidupan para kader bisa lebih terarah dan jauh dari maksiat karena selalu berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah. 

Acara MABIT ini dilakukan rutin satu kali dalam sebulan, agenda yang dilakukan dalam acara MABIT ini yaitu Tilawah qur'an, mendengarkan tausiyah dan masih banyak lagi..

Selasa, 12 Juni 2012

On 01.02.00 by PKS Lampung Selatan in , ,    No comments
Humas PKS Lam-sel (selasa 12/06/2012)

Komitmen PKS  bekerja untuk Lampung Selatan dan perduli wong cilik tidak diragukan lagi, hal ini dibuktikan saat menyampaikan pandangan umum di gedung DPRD Lampung Selatan yang di hadiri seluruh fraksi, pada saat penyampaian pandangan umum pada pembahasan RANPERDA tentang pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan pasar modern.

Fraksi PKS memberikan masukan sebagai berikut :

Pertama, semangat dari perda ini harus memberi perlindungan bagi eksistensi pengusaha kecil dan kepastian hukum dari pengusaha di lamsel. jangan sampai kontra produktif dengan usaha kita ingin memajukan daerah Lampung Selatan.

Kedua, Ranperda ini juga harus mengakomodir azas pelayanan dan perlindungan konsumen secara proporsional, pepatah mengatakan "Pembeli adalah raja" dengan azas tersebut keberlangsungan usaha lebih terjamin.

Ketiga, Semangat perlindungan usaha kecil semangat pemberdayaan, kepastian hukum,dan peningkatan pelayanan,perlindungan konsumen harus di terjemahkan secara tepat dan menyeluruh baik aspek teknis dan kuantitatif, diantaranya mengatur jarak,luas bangunan dan jumlah.

ketua fraksi PKS Lampung Selatan M.Taufiq,S.SOS juga meminta kajian dan penjelasan dari pengusul (BALEG) terhadap pasal-pasal mengatur tentang jarak dan luas, pada prinsifnya fraksi PKS menyetujui Ranperda ini untuk pembahasan selanjutnya.






Rabu, 06 Juni 2012

On 09.51.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments
Radar lamsel Senin (7 Mei 2012)
Rilis berita radar lamsel tentang agenda reses Ust.Muzzamil yusuf
On 04.54.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments
Sekretrais Daerah Kabupaten Lampung Selatan Ir. Sutono, MM mewakili Bupati Lampung Selatan H. Rycko Menoza. SZP saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara Reses Anggota DPR RI F-PKS Bpk. Drs. Muzammil Yusuf dengan tema Empat Pilar Kebangsaan,  bertempat di Aula Sebesi Gedung PKK. Minggu(6/05).
Anggota DPR RI F-PKS Bpk. Drs. Muzammil Yusuf dari Komisi I melakukan kunjungan kerja (Reses) di Kabupaten Lampung Selatan dengan mengusung tema " Empat Pilar Kebangsaan " yaitu, Pancasila, UUD 1945, NKRI serta Bhineka Tunggal Ika.

Acara yang berlangsung di Aula Sebesi Gedung PKK Pemkab. Lampung Selatan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Ir. Sutono, MM mewakili Bupati Lampung Selatan H. Rycko Menoza. SZP, Ketua DPD PKS Lampung Selatan Antoni Imam, SE para pengurus serta kader Partai Keadilan Sejahtera Kab. Lampung Selatan.

Senin, 04 Juni 2012

On 22.32.00 by PKS Lampung Selatan in ,    1 comment




Ilustrasi (Ar Risalah)
dakwatuna.com –  Tarbiyah bukanlah segala-galanya, tetapi segala-galanya dimulai dari tarbiyah. Itulah hal yang pernah kita dengar menyangkut tentang uraian pencapaian dalam kehidupan. Tentunya yang dimaksud dengan segala-galanya adalah pencapaian kebenaran dan kebaikan yang istimewa. Dimana setiap orang memiliki impian terutama mencakup kesuksesan di dunia dan di akhirat. Kesuksesan itu tidak mudah diraih begitu saja, maka dimulai dari tarbiyah lah segalanya bisa dicapai. Insya Allah.
Maka setiap orang yang pernah, sedang, dan akan terus berada dalam jamaah pastinya senantiasa berikhtiar mencari dan menghidupkan aktivitas yang sejalan dengan Al Qur’an dan Sunnah Rasul yang dimulai dari halaqah-halaqah. Halaqah menjadi suatu jaminan bagi seseorang untuk membentuk karakter dan pribadi sebagai insan yang bersalimul aqidah, shahihul ibadah dan seterusnya (karakter muslim).
Kebutuhan tentang halaqah haruslah sering dipertanyakan dalam diri. Pada fitrahnya, kita memiliki kebutuhan fisik yang bisa dipenuhi dengan substansi yang bersifat material, ruhiyah yang dipenuhi dengan substansi yang tidak hanya melibatkan lima indera, tetapi juga terkait kebutuhan jiwa, dan kebutuhan fikriyah yang bisa terpenuhi dengan penambahan ilmu atau wawasan.
Jika ketiga kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, pasti ada gejolak permasalahan yang timbul dalam diri. Seperti halnya, fisik, ruhiyah dan fikriyah pun memiliki kebutuhan primer yang tidak bisa ditunda pemenuhannya. Maka untuk memenuhi kebutuhan itu dimulailah dengan halaqah. Halaqah adalah salah satu sarana untuk memenuhi kebutuhan fisik, ruhiyah dan fikriyah. Meskipun pada akhirnya setiap pemenuhan kebutuhan-kebutuhan itu kadarnya dikembalikan lagi pada diri masing-masing.
Maka halaqah merupakan bagian dari hal paling penting dan paling dibutuhkan bagi setiap orang yang menyadarinya. Ketika halaqah menjadi prioritas utama dari setiap aktivitas, berarti seseorang telah menyadari pentingnya halaqah. Pemahaman dan pentingnya halaqah pun akan terus berkembang seiring perjalanannya dalam tarbiyah. Tidak menutup kemungkinan setiap orang mengalami degradasi dalam halaqahnya. Ada yang pindah kelompok, ganti murabbi, pindah wilayah atau semacamnya. Namun, pada akhirnya pengaruh halaqah dalam kehidupan seseorang bergantung pada pemahaman dan caranya menghidupkan halaqah.
Setiap orang akan membandingkan halaqah saat bersama sejumlah A dengan sejumlah B. Yang perlu diingat adalah bahwa perbandingan itu haruslah menjadi evaluasi cara menghidupkan halaqah. Bukan menjadi kritikan yang malah menurunkan semangat diri untuk hadir dalam halaqah. Seringkali terkonsep bahwa menghidupkan halaqah adalah tanggung jawab murabbi. Padahal binaan atau mutarabbi pun turut andil dalam menghidupkan halaqah. Inilah yang seharusnya dipikirkan oleh setiap orang yang menyadari pentingnya halaqah.
Jika seseorang mengharapkan dengan halaqahnya dapat meningkatkan kualitas ruhnya maka hal yang pertama harus dilakukan adalah mengisi amunisi ruhiyah sebelum halaqah. Karena akan sulit bagi seseorang menerima kekuatan ruhiyah yang luar biasa jika ruhiyah nya kosong. Bayangkan saja ruh yang sedang galau karena kurang tilawah, tidak ada qiyamul lail, tidak ada saum, tidak ada amalan pribadi, pikiran semrawut karena banyak beban yang harus ditanggung, bagaimana mungkin keadaan seperti itu bisa terkondisikan untuk menangkap ruhiyah yang luar biasa.
Pada intinya pertanyaan mengenai sudahkah kita halaqah, bukan saja mengenai kehadiran kita dalam halaqah tetapi juga terkait bagaimana menghidupkan halaqah, baik di dalam maupun di luar halaqah. Tidak perlu mengandalkan murabbi untuk menghidupkan halaqah karena kita pun bisa turut berperan dalam menghidupkannya.
Murabbi adalah seseorang yang patut kita hormati dan kita banggakan, tetapi tidak dengan mengkultuskannya. Jika hanya karena ketidakcocokan dengan murabbi atau teman sehalaqahnya seseorang menjadi enggan atau tidak menghadiri halaqah maka harus dipertanyakan lagi pemahamannya tentang tarbiyah. Wajar jika seseorang yang masih mentoring melakukan hal seperti ini, karena memang pemahamannya masih belum pada kapasitasnya.
Bila ada hal yang tidak disukai atau ketidakcocokan dari murabbi atau teman halaqah maka hal ini merupakan bagian dari ujian. Ujian apakah bisa bertahan dan tetap berjuang di jalan dakwah ini atau malah mundur ke belakang dari barisan. Dan hal yang perlu dievaluasi dari ketidakcocokan itu adalah apakah disebabkan karena sensitivitas diri atau pandangan subjektif terhadap seseorang.
Jangan sampai ketidakcocokan itu menghalangi kita untuk senantiasa beribadah kepada-Nya. Bukankah dari halaqah kita bisa merasakan nikmat-Nya dengan menjalin ukhuwah. Bukankah dengan halaqah kapasitas ilmu kita semakin bertambah. Bukankah dengan halaqah ada penjagaan diri untuk meminimalisir kekhilafan sebagai manusia. Bukankah dengan halaqah kita bisa merasakan nikmatnya perjuangan dakwah meski tidak seberat dan sebesar perjuangan Rasulullah. Bukankah dengan halaqah kita bisa menempa diri untuk mempersiapkan kehidupan. Bukankah dengan halaqah kita bisa menyusun kehidupan akhirat yang semoga bisa lebih indah. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan.



On 21.51.00 by PKS Lampung Selatan in , ,    No comments