Senin, 27 April 2015

On 20.57.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments


Tidak akan lari gunung dikejar, hilang kabut tampaklah dia. Peribahasa ini, tidak berlaku bagi para kader PKS kabupaten Bogor. Setinggi apapun, seberapa banyak anak gunung halimun, harus segera ditaklukkan.

Peribahasa yang artinya, hendaknya tidak terburu-buru dalam mengejar sesuatu yang sudah pasti, tidaklah menjadikan mereka, para kader PKS, santai ketika mendapat amanah untuk menaklukkan Gunung Halimun Salak, Sukabumi.

Setelah mendapat tugas untuk melakukan pendakian beberapa anak gunung, mereka segera mendapatkan berbagai pengarahan tentang bagaimana, bisa tetap bertahan hidup dari alam. Maka mereka dibekali dengan teori survival (bertahan hidup) di alam bebas.

Dengan resiko antara hidup dan mati, 50% banding 50%, artinya mereka harus bisa menyambung hidup dengan perbekalan yang paling minim. Ini dimaksudkan agar para kader bisa memanfaatkan hewan atau tumbuhan yang ada di belantara gunung untuk bisa bertahan hidup selama melakukan penjelajahan.

Dalam rangkaian Mukhoyam Menengah 1, sekitar 500 orang diharapkan bisa menakhlukkan Gunung Halimun paling lambat dalam waktu 36 jam. Maka, setelah persiapan dan pembekalan setengah hari pada Jum'at, 23 April 2015, mereka dengan sigap menyiapkan perlengkapan untuk survival dengan bekal yang seminimal mungkin.

Setelah mempersiapkan fisik, dengan beristirahat hingga pukul 02.00 dini hari, mereka akhirnya dilepas untuk melakukan longmarch dalam 50 regu. Mereka tak lupa membawa ponco (jas hujan) untuk bivak agar bisa istirahat di pos-pos peristirahatan agar tetap kuat untuk sampai ke titik finish.

Untuk perbelakan makanan, mereka hanya boleh membawa air secukupnya, yang diperoleh dari aliran sungai yang ada, serta tiga atau 5 butir kurma. Selebihnya mereka bisa mendapatkan air sungai selama perjalanan, atau makanan-makanan dari binatang serta tumbuhan yang bisa mereka makan.

Akhirnya setelah melewati 3 pos yang telah disipakan panitia, selama 36 jam melakukan penjelajahan, semua peserta berhasil menuntaskan perjalanan. Jalan yang penuh semak dan duri terlewati. Jalan licin yang penuh lumpur berhasil mereka gempur. Jalan yang naik turun berhasil mereka lewati dengan selamat.

Inti dari kegiatan ini sebenarnya adalah untuk mengimplementasikan nilai-nilai tarbawiyah yang diperoleh selama ini, yakni, tentang ketaatan, kedisiplinan, dan kewaspadaan.

sumber: http://www.pkspiyungan.org/

0 komentar:

Posting Komentar