Selasa, 18 November 2014

On 18.22.00 by PKS Lampung Selatan in    No comments

BBM Eceran Setara Pertamak - ternyata bukan hanya para penyedia fasilitas umum saja yang sedang bingung untuk membuat tarif baru, ternyata para penjual bensin eceranpun sekarang sedang bingung untuk memasang tarif baru untuk harga BBM yang akan mereka jual, salah satu penjual bensin eceran menuturkan " jika BBM sekarang harganya 8500/Liter mau tidak mau kami juga harus menaikan harga dan bisa sampai 10 ribu sampai 12 ribu perliter".

Konsidi ini memang tidak bisa kita salahkan, kehadiran para pedagang bensin eceran ini memang meresahkan jika mereka berjulaan di dalam perkotaan atau mereka sampai berani jualan bensin eceran disamping SPBU langsung, namun justru kehadiran mereka sangat diperlukan di pelosok-pelosok desa, kehadiran para pedagang BBM eceran ini sangat membantu untuk para masyarakat desa yang memang jarak tempat mereka tinggal sangat jauh dari SPBU.

Sebenarnya kondisi BBM naik ini justru sangan membingungkan masyarakat, dimana sekarang harga minyak dunia sedang turun, namun mengapa justru pemerintahan Indonesia mengurangi subsidi APBN untuk BBM yang mengakibatkan harga minyak naik hingga 2000 rupiah, ini adalah sebuah pertanyaan besar untuk rakyat indonesia ???.
On 18.11.00 by PKS Lampung Selatan in    No comments

Angkutan Umum Sidomulyo Mogok Oprasi - Puluhan Angkutan Umum jurusan Sidomulyo - kalianda melakukan aksi mogok di jalan lintas sumatra, mereka melakukan aksi ini dikarenakan naiknya harga BBM dan mulai kebingungan dengan tarif angkutan umum, para supir anggutan umum menyampaikan bahwa "jika BBM naik hingga 2 ribu rupiah maka mereka bersepakat akan menaikan tarif angkutan umum hingga 2 kali lipat".

 aksi ini di aman kan oleh para aparat polisi setempat yang semulanya seluruh angkutan umum melakukan aksi mogok dengan memberhentikan seluruh angkutan umum yang sedang beroprasi di jalan.

kenaikan BBM yang melonjak hingga 8500/liter memang sangatlah besar jumlah 2000 memanglah tidaklah besar untuk kalangan menengah keatas namun untuk kalangan masyarakat kecil itu sangatlah besar, APBN yang dalam program presiden Jokowi melakukan pengalihan dana untuk program kesejahteraan rakyat justru malah membuat masyarakat menjadi konsumtif dan berebut untuk mendapatkan bantuan yang jumlahnya tidaklah besar.

proses demokrasi ini akan menjadi suatu pelajaran besar untuk masyarakat indonesia dengan bagaimana mereka harus memilih siapa yang harus memimpin mereka.

Kamis, 13 November 2014

On 19.31.00 by PKS Lampung Selatan in    No comments

tepat pada hari jumat 14 november 2014 lampung selatan merayakan hari jadinya yang ke 58, dengan rasa cinta dan bangga akan tannah lampung selatan masyarakat dan pemerintahan daerah lampung selatan menggelar berbagai macam acara, dari jalan sehat yang dimulai dari pukul 6 pagi tadi yang diikuti oleh ratusan pelajar di lampung selatan dan berbagai acara lomba dan hiburan yang diselenggarakan di kawanan pemda lampung selatan, serta pawai adat lampung selatan.

DPRD kabupaten lampung selatan juga tidak ingin ketinggalan memeriahkan hari jadi lampung selatan dengan mengadakan Rapat Paripurna Istimewa DPRD kabupaten Lampung Selatan yang diadakan pada pukul 13.30 wib yang bertempat di gedung DPRD Kabupaten lapung selatan.

Senin, 03 November 2014

On 19.49.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments
Alhamdulillah kelompok halaqah nambah terus .. Walau sayang, yg lama anggotanya angot2an datangnya. Saya ingin katakan bagi ikhwan akhwat yg datang liqo suka angot2an : Harusnya antum bersyukur; ada orang yg bersedia berbagi ilmu dgn antum Sadarkah antum, murabbi/murabbiyah itu selalu memberikan waktunya untuk antum? Menyisihkan waktu bagi keluarganya? Lalu dengan enteng, antum yg gak pernah membayarnya untuk mengajari antum itu berkata : afwan bang, ane gak bisa datang liqo.

Itu masih mendingan .. Malah lebih sering yg tanpa kabar berita. Hilang begitu saja. Lalu sering banget terjadi; kemudian orang2 yg jarang datang liqo ini, bicara yang tidak2 terhadap murabbinya. “MR ane gak peka. Masak ane gak pernah dateng liqo dibiarin aja, bukannya di telpon kek. Di SMS kek. Enggak dia diam aja. Mana ukhuwwahnya?” Lalu mutung tanpa sebab, lalu bicara yg tidak2 tentang jama’ah .. 

Ini semua pangkalnya 1 : malas datang liqo dgn semua alasan2 yg dibuat2 Ada yg bilang males liqo karena murabbinya gak punya kafa’ah syariah. Saya ingatkan : ini liqo, bukan kelas di Ma’had. Kalau mau faham syariah, ya ikut kuliah di Ma’had. belajarnya Intensif. Bayar. Masak mau jadi ahli fiqih cuma ikut program gratis pekanan? Halaqah itu bukan itu. Disini yg dibina adalah fikrah & amal sekaligus. Membersihkan jiwa dari Syirik, mengajarkan hikmah2 yg ada dimana2. Afwan Riyadi @Af1_ Materi2 dasarnya adalah hal2 yg wajib setiap Muslim memahami & menjalankannya : mengenal Allah, mengenal Rasul, mengenal Islam dsb Kalau datangnya bolong2; ana kuatir pemahaman yg lengkap ttg apa itu Islam menjadi kurang sempurna. Sadarkah kita, murabbi/murabbiyah itu terkadang juga berat memberikan waktunya sekali sepekan untuk mendidik kita? Sementara mereka juga sudah memberikan waktunya sekali sepekan untuk datang ke halaqah-nya sebagai mutarabbi .. 

Sementara mereka jg punya banyak tuntutan dakwah dimana-mana. Membina ini itu, mendidik anak istrinya, mengurus keluarganya, mencari nafkah Dia harus sering muncul di masyarakatnya. Aktif di lingkungannya, aktif di tempat kerjanya, aktif di DPRa & DPC-nya. Dan kita yg enteng angot2an datang ini mencibirnya : MR ane gak ukhuwwahnya kurang.. Ane jarang masuk gak ditengokin. Kalo ada ikhwan akhwat yg begini; ane pengen banget kasih cermin guede ke mukanya. Lha elu, apa ngasih ongkos buat MR lu buat nengokin? Apa ngasih pulsa buat nelpon elu? Apa pernah elu bayar dia tiap liqo? Kita-nya sendiri yg gak datang tanpa sebab, gak bilang2, wa la salam wa la kalam .. Siapa yg sebenarnya butuh halaqah itu? Kita atau MR? Ada yg bilang : Maap bang ane jarang datang liqo. Ane lagi sibuk.. Dia kira MR-nya pengangguran apa?? Ane bilang ini penghinaan. 

Ada yg bilang : Maap bang ane jarang datang liqo, lagi ngurusin anak. Dia kira MR-nya gak sayang anak apa? Dia kan juga punya anak. Ada yg bilang : Maap bang ane jarang datang liqo, lagi ngurusin anak. Dia kira MR-nya gak sayang anak apa? Dia kan juga punya anak. Tapi dia bela2in meninggalkan anak2nya sesaat demi menyampaikan dakwah kepada kita2 ini .. Kok ya gak bersyukur .. Saya ceritakan beberapa pengalaman kawan2 saya tentan liqo.. 

Ada ummahat di Kaltim, liqonya beda kabupaten karena tempatnya belum ada. Pergi liqo naik kapal bawa 4 anak2nya yg masih kecil2. Ada ikhwan di kota kecil di Sumbar, liqo harus ke Padang yg jaraknya 100 km. Dia tiap pekan nginap di Padang cuma untuk liqo. Ada ustadz di Pekanbaru, diminta membuka dakwah di suatu kabupaten. Gak punya ongkos, dia tiap pekan pergi numpang truk buat ngisi liqo. Ada temen liqo ane sendiri, dulu membina di Serang skrg lagi kuliah di Depok. Binaan2nya rela naik motor kerumahnya buat liqo sepekan sekali Mereka gak mau dipindahin. Daripada bubar ditantang : ya sudah kalo maunya liqo sama ane; datang ente ke Ciputat. Eh beneran datang terus Orang2 macam begini ini, yg setiap langkahnya menuntut ilmu selalu diiringi doa oleh mahluq2 Allah .. Eeeh kita2 datang liqo males2an. Trus mengeluh : kok ummat Islam ini gak menang2 ya? Ya gimana mau menang? Yg sudah sadar aja males2an. 

Dateng liqo males2an; trus bilang : Ane gak dapet apa2 di liqoan. Ya gimana mau dapet kalo datang aja bolong2?? Ane gak marah .. Cuman bahasanya ane tegasin biar yg dateng liqo males2an bisa sadar. Dulu ane pernah “debat” sama mantan ikhwah. Dia banyak menyerang pandangan2 ikhwan ttg suatu masalah. Ternyata 1 masalahnya : dia suka bolos Ya kalo suka bolos, lalu jadi nggak paham manhaj-nya, lalu menyalahkan manhaj itu .. Itu sih menurut ane jahil murakkab .. kebodohan kuadrat Menyalahkan manhaj –> itu jahil. Karena gak paham –> itu jahil. Gak paham karena bolos melulu –> itu jahil. Ada mantan ikhwan yg bilang “Ane mau liqo kalo murabbi-nya kayak DR.Hidayat Nur Wahid” .. emang lu siapee? (^o^) DR.Hidayat Nur Wahid cuma 1. DR.Surahman cuma 1. Ust. Rahmat Abdullah cuma 1 & sudah wafat. Kalau hanya mereka yg membina, mau sekuat apa? Dia ternyata liqo selama itu masih gak paham juga, bahwa liqo itu bukan semata thalabul’ilmi. 

Liqo itu ta’akhy; persaudaraan, Ust.Rahmat Abdullah (alm) dulu pernah cerita; di Medan th 90-an, ada tukang becak yg jadi murabbi bagi seorang doktor. So what? Apakah seorang doktor harus selalu lebih mulia dibanding tukang becak? Apakah dia tak bisa belajar apapun dari tukang becak?

[kultwit oleh @af1_ (Afwan Riyadi]
On 14.28.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments
Jakarta (4/11) - Anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Mahfudz Siddiq mengatakan, Pemerintah dirugikan atas dualisme yang terjadi di DPR saat ini. Menurut dia, jika dualisme ini terus berlanjut, maka Pemerintah tidak bisa menjalankan roda pemerintahan. "Kalau DPR enggak kerja-kerja, Pemerintah malah tersandera. Pemerintah enggak kerja-kerja, terus masyarakat marah. Marahnya bukan ke DPR, tapi ke Pemerintah," ujar Mahfudz, dalam diskusi di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (1/11).

Mahfudz mengatakan, jika mosi tidak percaya yang dikeluarkan oleh Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dianggap sebagai sesuatu yang legal dan menganggap pimpinan DPR sekarang tidak sah, maka pandangan tersebut mempunyai implikasi yang cukup besar. Misalnya, kata dia, pembentukan nomenklatur (nama-nama menteri) kabinet Presiden Joko Widodo yang diajukan ke DPR beberapa waktu lalu menjadi cacat hukum. Selain itu, adanya dualisme DPR saat ini juga menghambat Pemerintah dalam pembentukan anggaran untuk Kementerian. Kementerian tidak akan bisa bekerja jika Pemerintah tidak segera mengajukan rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara perubahan (RAPBN-P) pada awal 2015.

Menurut Wasekjen PKS tersebut, kubu Koalisi Merah Putih (KMP) telah menunjukkan sikap dukungan politik terhadap pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersedia menghadiri pelantikan Jokowi-Kalla serta Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie bersedia menjadi sahabat yang kritis untuk Jokowi-Kalla. "Tapi, sikap dukungan ini jangan malah dirusak oleh teman-teman pendukung Jokowi itu sendiri," ucap Ketua Komisi III DPR tersebut. 

Sumber:pks.or.id
On 14.19.00 by PKS Lampung Selatan in , ,    No comments
Bandar Lampung (2/11)
Pemadaman listrik di sebagian wilayah Provinsi Lampung sejak 30 Oktober hingga diperkirakan 4 November mendapat respon dari Sekretaris Komisi IV DPRD Lampung, Prio Budi Utomo. Menurut Prio, pemadaman listrik cukup mengganggu aktivitas seluruh lapisan masyarakat. “Dari ibu-ibu rumah tangga, pelajar dan mahasiswa, pedagang, karyawan, hingga pengusaha begitu terganggu dengan pemadaman ini,” kata Anggota Fraksi PKS ini saat dihubungi melalui telepon seluler, Ahad (2/11). 

Prio mengatakan setidaknya sepanjang tahun 2014 wilayah Lampung telah mengalami pemadaman listrik lebih dari dua kali. Prio berpandangan dengan pemadaman yang lebih dari dua kali tersebut, secara kasat mata terdapat persoalan serius yang harus dipecahkan oleh PLN. “Apalagi titik persoalan seringkali berulang di PLTU Tarahan,” lanjut anggota dewan dari daerah pemilihan Lampung Timur ini. Oleh karena itu, Prio menjelaskan mengenai pentingnya antisipasi jangka panjang agar persoalan PLTU Tarahan tidak berlarut-larut, hingga dikhawatirkan berdampak sistemik dan merugikan banyak pihak. Lebih lanjut, Prio menegaskan mengenai keharusan PLN konsisten menerapkan UU No.30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan. 

Sesuai Pasal 29 dijabarkan bahwa konsumen pengguna listrik berhak: a) Mendapatkan pelayanan yang baik; b) Mendapatkan tenaga listrik secara terus menerus dengan mutu dan keandalan yang baik; c) Memperoleh tenaga listrik yang menjadi haknya dengan harga yang wajar, d) Mendapatkan pelayanan untuk perbaikan apabila ada gangguan tenaga listrik; dan e) Mendapat ganti rugi apabila terjadi pemadaman yang diakibatkan kesalahan dan/atau kelalalaian pengoperasian oleh pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik sesuai syarat yang diatur dalam perjanjian jual beli tenaga listrik. Terakhir apabila mendesak, Prio berjanji akan segera mengupayakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak PLN. “Jadwalnya nanti kami koordinasikan dengan sekretariat,” pungkas Prio. 

Sumber: Humas PKS Lampung