Sabtu, 21 Desember 2013

On 06.50.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments


(BL.Sabtu, 21 Desember 2013)


Dalam kunjungan TIM Harmoni di Museum lampung, salah satu museum kebanggaan Lampung ini tampak ramai dikunjungi oleh sekelompok orang yang yang mengendarai beberapa bis pariwisata. Ditengah kehiruk pikukan suasana museum tampak seorang pria setengah baya melayani dengan penuh kerja setiap pengunjung yang datang. Pria yang akrab dipanggil pak ben ini tampak senantiasa tersenyum menyapa dan mempersilahkan mereka untuk mengisi form pengunjung yang ada di meja pelayanan. Ada sesuatu yang menarik dari diri bapak yang bernama lengkap Ben Effendi ini, ditengah kondisi zaman yang menawarkan berbagai kompetisi untuk mencari pekerjaan yang menjadikan nilai materi sebagai pertimbangan utama, pak Ben justru merasa nyaman dengan bekerja di museum Lampung hingga 24 tahun. Sungguh suatu prestasi yang begitu luar biasa dan tidak biasa. 
 
Museum Lampung berdiri pada tanggal 24 Desember 1988, artinya pak Ben sudah bekerja setelah satu tahun museum diresmikan. “saya sangat menyukai bekerja disini mbak, meski saya bukan termasuk orang yang manut dengan pemimpin, tapi saya tetap bisa bertahan, karena saya senang disini mbak..” tutur pak Ben dengan senyum yang sumringah sewaktu ditanya tim Harmoni tentang kenyamanannya bekerja dalam jangka wktu yang tidak sedikit itu.

Layaknya museum pada umumnya, Museum Lampung juga memiliki proses perbaikan yang berkelanjutan. Namun, jika dilihat secara global, maka museum Lampung termasuk pada taraf sedang dalam hal pemenuhan fasilitasnya. Hal ini, tidak menjadi alasan pak Ben untuk meminta dipindahkan dari pekerjaannya kemudian menjadi pegawai di museum yang lebih memiliki daya tarik dibandingkan museum lampung dari sisi manapun. Sebuah harmoni antara cinta dan kerja yang begitu jarang dimiliki oleh anak muda dalam era keberjayaan materialis saat ini. Memberikan pengabdian dengan sepenuh jiwa hingga rasa bosan menjadi bosan untuk menguasai pemikiran pak Ben.

(Delia)

0 komentar:

Posting Komentar