Rabu, 30 Oktober 2013

On 19.25.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments


Semua gratis, termasuk kuliah, uang saku, akomodasi hingga kesehatan.
JAKARTA - Duta Besar Turki untuk Indonesia, Zekeriya Akçam, mengajak warga negara Indonesia (WNI) untuk menuntut ilmu ke negerinya. Pemerintah Turki setiap tahunnya memberikan kesempatan kepada lebih dari 100 siswa asal Indonesia untuk kuliah di Turki melalui program beasiswa.
Beasiswa ini mencakup semua biaya, termasuk kuliah, uang saku bulanan, akomodasi, hingga tunjangan kesehatan. Demikian kata Zekeriya, ketika ditemui VIVAnews pada Selasa malam (29/10) di Ballroom Hotel Shangri-La dalam perayaan hari jadi ke-90 Turki.
"Kami memberikan lebih dari 100 beasiswa bagi WNI supaya mereka bisa belajar di Turki. Beasiswa ini tersedia untuk berbagai jenjang pendidikan, yakni sarjana dan pasca sarjana," kata dia.
Menurut informasi dari laman Pemerintah Turki, besaran uang saku per bulan yang diterima yakni 500 lira Turki atau setara Rp2,7 juta untuk program diploma dan sarjana, 750 lira Turki atau Rp4,1 juta dan 1.000 lira Turki atau Rp5,5 juta.
Sementara itu, untuk biaya akomodasi, setiap mahasiswa dapat tinggal di asrama yang disediakan oleh kampus mereka secara gratis. Namun, apabila mereka ingin tinggal di luar asrama, biaya itu harus ditanggung pribadi.
Ditanya VIVAnews soal perlunya penguasaan Bahasa Turki untuk meraih beasiswa itu, Zekeriya, menyebut hal itu tidak perlu. "Bahasa Turki akan Anda pelajari selama setahun nanti di sana, usai dinyatakan lolos," kata Akçam.
Tenggat waktu untuk pengajuan beasiswa pada tahun selanjutnya, menurut Zekeriya, ada pada bulan Maret dan Mei 2014. Dia menjamin, semua pelajar asing yang berkuliah di Turki akan merasa aman.
Bahkan, unjuk rasa besar-besaran yang sempat mencuat di Istanbul karena menentang penebangan pohon-pohon di Taman Gezi, dianggap sebagai isu yang dilebih-lebihkan oleh banyak media.
"Peristiwa kemarin hanya terjadi di area seluas 500 meter. Tidak semua warga Turki khawatir soal kerusuhan itu. Demonstrasi kemarin awalnya bermula dari niat penebangan dua atau tiga pohon saja, namun tiba-tiba para pengunjuk rasa memanfaatkan isu itu untuk menuntut hal lain," paparnya.
Saat ini, Akçam melanjutkan, kondisi di Turki dalam keadaan aman. Sementara itu, ketika ditanya soal jumlah siswa Turki di Indonesia, dia mengaku masih sangat sedikit.
"Kami hanya memiliki satu siswa asal Turki di sini. Itu pun karena dia memperoleh beasiswa budaya dari Pemerintah Indonesia," ujarnya.
Mahasiswa Turki itu tengah berkuliah di Bandung. Ditanya penyebab sedikitnya jumlah pelajar asal Turki yang datang ke Tanah Air, Akçam menyebut kesempatan yang diberikan Pemerintah Indonesia bagi pemuda Turki belajar di sini masih sedikit.
"Tapi, kedua pemerintahan sudah menandatangani kesepakatan di bidang pendidikan, sehingga kami berharap jumlahnya pada tahun-tahun mendatang akan terus meningkat," kata Akçam. (art/vivanews)

Selasa, 22 Oktober 2013

On 21.14.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments



1) Ada cerita 'lucu' tentang teman yg alergi dg PKS..

2) Teman sy ini alergi berat dg semua yg berbau PKS. Sy sering diskusi dg teman ini, & tdk berbeda jauh dg haters pada umumnya.

3) Beliau ini tipikal haters yg sdh tercuci otaknya oleh media, sangat yakin dg kebenaran berita di media.

4) Hingga kadang ustadz PKS pun jadi "sasaran tembak".

5) Tapi kali ini dia kena batunya. Beberpa hr lalu ia mengadakan hajatan dan sy ikut hadir.

6) Ia mengundang seorang ustadz yg sering muncul di media elektronik mengisi tausyiah2.

7) Dg bangga ia bercerita mengenai kekagumannya terhadap ustadz tsb & betapa seringnya ia mengundang ustadz tsb.

8) Ketika acara selesai, sang ustadz melihat sy & dg serta merta langsung menyapa saya dg ramah dan memeluk saya.

9) Kami berbincang2 krn sdh lama tdk bertemu, teman sy kaget campur bingung.

10) Setelah sang ustadz pulang, sy ceritakan ke dia, bhw ustadz tersebut termasuk org yg paling awal berada di jamaah PKS.

11) Teman sy terlihat sekali mukanya berubah, nampak malu, selama ini ia tdk sadar, bhw ustadz yg dia bangga2kan itu adalah kader PKS.

12) Sangat terlihat ia kaget, ternyata mindset yg terbentuk di benaknya jauh dg kenyataan yg dia hadapi tentang kader PKS.

13) Sang ustadz adalah seseorang yg selalu menolak dibayar jika ceramah untuk kegiatan2 sosial, sy tahu persis itu.

14) Begitulah, seandainya sang ustadz di awal2 perkenalannya dg sang teman ini sdh diketahui sbg kader PKS...

15) ...tdk pernah diundang apalagi sampai dibangga2kan olehnya.

16) Tp krn ia tdk pernah mengetahui latar belakang sang ustadz, maka selamatlah sang ustadz dari prasangka awal yg sdh tertanam.

17) Malah sekarang menjadi kebanggannya, itulah hikmah tak kenal maka tak sayang dan bahaya penggiringan opini oleh media.


*by Admin @PKSbicara on twitter

Rabu, 16 Oktober 2013

On 23.01.00 by PKS Lampung Selatan in    No comments
 
Headline
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam - (Foto : inilah.com)

INILAH.COM, Jakarta - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid menilai Sekretaris Kabinet Dipo tidak fokus dalam bekerja karena mencampuri urusan PKS.

Untuk itu, PKS meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menegur Dipo Alam karena tidak bisa menjalankan tugas pokoknya sebagai Sekretaris Kabinet (Seskab).

Sebagaimana diberitakan, Dipo Alam menyarankan PKS untuk segera mempercepat pelaksanaan Munas guna mengganti Presiden partai yang kini dijabat Anis Matta. Menurut Dipo, dengan mengganti Anis, borok-borok PKS akibat kasus korupsi bisa dibersihkan.

Menurut Hidayat, statemen Dipo Alam sudah terlalu jauh melampaui tupoksi (tugas pokok dan fungsi) sebagai Seskab. Padahal, sebagai pembantu Presiden SBY ada banyak hal yang harus dia selesaikan.

"Misalnya, membantu koordinasi antarmenteri, hingga permasalahan TKI, dimana empat warga Indonesia ditembak di Malaysia," ujar Hidayat dalam keterangan persnya kepada INILAH.COM, Kamis (17/10/2013).

Hidayat justru mempertanyakan maksud Dipo menyarankan percepatan Munas tersebut. Ditambah lagi, Dipo juga mengaku berkomunikasi dengan kader-kader muda PKS yang konon resah dan siap mengambilalih kepemimpinan PKS.

"Apakah dia ingin memecah belah internal PKS? Ini serius, Pak SBY harus menegur Seskab. Apalagi kalau Dipo berhubungan dengan aktivis PKS memakai jam kerjanya sebagai Seskab. Padahal Pak SBY sudah mengingatkan para pembantunya untuk fokus bekerja. Kalau perlu jangan pulang sebelum selesai," tandas Hidayat.

Hidayat menambahkan, Dipo Alam tidak perlu mencemaskan soliditas kader-kader PKS. Kader dan pengurus PKS hingga lini terbawah terbukti solid. Tidak ada eksodus beramai-ramai, menyusul satu-satunya kasus dugaan korupsi yang kini masih dalam proses persidangan.

"Pilkada di banyak tempat, PKS menang. Kalau tidak menang, masuk tiga besar. Pilgub Jawa Barat, Sumatera Utara dan di banyak kabupaten termasuk yang terkahir di Karanganyar," jelas Hidayat.

Selain itu, lanjut Hidayat, ketika mengumumkan daftar calon sementara (DCS), KPU meminta masukan dari masyarakat. Hasilnya, KPU mengungkapkan, tak ada kader PKS yang mempunyai masalah dari sisi hukum.

"Kader PKS yang diajukan oleh masyarakat tidak dianggap memiliki masalah hukum. Presiden PKS tidak mencalonkan. Pak LHI juga tidak. Lalu kenapa dikait-kaitkan?" jelasnya.

Hidayat sendiri merasa heran mengapa Dipo Alam tiba-tiba menaruh perhatian pada kondisi rumah tangga PKS hingga menyarankan kepada PKS untuk mempercepat Munas.

"Apakah ada bisikan dari Bunda Putri untuk menyampaikan usulan itu? Kalau demikian, ini tentu menjadi pertimbangan serius. Karena Bunda Putri ini kan sangat dahsyat, sampai-sampai Pak SBY perlu menggelar jumpa pers," sentil Hidayat.[jat]

Kamis, 03 Oktober 2013

On 06.39.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments

Tidur dengan lampu mati - ilustrasi (foto Hajrimz)
"Padamkanlah lampu di malam hari apabila kamu akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana-bejana dan tutuplah makanan dan minuman" (HR.Muttafaq'alaih).

Rasulullah mensabdakan itu lebih dari 14 abad yang lalu. Ternyata, di abad modern ini baru diketahui manfaat medis dari tuntunan Rasulullah untuk memadamkan lampu ketika hendak tidur.

Seperti ditulis Ustadz Yusuf Mansur, ahli biologi Joan Robert mengungkapkan bahwa tubuh baru bisa memproduksi hormon melatonin ketika tidak ada cahaya. Hormon melatonin ini adalah salah satu hormon kekebalan tubuh yang mampu memerangi dan mencegah berbagai penyakit, termasuk kanker payudara dan kanker prostat. Orang yang tidur dalam kondisi gelap, maka tubuhnya bisa memproduksi hormon ini.

Sebaliknya, tidur dengan lampu menyala di malam hari, sekecil apapun sinarnya menyebabkan produksi hormon melatonin terhenti..

Pentingnya tidur di malam hari dengan mematikan lampu juga diteliti oleh para ilmuwan dari Inggris. Peneliti menemukan bahwa ketika cahaya dihidupkan pada malam hari, bisa memicu ekpresi berlebihan dari sel-sel yang dikaitkan dengan pembentukan sel kanker.

Sebuah konferensi tentang anak penderita leukimia yang diadakan di London juga menyatakan bahwa orang bisa menderita kanker akibat terlalu lama memakai lampu waktu tidur di malam hari dibandingkan dengan yang tidak pernah memakai lampu waktu tidur.

Subhanallah... demikian luar biasa tuntunan Rasulullah. Setelah berabad-abad, hikmah medisnya baru terugkap. Wallahu a’lam bish shawab. [Sumber: Fan page ustad Yusuf Mansyur]