Jumat, 06 Mei 2016

On 20.54.00 by PKS Lampung Selatan in , ,    No comments
Penengahan (07/05) Suatu kesepatan Rosululloh berdiri diatas bukit, ia berseru memanggil warga Qiraisy, dalam hitungan detik segera mereka berkumpul, lalu beliau berkata, " jika aku katakan, bahwa dibalik bukit ini ada pasukan yg akan menyerbu mekah, apakah kalian percaya ?" mereka menyambutnya dengan penuh kepercayaan " kami tidak pernah menemukan engkau berusta" seru Abu Jahal. Begitulah ketsiqohan masyarakat mekah padanya. Tidak ada seruan dari lisannya kecuali masyarakat pasti menyambut dan meyakininya, BahkanTidak ada sikap dan tundakan yang dilahirkan kecuali mereka menerima dan membenarkannya.

Oleh karenanya, Bagi bani Bani Hasyim dan Bani Mutholib, Sosok Muhammad adalah simbul/Icon. Top figur, idola,  kebanggaan, identitas,  bahkan izzah (harga diri) bagi klannya. Karena Ketampanan dan kelembutannya, kekayaan dan kedermawanannya, keberanian dan keadilannya,  kebijakan dan kecerdasannya, kesabaran dan keteguhannya, semua berkumpul dan melekat pada dirinya. Bahkan tidak ada urusan yang di serahkan padanya, kecuali mereka merasa puas lagi ridho terhadap putusannya. Kebanggaan ini sampai pada puncaknya, hingga gelar " Ashshodiqul Amiin " (yang benar dan terpercaya) di sematkan padanya ( sebuah gelar yang belum pernah diberikan kepada siapapun sepanjang masa).

Karena  itulah dua kabilah ini (hasyimi dan bani mutholib)memberikan perlindungan penuh atas diri beliau. Dibawah komando Abu Tholib (paman) seluruh keluarga besarnya menjadi benteng pelindung dakwahnya ( dengan mempertaruhkan harta dan jiwa mereka) Meskipun sebagian mereka tetap dengan kekafirannya.

Sifat ashobiyah ini yang pada perjalanannya dimanfaatkan Nabi Saw untuk sebesar besarnya bagi kepentingan dakwah. Ust Hilmi Aminuddin menyebutnya sebagai " minzolah" ( payung/pengayom) dakwah. Berbagai upaya persuasif kaum kafir untuk menghentikan dakwah tidak membuahkan hasil. Bahkan beberapa kali upaya pembunuhan dapat digagalkan karena perlindungan yang diberika Abu Tholib. Akhirnya dilancarkan Pemboikotan, di kediaman Bani Kinanah, Mereka bersepakat tidak akan membela, tidak berhubungan dan tidak berjual beli, dg kabilah yg melindungi rosul. Kelaparan dan penderitaan ini mereka tanggung selama 3 tahun. Para sahabar menuturkan mereka hanya makan dedaunan. Hingga Alloh mengirim tentaraNya (rayap) yang memakan lembar perjanjian yang disimpan di dlm ka’bah.


Demikian juga halnya Khadijah binti Khuailid (ummul mukminin) selain sebagai istri pertama baginda nabi, bersama keluargan besarnya juga membela nabi, beliaulah orang pertama yg menerima Islam, wanita pertama yang masuk islam, mengorbankan hartanya untuk islam.

Bahkan bersama keluarganya memberikan pembelaan pada islam. Adalah Hakim bin Hizam (keponakan Khadijah) yang sentiasa mengirim bahan makanan selama pemboikotan (meskipun terbatas). Hingga akhirnya masuk tahun ke 10 kenabian, kedua manusia perkasa itu ( Abu Tholib bin Abdul Mutholib & Khodijatul Kubro) di panggil Alloh SWT dalam waktu yang hampir besamaan (berselang 3 hari). Kepergiannya bukan hanya mengguncang jiwa Rosululloh, tapi juga merubah peta politik Mekah. Abu Lahab (paman nabi) yang sejak awal membelot ke fihak kafirin, melakukan "munaslub partai Mutholib" dan berhasil Mengambil alih kursi pimpinan kabilahnya. Hal ini mengakibatkan pecahnya dukungan Bani Hasyim pada rosululloh. Ini juga menjadi beban baru bagi rosul dan dakwah.

Melemahnya payung dakwah ini, juga meningkatkan eskalasi penyiksaan kepada kaum muslimin bahkan kepada diri Rosululloh. sampai-sampai orang awam pun berani meludahi nabi, melempar kotoran unta dan meyiram pasir ke kepala nabi bersujud di depan ka’bah. Fatimah Azzahta tak dapat menahan air matanya menangis sambil mebersihkan kepala ayahandanya (HR Buhori).

Upaya efakuasi dan ekspansi dilakukan untuk menghinfari tekanan dan menyelamatkan agama ini dg hijrah ke habasyah. Gelombang pertama dipimpin Utsman bin Affan dan Ruqayyah binti Rosululloh bersama 16 muslimin, dan gelombang ke dua diikuti 68 orang. Sedangkan Rosululloh sendiri mencoba mencari dukungan bersama Zaid bin Haritsah, menempuh perjalanan 60 km menuju Thoif. Karena di sana beliau memiliki kerabat, namun sayang tidak membuahkan hasil, bahkan mendapat intimidasi (siksaan dan tekanan).

Pernikahan Rosul dg Saudah Binti Zam’a (janda sahabat Sakran yang wafat saat hijrah ke habasyah) memberi kekuatan tersendiri. Selain mengokohkan rumah tangga nabi, dg mengasuh Fatimah dan Ummu Kulsum. Juga mencari dukungan dari keluarga besar bunda Saudah (bani Najjar dan Bani Amir). Demikian juga kehadiran Aisyah dalam rumah tangga rosul (tiga tahun kemudian). Atas saran Khaulah binti Hakim. Hingga menguatkan dukunga dari kabilahnya Abu Bakar (Bani Taim). Namun kekuatan sekutu kafir Quraisy lebih besar, sehingga tekanan pada rosul dan kaum muslimin tak kunjung surut bahkan semakin masif.

Pada puncak tekanan dan kelemahan dukungan inilah, Jibril menjemput rosul untuk misi spiritual. Perjalanan Isro’ Mi’roj. Rosul Saw dibawa keluar dari daratan yang menyesakkan dada. Menuju jagad raya yang tak terbatas. ( astronom Edwin Hubble menyebutkan temuannya, bumi ini berada di galaksi Bmasakti bersama dg 30 milyar benda angkasa lainya, Bima sakti sendiri memiliki diameter 100 juta tahun cahaya. Dan di jagad raya ini terdapat lebih dari 100 milyar galaksi). Sebuah petualangan luar angkasa yang luar biasa, hingga bertemu dengan singgasana agung, dan beraudiensi langsung dengan pencipta dan pemilik jagad ini, dari balik hijab.

Hikmah yang luar biasa, rosululloh melihat dan merasakan langsung keagungan Alloh Azza wa Jalla. Hingga bumi dan isinya ini jadi sangatlah kecil, bahkan penderitaan yang dialaminya ini tidak berarti apa-apa dihadapan Robbul Jalal. Syekh Romadhan Al Buthy dalam sirohnya menyebutkan, dengan petualangan ini menguatkan hati rosul untuk hanya bergantung pada Alloh yang Maha Agung. Sehingga kepergian para pembela dakwah tidak melemahkan perjuangannya.

Demikian juga dengan perintah sholat yang dibawa pulang dr perjalanan malam ini, memiliki kekuata atsar baik bagi jiwa, jasmani dakwah bahkan lingkungan (baca: H. Komiruddin Lc, ttg Sholat). Wallohi ’alam. Semoga bermanfaat,

Sumber : Mas TOP (Muhamamd Taufiq / Wakil Ketua DPD PKS Lampung Selatan)


0 komentar:

Posting Komentar