Senin, 15 Februari 2016

On 18.48.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments

Natar - Suatu hari di sebuah masjid ba'da shalat maghrib seorang bapak nyeletuk,  "Pusing saya, lihat anak anak. Bukannya ngaji tapi mala main game. Coba sih ustadz cari guru ngaji. Enggak apa kita bayar".

" Loh, yang ngajar selama ini kemana?"  Tanya saya.

"Sudah sibuk ustadz, ngurusin bisnis. Enggak sempat lagi. Sudah jarang di rumah"  Jawab dia sekenahnya.

" Kali selama ini ustadz tersebut tidak mendapat perhatian dari pengurus masjid. Misalnya insentip mengajar. Wajar dong dia cari penghidupan untuk memenuhi keperluan rumah tangganya. Ustadz jugakan manusia" Bela saya sambil bercanda.

"Ia sih ustadz. Tidak ada insentif khusus. Tapi saya yang menitipkan anak untuk diajar mengaji tetap memberi, walaupun secara perorangan". Sahutnya setengah kecewa.

Kejadian nyata diatas sering kita alami di lingkungan kita. Seorang ustadz atau aktivis dakwah yang tadinya semangat membina jamaah dan mengajar ngaji anak anak  hilang dari peredaran dakwah karena sibuk dengan urusan maisyah (penghidupan). Bahkan kadang kepentingan dakwah harus jadi korban demi mengejar target duniawi.

Tentu kita tidak menyalahkan seorang ustadz 100% sebab bagaimanapun juga dia wajib memenuhi kebutuhan hidupnya.

Namun yang harus diingat bahwa " Kita adalah da'i (juru dakwah) sebelum segala sesuatu".

Kita adalah da'i sebelum menjadi guru. Jangan sampai kesibukan mengajar menjadi penghalang dari berdakwah

Kita adalah da'i sebelum menjadi pegawai. Jangan sampai kesibukan kerja menjadi penghalang dari berdakwah

Kita adalah da'i sebelum menjadi pengusaha. Jangan sampai kesibukan mengejar target menjadi penghalang dari berdakwah

Kita adalah da'i sebelum menjadi birokrat. Jangan sampai kesibukan rapat dan loby loby  menjadi penghalang dari berdakwah

Kita adalah da'i sebelum menjadi anggota dewan. Jangan sampai kesibukan kunjungan kerja menjadi penghalang dari berdakwah

Kita adalah da'i sebelum menjadi petani. Jangan sampai kesibukan bercocok tanam menjadi penghalang dari berdakwah

Kita adalah da'i sebelum menjadi saudagar. Jangan sampai kesibukan menghitung laba dan tagihan hutang menjadi penghalang dari berdakwah

Kita adalah da'i sebelum menjadi polisi, tentara, buruh, tekhnisi, presenter, trainer dan apapun propesi kita. Jangan sampai kesibukan bekerja dan mengejar obsesi duniawi menjadi penghalang dari berdakwah

Kita adalah da'i sebelum segala sesuatu.

#Catatan_Harian_Sang_Pengembara

Sumber : Ustad Komiruddin Imron

0 komentar:

Posting Komentar