Jumat, 21 Maret 2014

On 04.58.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments


Bandar Lampung - Setelah sukses memutihkan Gelora Bung Karno Jakarta pada kampanye perdana 16 Maret yang lalu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) siap untuk memutihkan Lampung. Sesuai jadwal, PKS akan melakukan kampanye terbuka besok Sabtu 22 Maret 2014 di GOR Saburai Bandar Lampung.

Koordinator Panitia Kampanye PKS Lampung Yusuf Effendi mengatakan saat ini PKS sedang mempersiapkan diri menyambut kehadiran Presiden PKS Anis Matta. “Presiden Anis Matta akan ditemani Sekjen PKS Taufik Ridlo serta tim dari DPP PKS”, kata Yusuf, Kamis (20/3).

Di Lampung nanti, Anis Matta akan menggelorakan dan membakar semangat kader PKS Lampung untuk meraih posisi tiga besar. Kesuksesan kampanye perdana di GBK Jakarta membuktikan kader PKS solid dan siap berjuang pada pemilu nanti.

Yusuf berharap semangat kader saat memutihkan GBK Jakarta akan menular juga ke kader-kader PKS di Lampung. “Antusiasme kader cukup luar biasa. Saat diumumkan bahwa kampanye terbuka akan menghadirkan presiden PKS Anis Matta, seluruh kader PKS seLampung langsung bersiap diri menyambut beliau. Kader PKS Lampung tidak ingin kalah semangat dengan kader di Jakarta,” ujar Yusuf.

*http://lampost.co/berita/pks-lampung-siap-putihkan-gor-saburai

Senin, 17 Maret 2014

On 22.33.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments


Islamedia - Ada hal-hal yang mungkin tidak bisa dilakukan partai lain saat kampanye perdana digelar, Minggu (16/3), tetapi sukses dilakukan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Selain jumlah massa yang mencapai 120 ribu di dalam stadion dan sekitar 30 ribuan yang tidak bisa memasuki stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, PKS juga menyiarkan kampanye itu secara langsung melalui tv streaming.
  
Siaran streaming televisi melalui situs www.pkstv.com tersebut ternyata ditonton oleh hampir 22 ribu pengunjung. "Alhamdulillah, siaran langsung kampanye tersebut juga ditonton di 23 negara, selain Indonesia," tutur Sekretaris Bidang Humas DPP PKS Dedi Supriadi.
 
 

Dedi menuturkan, memang sebagian besar penonton dari Indonesia, yaitu mencapai 19 ribu pengunjung, namun adanya pengunjung dari 23 negara lain adalah hal luar biasa. "Kami mencatat dari data Google Analytics, ada penonton yang cukup besar di Australia, Singapura, Arab Saudi, Malaysia, Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan bahkan di Taiwan ada 51 penonton saat kampanye GBK tersebut," ujar Dedi lagi. 
 

Dalam penjelasannya, Dedi menyebut siaran televisi via internet di www.pkstv.com dilakukan setiap hari selama 24 jam. PKS biasanya juga menyiarkan secara langsung acara-acara partai yang dihadiri pimpinan. "Bahkan konferensi pers pun umumnya kami siarkan secara live," ujar pria yang juga caleg DPRD DKI dari daerah pemilihan Jakarta Pusat ini.




[pkspiyungan.org]

On 21.56.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments


Oleh Detti Febrina
(mantan wartawan) 

Kampanye perdana dan tepat hari pertama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Gelora Bung Karno (GBK), sebagaimana ungkapan Presiden PKS Anis Matta, gamblang dan terang menjadi moment of truth.

Moment of truth bahwa PKS masih solid. Bahwa lebih dari 150 ribu orang yang tumpah ruah di GBK Ahad (16-04) itu siap berpegang tangan menghadapi badai, bukan hadir semata demi nasi bungkus atau satu dua lembaran rupiah.

Bahwa kader PKS justru siap bertarung di Pemilu 2014 dengan lebih konfiden (takbir!).

Pemberitaan pun massif. Untuk momen sebesar itu, kerja Tim Humas DPP untuk menggulirkan apa yang memang layak dan harus diberitakan juga tampaknya menjadi moment of truth tersendiri (3 jempol untuk Kahumas Mardani Ali Sera, Dedi Supriadi dkk).

Tim rilis dan preskon, PKSTV, RelawanPKSFoto, serta tiap detail lini dokumentasi dan relasi media terkoordinasi rapi. Tim Humas Lampung termasuk yang beruntung berangkat nyaris full team dan mendapat workshop learning by doing. Moment of truth pula bahwa kampanye PKS di GBK berhasil bikin down sinyal BTS (haha..).

Namun, suksesnya kampanye GBK dari kacamata internal PKS tentu tak bisa selalu - diharap-harap -kongruen dengan apa yang ditangkap dan dihidangkan oleh media.

Mari simak beberapa contoh menarik berikut ini.

Banyak Bayi dan Anak Ikut Kampanye PKShttp://megapolitan.kompas.com/read/2014/03/16/1130148/Banyak.Bayi.dan.Anak.Ikut.Kampanye.PKS

Duh, Banyak Anak-Anak Ikut Kampanye PKS Di GBKhttp://news.detik.com/read/2014/03/16/131154/2527107/1562/duh-banyak-anak-anak-ikut-kampanye-pks-di-gbk

Kampanye PKS Di GBK Ditonton Live di 24 Negarahttp://m.okezone.com/read/2014/03/17/568/956397/kampanye-pks-di-gbk-ditonton-live-di-24-negara

Kampanye Pertama PKS di GBK Sebabkan Jalanan Macethttp://video.liputan6.com/main/read/204/2023528/0/kampanye-pertama-pks-di-gbk-sebabkan-jalanan-macet

PKS Kampanye Di GBK Tiap Orang Wajib Bawa Kantong Plastikhttp://suara.com/news/2014/03/16/091457/pks-kampanye-di-gbk-tiap-orang-wajib-bawa-kantong-plastik/

Angle lain juga bertaburan di berbagai media. Kader PKS yang sebagian besar melek media, bukan hanya mengikuti namun dengan setia mengritisi.

***

Apa yang salah dengan pemberitaan di atas? Bukankah detik.com dan Kompas menyajikan fakta bahwa anak-anak ikut dalam kampanye? Bukankah benar akibat kampanye, jalanan macet?

Sekali lagi mengingat kader PKS melek media, maka tak lelah ajakan untuk terus menyelami media dengan metoda yang lebih literatif. Kritis, namun berusaha bijak menempatkan sudut pandang.

Mari selalu mengingat bahwa framing (pembingkaian) media adalah adagium tak terelakkan. Bahwa walaupun realitasnya sama, antara satu media dengan media lain bisa mengambil sudut pandang berbeda. Begitulah media harus menyederhanakan realitas yang kompleks, maka keterbatasan laman menjadi alasan klasik.

Mengapa detik.com dan Kompas tidak sedikit lebih tekun mengangkat angle tersedianya Tempat Penitipan Anak (TPA) di kampanye PKS di GBK atau bahkan apresiasi Bawaslu terhadap fasilitas tersebut, alih-alih mengangkat isu yang berulang tentang kehadiran anak-anak di kampanye.

- Begitu banyak angle yang unusual di kampanye GBK: 150 ribu massa tapi tiada rumput yang terinjak, 3333 kantong plastik dan pasukan semut pemungut sampah, siaran live streaming yang ditonton di 24 negara, dan kehadiran tempat penitipan anak di sebuah kampanye parpol (?? selevel Kompas dan detik.com masih ambil angle yang usual/ordinary? Ah, pembaca patut kecewa ...) -

Wajar pula jika kemudian framing kampanye PKS dengan sangat literatif dikomparasi dengan berita yang muncul pada hari yang sama, pada media yang sama, dari parpol yang berbeda: Kampanye PDI-P, Anak-anak Ikutan Teriak Jokowi Presidenhttp://megapolitan.kompas.com/read/2014/03/16/1603150/Kampanye.PDI-P.Anak-anak. Ikutan.Teriak.Jokowi.Presiden

Bukankah sama menyertakan anak-anak, tapi tone judul maupun konten beritanya, rasa bahasanya, bisa sangat-sangat berbeda? Atau perhatikan bagaimana redaksi detik.com merasa perlu menambahkan "Duh" pada judul berita. Mungkin ada mahasiswa Ilmu Komunikasi yang berminat menjadikan framing berita penyertaan anak-anak dalam kampanye ini sebagai bahan penelitian menarik :).

Soal ini, ada kawan jurnalis di Lampung yang balik meradang jika kader PKS mengritisi, mengecam berita-berita yang dianggap timpang. Kader PKS dianggap reaktif. Tidak bisa menerima kenyataan bahwa yang disajikan adalah fakta. Kawan, mungkin kita berada di ujung satu dan ujung lainnya untuk sama-sama menemukan keseimbangan.

Ahli komunikasi Murray Edelman (1977) sudah sejak jauh hari menyampaikan postulat bahwa media melakukan framing karena ia punya konstruksi, ideologi, dan politiknya sendiri. "Yang kita jual bukan sekedar kertas. Apa yang ada di kertas itulah yang berharga," demikian ujar salah satu pimpinan redaksi media di Lampung pada kami.

Berharap media berenang di ruang hampa, apalagi berharap objektifitas ala ruang hampa itu membuat mereka hanya memberitakan yang baik-baik, tentu sangat absurd.

"Tak berharap media selalu menyanjung-nyanjung. Cukup berlaku objektif saja," tukas seorang teman. Objektifitas - apalagi dalam situasi 'perang politik' seperti sekarang memang terasa nisbi.

"Mengapa" media melakukan itu - meletakkan objektifitas di kotak terkunci - akan selalu jadi pertanyaan menggelitik. Namun dari sudut pandang pekerja humas, menyajikan realitas yang sangat bisa jadi memang tak terlihat oleh rekan pers justru menjadi tantangan tersendiri.

Mungkin fakta 3333 kantong sampah, rumput GBK yang tak terinjak, dll memang tak terlihat oleh 'mata batin jurnalistik' mereka. Mungkin mereka memang sedang berjuang menghidupkan 9 elemen jurnalisme Bill Kovach, kritis dan meniadakan semua sudut pandang ala PR partai. Mungkin.

Pada akhirnya ajakan untuk memaklumi dan memaafkan media perlu dimaknai sebagai upaya konstruktif. Bukan fatalis. Mari kritis, namun berdamailah.

Dan untuk tiap pendapat selalu ada ruang tak setuju. Namun di hari-hari ini, fokus padamoment of truth kemenangan pasca 9 April 2014 tentu jauh lebih penting.

Setuju?

[Sebagai catatan, baik detik.com maupun Kompas juga beberapa menyajikan thread berita kampanye PKS dengan tone netral, kok]


*Detti Febrina | @dettife Ketua Bidang Humas PKS Lampung (mantan wartawan)
On 21.42.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments


Suara.com - Kampanye perdana Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang diselenggarakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Minggu (16/3/2014) lalu, berhasil mencapai target, yakni memenuhi semua sudut stadion.

Berkumpulnya kader dan simpatisan PKS yang hampir berjumlah 150 ribu orang itu diakui telah memakan duit yang banyak. Darimana sumber dananya?

Biaya yang digunakan untuk sewa bus, menyiapkan makan siang, dan membuat perlengkapan kampanye, kata Presiden PKS Anis Matta, berasal dari uang pribadi kader dan simpatisan PKS sendiri.

“Dana kampanye konsepnya patungan, misalnya ada yang menanggung biaya bus, makan dan lain-lain,” kata Anis dalam surat elektronik yang diterima suara.com.

Hal itu dibenarkan oleh salah satu peserta kampanye, Mukhtar (59).

Dengan memacu motor tua, lelaki ini bertekad sampai di SUGBK untuk mengikuti kampanye perdana PKS. Tanpa diberi uang, Mukhtar membiayai sendiri keperluannya.

“Sejak selepas Subuh saya sudah siap-siap ke Senayan, dua jam perjalanan dari rumah. Saya cinta PKS, mas,” katanya.

*http://suara.com/news/2014/03/18/090204/sumber-dana-kampanye-besar-besaran-pks-di-senayan-terungkap/
On 17.21.00 by PKS Lampung Selatan in , ,    No comments


Partai Keadilan Sejahtera (PKS) benar-benar membuktikan janjinya untuk memutihkan stadion GBK Jakarta. Kampanye perdana hari Minggu kemarin (16/3/2014), ratusan ribu kader dan simpatisan PKS memadati stadion terbesar di Indonesia ini.

Massa yang menyemut ini bahkan tak bisa tertampung di tribun stadion. Hal yang membuat decak kagum berbagai pihak. Chief Editor ANTV, Uni Lubis. Lewat akun twitternya @unilubis berkomentar, "cuma mrk yg bisa penuhi GBK dg kader dan simpatisan".

Reporter @TvOne_News yang meliput juga tercengang, "Saya benar-benar saksikan semua tribun GBK terisi penuh massa PKS sebagaimana kampanye pemilu sebelumnya".

Seperti apa suasana, kemeriahan, dan aura kemenangan PKS saat berhasil 'Taklukan GBK' ini? Saksikan film dokumentasi besutan anak-anak muda PKS penuh kreatif, GK, Generasi Kreatip, yang dikemas secara apik, epic, dan spektakuler.

Video dibawah ini baru Trailernya, saksikan kemegahan dan kedahsyatannya!!!

 

LINK video: http://www.youtube.com/watch?v=tvjOADNIg1k
On 17.19.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments


Oleh Dr. Amir Faishol Fath 
Pakar Tafsir Al-Qur'an

1. Seandainya mereka tahu bagaimana indahnya pertemuan Kader PKS tgl 16 Maret di GBK, mereka akan dukung PKS. 

2. Saya menangis ketika melihat menyanyi : Ayo bersama kobarkan semangat Indonesia, PKS nomer tiga, PKS tetap di hati. 

3. Seharusnya semua umat Islam bersatu mendukung kebaikan ini. PKS adalah karunia Allah untuk kebaikan Indonesia. 

4. Benar, saya katakan dg jujur, seandainya semua partai jujur ingin kebaikan bagi Indonesia niscaya mereka akan melebur menjadi PKS.

5. Ayo jujurlah ngurus Indonesia, dan bergabunglah dg PKS. Jika dengar fitnah ttg PKS lakukan Cek n recek agar tidak salah paham.

6. Saya katakan kpd PKS, bersyukurlah, jaga hati dari kesombongan, jaga kadernya yg menjadi pejabat negara jangan terlena dg dunia.

7. Ya Allah bukalah hati umat Islam negeri ini bahwa ada wadah terbaik untuk salurkan cita2nya untuk perbaiki negeri ini, yaitu PKS #menang

8. Wahai tokoh2 umat Islam negeri ini, jangan segera prasangka buruk kpd PKS, Lihat isi hati partai ini, mereka baik2 semua.

9. Sungguh saya melihat sendiri mereka jujur ingin membawa negeri ini kpd keberkahan dan kesejahtraan. 

10. Lihat di DPP PKS mereka kerja keras siang malam memikirkan bagaimana supaya bangsa ini dibanggakan dunia.

11. Sungguh saya tahu bahwa pendukung mereka orang-orang lemah, yg hanya bisa berdoa dan meteskan air mata.

12. Jangan segera terima apa kata orang & media berupa ejekan thdp PKS, tanyakan dulu kepada sumber aslinya agar tdk ikut dosa gosip. 

13. Sungguh PKS sejauh yg saya tahu telah mewakafkan dirinya untuk kejayaan Indonesia, sambutlah kahadirannya dg hati yg senang.

14. Jika anda melihat ada oknom yg menurut anda berbuat salah, segera beritahukan kepada PKS pasti ia akan segera lakukan tindakan.

15. Saya juga sama dg anda akan terus mendukung PKS selama ia tetap bersih dan komitmen memenuhi janjinya. 

16. Saya juga bagian dari bangsa ini yg sudah lama rindu Indonesia berdaya & bermartabat, dan saya melihat PKS spirit menuju ke sana.

17. Cari mana ada partai yg kadernya mau membayar iuran untuk partainya sampai Kader yg paling miskin sekaliipun, ini hanya di PKS.

18. Benar, PKS adlh karunia untuk Indonesia kalau anda umat Islam tdk mau dukung, lihatlah nanti Allah gerakan orang lain mendukungnya. 

19. Buka isi hati PKS anda akan temui satu kata: Cinta Indonesia, Cinta bangsa ini, Cinta kemanusiaan. 

20. Ya Allah bukalah hati saudara2ku agar melihat dg hati yg jernih kebaikan PKS.

21. Sungguh setiap pesan yg aku tulis di sini adalah tetesan airmataku, aku jujur aku memangis ketika menulis semua pesan ini.

22. Jangan minta uang kpd PKS, karena PKS hanya punya cinta kepada anda sebagai bangsa. 

23. Saya katakan kpd PKS, jangan bermain uang, jangan ajari Rakyat korup, karena Rakyat yg korup akan lahirkan pemimpin korup.


*sumber: dari twit beliau @amirfath

Rabu, 12 Maret 2014

On 22.47.00 by PKS Lampung Selatan in , ,    No comments


PKS akan putihkan stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Jakarta, Ahad 16 Maret 2014 jam 08.00 - 12.00.

Ribuan kader dan simpatisan akan hadir meramaikan even besar ini. Kamu salah satunya? Yuks siapin kostum, aksesoris dan tampil k3r3n buat ikutan Lomba Foto Selfie di acara itu yang diadain Relawan PKS Foto.

Caranya?

- follow twitter @relawanpksfoto
- mention foto selfiemu ke @relawanpksfoto dengan hashtag #PKSm3nang
- foto diunggah melalui smartphone 
- terakhir submit tanggal 16 Maret 2014 pukul 23.33 wib
- pengumuman pemenang tanggal 23 Maret 2014 pukul 13.33 wib

Dapatkan hadiah: kaos, buku, mukena, dan hadiah menarik lainnya.

AYO PUTIHKAN GBK DAN TAMPILIN FOTO SELFIEMU *\(^▼^)/*
On 22.45.00 by PKS Lampung Selatan in    No comments


Bagi Anda warga pemilih yang bingung menyalurkan suaranya karena sedang menjalankan tugas belajar, tugas kerja, atau pindah domisili di kota lain, ini Surat Edaran Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia tentang Surat Pindah Memilih (Model A.5-KPU) yang memungkinkan Anda bisa memilih. Pelajarilah.


Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia

Jakarta, 4 Maret 2014

Nomor   : 127/KPU/III/2014
Sifat   : Segera
Perihal : Surat Pindah Memilih (Model A.5-KPU)

Kepada, Yth.

1. Sdr. Ketua KPU / KIP Provinsi
2. Sdr. Ketua KPU / KIP Kabupaten Kota

SURAT EDARAN

Formulir Model A.5 KPU sebagaimana telah diatur di dalam Peraturan  KPU Nomor 9 Tahun 2013 dan Peraturan KPU Nomor 26 Tahun 2013 dikeluarkan oleh PPS (Panitia Pemungutan Suara) tempat asal. Selanjutnya kepada pemilih yang akan pindah tempat memilih diharuskan melaporkan kepada PPS dimana pemilih terdaftar di DPT (Daftar Pemilih Tetap) dan mengisi formulir pindah memilih (Model A.5-KPU).

Dalam rangka melayani pemilih, khususnya bagi pemilih yang sedang menjalankan tugas belajar, tugas kerja, atau pemilih yang pindah domisili di kota lain dan tidak memungkinkan untuk mendapatkan model A.5-KPU dari PPS asal, KPU Kabupaten/Kota dapat mengeluarkan Model A.55-KPU untuk pemilih yang bersangkutan dengan prosedur:

1. KPU Kabupaten/Kota memberikan formulir pindah memilih (Model A.55-KPU) kepada pemilih melalui PPS dimana pemilih ingin menggunakan hak pilihnya paling lambat 10 hari sebelum hari pemungutan suara.

2. KPU Kabupaten/Kota tujuan memastikan bahwa pemilih telah terdaftar pada DPT di tempat asal pemilih.

3. Pemilih wajib menyerahkan Model A.55-KPU kepada PPS tujuan paling lambat 3 hari sebelum hari pemungutan suara.

4. PPS dapat menentukan nomor TPS dimana pemilih tersebut akan menggunakan hak pilihnya dengan memperhatikan jarak tempat tinggal dengan TPS dan ketersediaan surat suara di TPS.

5. PPS mencatat atau mendaftar pemilih pindah tersebut ke dalam Daftar Pemilih Tambahan (Model A.4-KPU) dan menyerahkan kepada KPPS untuk diumumkan di TPS.

6. KPU Kabupaten/Kota tujuan agar menyusun dan merekap semua pemilih pindah memilih (Model A.5-KPU) dan mengirimkannya ke KPU Provinsi tempat asal pemilih.

7. Susunan pemilih yang dimaksud pada angka 6, memuat elemen NIK, Nama, Tempat Lahir, Tanggal Lahir, Alamat Asal, Kabupaten/Kota-Kecamatan-Desa/Kelurahan-TPS Asal, serta Kabupaten/Kota-Kecamatan-Desa/Kelurahan tujuan.

8. Melalui koordinasi KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota tempat asal pemilih pindah memberikan catatan “pindah memilih” pada kolom keterangan di DPT dimana pemilih tersebut terdaftar.

Demikian untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan.

Ketua KPU RI

ttd

HUSNI KAMIL MANIK


*sumber: http://matapublikpusat.wordpress.com/2014/03/12/surat-edaran-kpu-indonesia-tentang-surat-pindah-memilih-model-a-5-kpu/