Selasa, 16 Juli 2013

On 20.01.00 by PKS Lampung Selatan in    No comments


Jakarta - Dua anggota majelis hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta beda pendapat mengenai kewenangan jaksa penuntut umum pada KPK dalam perkara tindak pidana pencucian uang yang dilakukan terdakwa korupsi impor daging sapi Luthfi Hasan Ishaaq.

Hakim I Made Hendra dan Joko Subagio menilai, jaksa penuntut umum pada KPK tidak memiliki wewenang dalam mengadili perkara pencucian uang.

"Menimbang, soal kewenangan penuntutan penuntut umum pada KPK mengadili tindak pidana pencucian uang tidak bisa dilakukan. Karena penuntut umum KPK cuma bertugas sesuai undang-undang menuntut mereka hanya mengajukan penuntutan dalam tindak pidana korupsi," kata Hakim anggota I Made Hendra, saat membacakan putusan sela di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (15/7/2013).

Hakim Made Hendra mengatakan, sesuai undang-undang, memang KPK memiliki wewenang mengusut tindak pidana pencucian uang yang diketahui atau patut diduga berasal dari tindak pidana korupsi. Tetapi, yang berwenang menuntut perkara itu adalah jaksa pada Kejaksaan Tinggi atau Kejaksaan Agung.

Sementara itu, Hakim Joko Subagio mengatakan, perbedaan pendapat itu menjadi sebuah kesatuan dalam putusan sela.

Atas perbedaan pendapat dalam putusan sela itu, Jaksa Muhibbudin mengatakan akan mengajukan perlawanan. "Akan kami ajukan perlawanan kami sekaligus dalam surat tuntutan," kata Muhibbudin.

Hakim Ketua Gusrizal Lubis menjadwalkan sidang lanjutan pada Senin (22/7/2013) pekan depan, dengan agenda pemeriksaan saksi. [mvi/inilah]

Sabtu, 13 Juli 2013

On 03.59.00 by PKS Lampung Selatan in , ,    No comments

Murtiningsih guru SMPN 2 Merbau mataram lampung selatan, dedikasi dan komitmen terhadap anak didik tidak diragukan lagi, dengan kondisi kaki harus diamputasi sejak 2005, murtiningsih tetap mendidik siswanya ke sekolah dengan waktu tempuh sekitar 50 menit, menggunakan motor modifikasi roda 3. Bahkan tetap sanggup mengajar di 3 sekolah yang berbeda.
Komitmen dan dedikasi murtiningsih yang biasa disapa bunda, mendapat apresiasi dari DPD partai keadilan sejahtera ( PKS ) lampung selatan, dengan memberi penghargaan tertinggi, “ PKS AWARD 2013”. Dengan kategori perempuan berdedikasi dan inspiratif, dalam rangka hari kartini dan HARDIKNAS 2013. PKS award diserahkan langsung oleh ketua DPD PKS lam-sel Antoni Imam, S.E. yang juga wakil DPRD Lam-sel. Didampingi ketua komisi D bid.pendidikan  M.Nurdin, senin  4 mei 2013 di merbau mataram.

Antoni Imam menjelaskan, PKS AWARD 2013 diberikan dalam rangka memperingati hari kartini dan pendidikan nasional 2013. Pemberian PKS AWARD, diberikan hanya kepada orang/lembaga yang berkomitmen, berdedikasi dan pengabdian luar biasa. Syarat mendapatnya sangat ketat, kami melakukan survei 5 bulan dengan melibatkan media dan lembaga independen, baik dari aktivis perempuan maupun organisasi guru misalnya, FMGI dan FGII.

Dia berharap, sosok murtiningsih yang tegar, semangat, idealismenya bisa menginspirasi guru dan wanita umumnya, untuk menjadi teladan serta mencintai profesinya. Hal ini adalah wujud kepedulian dan perhatian PKS terhadap perempuan, guru dan pendidikan nasional. Kita butuh orang-orang yang tegar, semangat, inspiratif dan dedikasi dalam mencerdaskan bangsa.

Humas DPD PKS Lampung Selatan
On 03.43.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments



JAKARTA - Hidayat Nurwahid ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI ikut buka puasa bersama di Rutan Klas I Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (12/7). Pada buka puasa yang didukung Rumah Relawan serta komunitas Sedekah Harian tersebut Hidayat menyampaikan semangat dan pesan rohaninya kepada para penghuni Rutan. 

Selepas dijemput menggunakan motor, HNW menyisipkan pesan rohaninya bahwa, "Sebagai manusia, kita pasti punya kesalahan, namun bertobat dan lalu merubahnya menjadi kebaikan adalah yang menjadikan manusia luar biasa seperti halnya Umar Bin Khottab yang berubah yang akhirnya menjadi kholifah," ujar Hidayat menyemangati penghuni Rutan.

Taushiyah dan doa bersama dari ustadz Hidayat membuat para napi tak kuasa menahan air mata.





On 03.36.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments