Jumat, 31 Mei 2013

On 22.50.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments




by Nastarita
Staf BidPuan DPW PKS Kaltim

Pernah nonton Three Kingdoms? Film kolosal yg mengisahkan tentang 3 kerajaan di Cina pasca keruntuhan  dinasti han. Ketiga kerajaan itu : Wei, Shu dan Wu, terus menerus bertikai tanpa ujung.

Zhao Yun, yg dikenal dengan nama Jendral Zilong adalah Jendral Utama dari kerajaan Shu yg bertugas memimpin penaklukan Wei dan Wu, bukan demi kekuasaan tapi demi menghentikan pertumpahan darah. Setelah melewati puluhan peperangan tanpa kekalahan, suatu hari ia terluka parah, tabib pasukan memintanya melepas baju perang agar luka tersebut diobati. Dengan tegas ia berkata "aku tak pernah melepaskan baju besiku dalam peperangan, se sakit apapun itu, aku tak ingin melemahkan prajuritku dengan membiarkan mereka tau kalau aku sedang terluka."

Kita pindah ke dimensi lain, Kapten Jack Sparrow dari "Pirates Of Carribean". Ia dan perwakilan bajak laut dari seluruh dunia berkumpul di The Brethren, markas pusat bajak laut, karena ada ancaman besar dari pasukan Inggris yg akan segera menyerang. Nyaris seluruh perwakilan menolak untuk keluar. Menurut mereka "The Brethren tidak mungkin ditaklukkan, kita cukup berdiam disini dan menunggu mereka kelelahan lalu pergi". Perdebatan berakhir dengan pemilihan pemimpin tertinggi yg berhak mengambil keputusan. Seluruh perwakilan memilih nama mereka sendiri, kecuali Jack Sparrow. Ia memberikan suaranya pada seorang kapten wanita. Mengapa? Wanita inilah satu-satunya yang sepakat untuk keluar dan menyerang. Mungkin Jack Sparrow  berpikir "walau disini aman, akan lebih baik kita keluar, bertarung habis-habisan. Kalau kita menang, mereka tak akan berani mengusik kita lagi"

Dari lapangan hijau, siapa tak kenal Pep Guardiola, arsitek fenomenal Barcelona yang mengumpulkan 14 Trofi hanya dalam waktu 4 musim. Tahukah bahwa ia memulai karir kepelatihannya tanpa pengalaman sedikitpun? Maka ketika laga awalnya berakhir dengan kekalahan, publik mulai ragu, apa yang bisa dilakukan pria ini. Mengetahui pesimisme publik, jelang sebuah pertandingan ia berkata pada anak-anak didiknya, "Tak usah risau dengan kekuatan lawan, fokus pada pasukan kita, Aku tak pernah sedikitpun meragukan kemampuan kalian, siapapun yg harus kalian hadapi, karena pada akhirnya, 90 menit dilapangan hijau yg akan menentukan tim kita menang atau kalah. Tugas kalian hanya memberikan yang terbaik". Hasilnya? Walau berawal dengan kekalahan, tim ini melakukan sapu bersih 6 trofi sekaligus di akhir musim, catatan yang tidak pernah diraih oleh siapapun.


3 inspirasi dari 3 orang Jendral yg hidup di 3 dimensi berbeda namun menyampaikan satu pesan, "WE HAVE TO BE STRONG". Bahwa hidup adalah sebuah pertarungan dan didalamnya hanya ada dua pilihan, menang atau kalah.

Kemenangan hanya akan didapat oleh mereka yang optimis, seperti optimisme Guardiola yang selalu yakin bahwa timnya adalah tim dengan soliditas, penguasaan bola, dan sistem kaderisasi terbaik di dunia. Hasilnya memang bukanlah sebuah tim tak terkalahkan, karena dalam sepakbola siapapun bisa kalah dan siapapun bisa menang. Namun dunia menjadi saksi, bagaimana ia berhasil mendelegasikan 7 orang dari prajuritnya untuk mengisi posisi inti di timnas Spanyol yang akhirnya memenangi Piala Dunia 3 tahun yang lalu.

Kemenangan hanya akan diraih oleh mereka yang tidak mengenal rasa takut dan sakit, seperti Jenderal Zilong yang menolak melepas baju besinya walau sudah terluka parah akibat tusukan anak panah. Pada akhirnya ia memang kalah di peperangan itu, namun penyatuan 3 kerajaan yang ia cita-citakan akhirnya terwujud tidak lama setelah ia meninggal.

Kemenangan hanya akan menjadi milik mereka yang mau mengesampingkan ego pribadi demi kepentingan tim. seperti Kapten Jack Sparrow yang merelakan tampuk kekuasaan pada seorang wanita, demi membuat semua orang yakin, kita harus menyerang dan tak boleh berdiam diri.

Dan tentu saja., kemenangan hakiki hanya bisa diraih oleh mereka yang benar-benar mencintai medan jihad dan merindukan syahid dengan segenap perasaannya. seperti kata Khalid Bin Walid "Malam mencekam dalam sebuah peperangan bersama pasukan lebih aku sukai daripada malam pengantin bersama wanita yang aku cintai". Betapa semangat jihad sudah sangat menyatu dalam jiwanya, kerinduannya akan syahid dijalan Allah begitu membuncah hingga ia pun takut kalau-kalau ia akan mati tidak dalam kondisi sedang berperang. Ia takut akan mati diatas ranjang padahal hampir seluruh tubuhnya sudah penuh dengan bekas luka, hampir seluruh hidupnya (bahkan sebelum memeluk islam) ia habiskan di medan pertempuran.

“Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih di antara kalian, bahwa Dia pasti akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia pernah menjadikan orang2 sebelum mereka berkuasa; akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai untuk mereka; dan akan mengubah keadaan mereka sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku tanpa menyekutukan seseorang pun dengan-Ku” (QS an-Nur :55)

Percayalah akan janji Allah, bahwa kemenangan bersama orang-orang beriman. Boleh saja saat ini kita dalam posisi sulit, banyak yang memandang ragu, ada yang sinis, tak sedikit yang mencaci. Namun yakinlah suatu hari nanti, kita akan mampu mengutus orang-orang terbaik dari barisan ini untuk membawa Indonesia menjadi negara yang disegani dunia, membawa Islam kembali pada posisi dimana selayaknya ia berada. Entah besok, tahun depan, 5 tahun lagi, atau kapanpun itu. Entah kita masih hidup atau tidak. Cukup pastikan kita berkontribusi dengan amal terbaik.

Tubuh kita boleh saja terlalu ringkih untuk menghadapi sekian banyak makar
tapi aku percaya, dalam darah kita mengalir semangat pasukan badar

Play Hard, Have Fun
#Salam3Besar :)


*penulis: @nastarabdullah on twitter

Kamis, 30 Mei 2013

On 19.00.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments



Sebelumnya penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya karena meleset sehari dari janji untuk menampilkan hasil Polling Partai Politik Pilihan Warga Kompasiana siang kemarin karena ternyata agenda hari ini sangat padat (maklum namanya juga kuli…., hehe…..). 

Penulis juga mengucapkan terima kasih & penghargaan yang tulus kepada Warga Kompasiana yang telah berpartisipasi dalam Polling Parpol Pilihan Warga Kompasiana yang berlangsung mulai kemarin Rabu, 29 Mei 2013 pukul 12.00 WIB hingga hari ini Kamis, 30 Mei 2013 pukul 06.00 WIB.

Seperti yang telah penulis janjikan, hasil Polling Partai Politik Pilihan Warga Kompasiana akan penulis sampaikan hari ini beserta sedikit analisisnya (Hehe….., kaya pengamat politik aje….:D). 

Sebagaimana yang penulis sampaikan kemarin bahwa Polling ini mungkin hasilnya tidak sepenuhnya valid 100% namun bisa menjadi bahan referensi & introspeksi bagi Warga Kompasiana. Hasil polling kali ini pun juga belum tentu menggambarkan bahwa hasil Pemilu 2014 nanti hasilnya mirip/sama tapi masih memungkinkan juga hasilnya bisa mirip/sama karena kedepan dinamikan politik pasti akan semakin asyik. 

Sebenarnya hasil Polling ini bisa langsung diketahui secara langsung (Real Time) namun ga seru kayaknya jika tidak ada sedikit analisis tentang hasil pollingnya, yuk langsung aja ke TKP.



Keterangan :

Suara Tidak Sah : Suara yang tidak memilih 15 Parpol Peserta Pemilu & melebihi batas pemilihan yaitu hari Kamis, 30 Mei 2013 pukul 06.00 WIB. Ada 14 suara PKS, 1 suara PDIP & 1 suara Partai Gerindra yang melebihi batas waktu polling sehingga dianggap tidak sah.

Golput : Yang menyatakan Golput atau menuliskan angka nol


Analisis

Dari hasil Polling Parpol Pilihan Warga Kompasiana diatas ada beberapa hal yang cukup menarik untuk dianalisis:

1. Apa faktor kemenangan PKS dalam Polling ini?

2. Mengapa partai-partai lain sangat rendah pemilihnya?

3. Swing Voters masih sangat besar

Apa faktor kemenangan PKS dalam Polling ini?

Cukup menarik jika diperhatikan bahwa ternyata PKS bisa menang mutlak dalam Polling ini padahal Warga Kompasiana sangat heterogen dan tiga bulan terakhir ini dihebohkan dengan berbagai tulisan yang mengulas kasus hukum yang melibatkan LHI yang menyeret PKS, bahkan tak jarang diiringi dengan saling menghujat & mencaci. Lalu mengapa saat dilakukan polling kemarin PKS menang mutlak??? Ada beberapa faktor yang mungkin mendukung kemenangan tersebut :

1. Kader-kader PKS yang menjadi Warga Kompasiana masih solid & tidak terpengaruh dengan berbagai opini politik & hukum yang menjerat mantan Presiden PKS tersebut dan terus dibahas di Bumi Kompasiana ini.

2. Ada kemungkinan pemilih PKS tidak semuanya kader PKS, bisa jadi ada diantara mereka adalah swing voters yang selama ini cenderung pasif & lebih banyak diam, menyimak/memperhatikan dinamika politik yang terus dibahas di Bumi Kompasiana ini. Bisa jadi prahara yang menimpa PKS ini justru malah membuat swing voters ini bersimpati dan memilih PKS meski jumlah pastinya tidak tahu berapa.

3. Rendahnya pemilih partai-partai lain tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi PKS, hal ini menjadi tanda tanya besar apakah memang minat Warga Kompasiana terhadap partai-partai selain PKS sangat rendah? Atau sosialisasi polling ini masih kurang massif?

Mengapa partai-partai lain sangat rendah pemilihnya?

Pertanyaan ini juga sangat menarik, mengapa partai-partai selain PKS sangat rendah pemilihnya? Padahal penulis sangat yakin banyak Warga Kompasiana yang menjatuhkan pilihan ke partai-partai lain seperti Partai Demokrat, PDIP, PAN, PKB, Partai Golkar, gerindra, dan lain-lain. Namun mengapa partai-partai tersebut sangat sedikit pemilihnya? Apakah memang sudah terjadi pergeseran? Atau mereka khawatir diketahui afiliasi/pilihan politiknya sehingga memilih untuk tidak ikutan polling? Apapun jawabannya harus tetap dihargai karena itu adalah suara Warga Kompasiana.

Swing Voters masih sangat besar

Sebenarnya penulis merasa kurang puas karena yang mengikuti polling ini masih belum banyak padahal Warga Kompasiana jumlahnya pasti sangat banyak meski penulis tidak tahu berapa jumlah populasi Warga Kompasiana. Namun bila dilihat dari jumlah dibaca dengan yang mengikuti polling selisihnya sangat besar.

Suara swing voters inilah sebenarnya yang sangat menentukan, ini yang harus diperhatikan oleh partai-partai peserta pemilu, mereka harus memiliki strategi yang jitu untuk bisa memperoleh suaranya. Bisa jadi swing voters ini adalah masih banyak diantara mereka yang sebenarnya sudah menentukan pilihan politiknya namun masih malu-malu untuk diketahui oleh public Kompasiana.

Kesimpulan

Selamat buat PKS yang menang pada polling kali ini, namun jangan sampai para kader maupun simpatisannya merasa Ge-eR dengan hasil pooling ini karena belum tentu hasil polling ini valid. Jadikanlah ini sebagai motivasi & introspeksi serta bekerja lebih keras lagi jika ingin benar-benar mewujudkan targetnya tembus 3 besar di Pemilu 2014 nanti.

Bagi pendukung partai-partai lainnya tak perlu berkecil hati penulis yakin jumlah anda tidak seperti yang ada pada hasil polling, mungkin jumlahnya sangat banyak bahkan melebihi PKS tapi mungkin juga sebaliknya.

So…..bagi yang menang tetaplah rendah hati, bagi yang kalah tak perlu berkecil hati.Tetaplah untuk saling menghormati & menghargai, Warga Kompasiana adalah warga yang terdidik, saling menghargai, santun dalam lisan & tulisan serta saling berkontribusi untuk kemajuan bangsa Indonesia . Mari persembahkan dunia yang indah dan ramah bagi anak-cucu kita kelak.

Sampai jumpa dalam Polling berikutnya……

Salam Cinta & Persaudaraan


Ponco
Kompasioner


*http://politik.kompasiana.com/2013/05/31/hasil-polling-parpol-pilihan-warga-kompasiana-pks-menang-telak-564665.html

Rabu, 29 Mei 2013

On 21.31.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments



Jakarta - Bila pemerintah tetap mengajukan usulan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui mekanisme APBN Perubahan (APBN-P) 2013, anggota Badan Anggaran (Banggar) dari F-PKS Memed Sosiawan akan mengusulkan kepada fraksinya untuk menolak kenaikan BBM.

Menurut Memed, ada beberapa pertimbangan yang akan dia sampaikan terkait penolakan rencana kenaikan BBM melalui mekanisme pembahasan APBN Perubahan 2013.Pertama, kemampuan daya beli masyarakat sudah semakin berat menjelang bulan puasa Ramadhan dan Idul Fitri yang jatuh pada bulan Juli-Agustus 2013.

Kedua, pada bulan Juni-Juli merupakan tahun ajaran baru, sehingga banyak orangtua yang memasukkan anaknya ke semua jenjang sekolah hingga Perguruan Tinggi (PT) yang tentu memakan biaya.

Ketiga, target pendapatan pajak tidak tercapai sebesar Rp 41 triliun, kemudian pemerintah mengurangi Belanja Kementerian sebesar Rp 25 triliun. Namun, pemerintah menambah Belanja Negara sebesar Rp 40 triliun lagi, artinya memperbesar defisit anggaran kembali, jauh lebih besar dari defisit APBN 2013 sebesar 1,65 persen. Bahkan, defisit APBN-P 2013 bisa mencapai 2,5 persen.

Keempat, pemerintah sudah pernah diberi kewenangan oleh UU APBN 2013 untuk menaikkan harga BBM, tetapi tidak dilaksanakan hampir selama lima bulan sampai saat ini. "Kemudian, kalau kewenangan tersebut diberikan kembali oleh UU APBN-P 2013, dengan sisa waktu pelaksanaan kewenangan tinggal lima bulan lagi, apakah hal yang sama tidak akan terulang kembali?" tanya Memed yang juga anggota Komisi VI DPR ini.

Apalagi, sekarang masyarakat dalam kondisi sedang tertekan kemampuan daya belinya akibat angka inflasi yang meningkat dan sudah mendekati 7 persen. Memed menyatakan, rencana pemerintah yang akan menaikkan BBM, tidak perlu melalui mekanisme pembahasan APBN Perubahan 2013 di rapat paripurna. "Cukup rapat  kerja sama pemerintah dan DPR," katanya.

Hal ini sesuai dengan Undang-undang APBN 2013 pada pasal 8 ayat 10 yang berbunyi: Belanja subsidi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) dapat disesuaikan dengan kebutuhan realisasi pada tahun anggaran berjalan untuk mengantisipasi deviasi realisasi asumsi ekonomi makro, dan/atau perubahan parameter subsidi, berdasarkan kemampuan keuangan negara.

"Artinya, sejak UU APBN 2013 berlaku mulai tanggal 1 Januari 2013, pemerintah mempunyai kewenangan sebagaimana diamanatkan dalam pasal 8 ayat 10 undang-undang tersebut untuk menyesuaikan belanja subsidi BBM (ayat 1) dan subsidi listrik (ayat 2), yang berarti juga dapat menyesuaikan harga BBM berdasarkan kemampuan keuangan negara."

*http://www.jurnalparlemen.com/view/3317/politisi-pks-tolak-kenaikan-bbm-melalui-mekanisme-apbn-p-2013.html
On 21.09.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments

(AGUS ABU SYAUQI)

PKS ialah kita
Ribuan tangan  mengayun dalam  kerja
Di negeri  tercinta indonesia pusaka
Ribuan tangan mengayun bersama
Meretas kebaikan menebarkan salam
Membina umat memperbaiki ahlak
Memberi solusi, perbaikan negri
PKS ialah kita tangan tangan yang bekerja

PKS ialah kita
Deru semangat sepanjang masa
Yang berkata “aku adalah Mujadid dan kamu siapa?”
Yang memikirkan umat setiap saat
Yang debar gelisah bila umat meratap
PKS ialah kita, ruhul jadiid fii jasadil ummat

PKS ialah kita
Ragam suara menghias waktu
kala tilawah mengalun syahdu
kala tangis menyayat pilu
kala takbir gelorakan kalbu
PKS ialah kita suara nurani jiwa-jiwa robbani

PKS ialah kita
Inspirasi kehidupan  di alam semesta
Mengukir prestasi di wajah negeri

Tubuh berkeringat nafas memburu
Mengolah negeri menjadi makmur
Menegakkan keadilan
Ciptakan kesejahteraan
PKS ialah kita Teladan hidup di alam semesta

PKS ialah kita
Ruh pembaharu ditubuh umat
Gelora semangat sapanjang hayat**

On 20.39.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments



Perkara yang menimpa Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq berpengaruh terhadap konsolidasi partai politik tersebut, hingga partai besutan Anis Matta itu dinilai sudah menjadi macan yang kehilangan gigi taring.

“Ada kekhawatiran yang sangat besar baik dari dalam maupun luar negeri terhadap PKS yang kini diibaratkan seperti macan yang sudah mulai ada taringnya, oleh sebab itu sebelum menjadi lebih besar, dihabisi dahulu tenaganya,” kata Pengamat politik yang juga pengajar Ilmu Sosial Politik Universitas Bengkulu Lamhir Syam Sinaga di Bengkulu, Selasa (28/05).

PKS saat ini, mengalami konspirasi politik bertujuan agar partai tersebut tidak fokus pada doktrin perjuangannya serta tidak fokus pada target-target partai.

“Jadi target orang itu bagaimana supaya PKS nantinya tidak termasuk menjadi partai yang bisa berbuat apa-apa, dibuat sedemikian rupa menjadi partai netral yang tidak berpengaruh di kancah politik dan bisa dikendalikan, itu target mereka. Jadi target mereka itu bukan sampai membubarkan PKS,” katanya.

Sebagian pihak meyakini, kata Lamhir, kalau PKS dalam keadaan aman dan tidak bermasalah maka partai besutan Anis Matta itu bisa saja menjadi partai nomor satu di Indonesia pada Pemilihan Umum 2014.

Partai yang berpengaruh adalah partai yang mempunyai empat unsur yang saling bersinergi.

“Ada unsur tradisional, emosional, power dan interest. Unsur tradisional ini menyangkut kekeluargaan, sedangkan emosional merupakan keterkaitan emosi, di sini PKS sangat solid sehingga persatuan serta kadernya sangat bagus,” katanya.

Namun menurut dia, untuk menjadi partai yang berpengaruh butuh unsur interest yang memuat keinginan masyarakat tentang keamanan dan kesejahteraan.

“Setiap partai akan manjadi besar dan mendapatkan dukungan massa kalau dapat memberikan security dan prosperity baik untuk masyarakat maupun untuk partai. Untuk menciptakan unsur interest ini dibutuhkan orang-orang yang handal dalam negosiasi maupun dalam melakukan lobi-lobi. Dan orang-orang itu yang saat ini kita lihat dihancurkan di PKS, sehingga mereka ibarat kehilangan taring kalau orang seperti itu tidak ada di partai,” kata dia.

Hantaman permasalahan yang menimpa PKS membuat plotting mass akan mengalihkan pilihannya ke partai lain pada pemilihan umum nanti.

“Jadi floating mass yang semula percaya kepada PKS menjadi masa yang akan beralih ke partai lain, karena mereka melihat tidak ada lagi faktor security pada PKS,” katanya.

Menurut dia konspirasi politik yang menimpa PKS tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga ada ikut campur tangan negara asing.

“Bukan orang dalam saja, tetapi ada indikasi luar, ini disebabkan ketakutan negara luar oleh karena PKS sudah mempunyai pengaruh besar saat ini, dan jika PKS menjadi partai nomor satu serta menguasai Indonesia, bukan tidak mungkin ideologi Indonesia juga akan bergeser. Apalagi saat ini di Mesir dan Turki dimenangkan oleh partai yang satu doktrin dan ideologi dengan PKS,” kata dia.

Ia memaparkan di Mesir dimenangkan oleh partai Ikwanul Muslimin dengan pemimpin Mesir saat ini Mursi serta di Turki dipimpin Oleh Erdogan dari Partai Keadilan dan Pembangunan yang ideologinya sama dengan PKS.

“Jadi kalau PKS menjadi partai pemenang Indonesia akan menjadi negara yang mengikuti ajaran Islam, itu yang ditakuti pihak luar apa lagi negara barat. Dengan berhasilnya Erdogan di Turki dan Mursi di Mesir yang satu ideologi dengan PKS nantinya bisa membuat poros jika PKS menang di Indonesia,” kata dia.

Sehingga nantinya, menurut dia, bisa menghasilkan kekuatan yang ditakutkan oleh negara barat. Oleh karena itu PKS yang mulai menjadi suatu kekuatan baru kini secara perlahan dihancurkan.

“Erdogan di Turki menguasai Eropa, Mursi di Mesir menguasai Timur Tengah dan Jika PKS menang dapat menguasai Asia bukan tidak mungkin akan menjadi kekuatan strategis,” ujarnya.(net)



*sumber: Harian Bengkulu Ekpress

Selasa, 28 Mei 2013

On 22.14.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments




Oleh: Tieneke Ayuningrum
Ketua Kewanitaan PIP PKS Jerman

Alhamdulillaah kemarin kami diberi kesempatan utk bertemu dengan Bapak Habibie di acara Diaspora BerliN 2013. Pesan2 dari beliau, saya coba utk rangkumkan dan share di sini.

"Wejangan Prof Habibie di acara Diaspora Berlin 2013"

Rangkuman ini sebenarnya adalah gabungan dari wejangan Prof Habibie yang disampaikan langsung pada acara Diaspora Berlin, 25 Mei 2013, dari Buku yang beliau tulis berjudul 'Habibie & Ainun' serta dari film tersebut yang juga ditayangkan kemarin, ditulis sesuai versi penulis.

Seperti kita ketahui bersama bahwa tanah air kita sangat kaya akan sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM). Sangat ironis dimana negara yang kaya raya ini memiliki index kesejahteraan yang rendah. Selain itu kita juga tidak ingin bergantung kepada kekayaan alam yang dimiliki negara kita. Kita ingin negara ini sejahtera dari hasil pembangunan SDM nya.

Kita juga bukan negara pengemis. Suatu permasalahan tidak boleh dikaitkan dengan kurangnya dana. Ide dan kreativitas serta kerja adalah modal yang lebih dari segalanya dan itu harus kita buktikan. Demikian ‘Eyang‘ dan ‘Ayah‘ kita Prof Habibie mengatakan.

Beliau memotivasi kita semua bahwasanya kita semua adalah sama seperti beliau, artinya apa yang beliau telah raih, dapat kita raih pula. Bahkan seharusnya sebagai ‚anak‘ atau ‚cucu‘ kita lebih baik dari beliau, karena itu berarti sebagai ‘Eyang‘ beliau berhasil mewariskan nilai2 dan mendidik keturunannya. Sebuah motivasi yang sangat berharga bagi kita semua.

Kata-kata beliau sungguh sangat 'merangkul' semua kalangan dan beliau berpesan jangan sampai hal-hal yang berbau 'SARA' ditonjolkan sehingga menimbulkan permusuhan dan menghambat kemajuan yang ingin dicapai.

Beliau juga bercerita bahwa Helmut Schmidt (Bundeskanzler / kanselir ke 5 yang lahir di Hamburg, Heimat keduanya beliau :-)) yang cukup dekat dengan beliau, mengatakan bahwa seharusnya beliau tidak hanya berkutat dengan pesawat terbang, tapi juga dengan falsafat (maksudnya Herr Schmidt sangat tertarik berbincang-bincang dengan Herr Habibie, tertarik dengan falsafat yang beliau miliki). Tidak hanya Herr Schmidt, Margaret Thatcher juga pernah mengatakan hal yang sama.

Saat berbincang dengan Herr Schmidt, beliau ditanya: berapa lama hidup bersama Ibu Ainun, istri beliau?, dijawab: “48 tahun, 10 hari“. Herr Schmidt balik menjawab: “Kalau saya 58 tahun hidup bersama istri saya!“. Kemudian Habibie ditanya lagi: “Sejak kapan kenal dengan Ibu Ainun?“. Dijawab: “Sejak SMP“. Kemudian Herr Schmidt berkata lagi: “Kalau saya kenal istri saya sejak Kindergarten! (TK)“.

Penulis jadi ingin menyimpulkan sendiri, bahwa betapa kesuksesan itu tidak lepas dari keluarga. Bahwa kesuksesan keluarga itu diikuti oleh kesuksesan-kesuksesan berikutnya. Siapa yang bisa menghargai ‘teman hidup‘ yang telah dipilihkan Alloh kepadanya, maka ia telah diberi hikmah yang besar sebagai modal menapaki kesuksesan berikutnya.

Kemudian Pak Habibie menekannya juga bahwa keberhasilan yang beliau raih tidak lepas dari support dua wanita besar yang menemani beliau, yaitu Ibunda Habibie dan Istri beliau: Ibu Ainun.

Dari sekian kesuksesan yang beliau raih, tentu yang juga mengesankan adalah Award yang pernah beliau dapatkan dari Ikatan aeronautic sedunia yang didirikan oleh di Amerika pd thn 1944, sebelum perang dunia kedua. Setiap 50 tahun sekali, organisasi tersebut memberikan medali emas bagi orang yang terpilih berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Th 1994 Prof Habibie terpilih, padahal beliau tidak menduga sama sekali, dan saat di minta memberikan sambutan, beliau memulai dengan bismillah serta mengatakan pada kesempatan itu bahwa kemajuan teknologi bukan hanya menjadi hak orang kaya. Beliau membuktikan bahwa beliau yang berasal dari negara dunia ketiga berhasil meraihnya. Suatu motivasi lagi dari beliau yang sangat berharga untuk kita semua.

Beliau mendapatkan tiga buah pertanyaan saat itu (tapi yang penulis ingat hanya satu. Ketiga nya tercantum juga dalam buku beliau ‘Habibie & Ainun’. Pertanyaan pertama: Pada saat conggress Aeronautics yang pertama kali didirikan tahun 1944 pukul 10 pagi di USA, saat itu beliau sedang apa? Beliau menjawab : “saat itu yang bersamaan dengan pukul 8 malam saya sedang berada di dalam rumah panggung di Bugis di kampung halaman saya dekat dengan kali. Saya sedang mengaji sehabis solat Isya”.

Menjadi renungan tersendiri bagi penulis. Bahwa apakah kita sudah mendidik anak-anak kita cinta dengan Al Qur’an, sehingga mereka sudah pandai membaca Al Qur’an dan setelah mereka solat wajib, mereka membacanya?

Rasanya saat itu kami tidak ingin berhenti mendengarkan wejangan beliau. Namun karena waktu terbatas yang diberikan, beliau harus mengakhiri sambutannya. Beliau sempat mengatakan bahwa sebuah perusahaan itu bisa diibaratkan dengan manusia… saat lahir: didambakan, dido’akan, dibesarkan dengan sebuah harapan dan cita2 besar. Saat sakit: diobati. Dan saat meninggal : ditangisi, dan didoakan. Demikian pula halnya dengan perusahaan saat sakit: disembuhkan, saat bankrupt diobati. Tapi kalau ditutup itu namanya criminal.

Tentu saja kita semua bisa membayangkan, apabila Indonesia yang kaya SDA dan SDM tadi sudah bisa mandiri dari segi teknologi…? Dan saat itu kita sudah mencapainya. Namun yang terjadi??? Air mata ini tidak terasa menggenang di mata.

Sore hari, acara diapora Berlin 2013, menampilkan pemutaran Film Habibie dan Ainun. Di akhir pemutaran film tsb, beliau memberikan ‘bekal‘ kepada kita semua.

Saat menonton film tersebut kita bisa melihatnya sendiri bahwa beliau memulai semuanya dari Nol. Beliau datang ke rumah gadis ‘Ainun‘ dengan becak, sementara pemuda-pemuda lainnya dengan mobil. Kemudian Ainun beliau bawa ke jerman. Saat itu mau pulang ke appartment dari institut di musim Winter naik bus saja tidak jadi, karena uang di dompet tidak cukup. Berjalan kaki di atas salju dengan sepatu yang robek… (*nangis* )

Sepuluh tahun… sepuluh tahun sebelum beliau dipanggil pulang oleh President Suharto, beliau capai dengan SYNERGY. Ya beliau memesankan kepada kita untuk bersynergy: bersynergy dengan istri/pasangan. Apabila kita bisa bersynergy dengan pasangan. Maka satu tambah satu bisa menghasilkan 1 juta atau lebih. Sebaliknya bila kita tidak bisa bersynergy maka satu tambah satu bisa minus. Kemudian bersynergy dengan anak-anak dan keluarga kita, serta dengan pekerjaan kita, dengan masyarakat di sekeliling kita dan dengan lawan kita.

Beliau juga berpesan dan menekankan, bahwa semua itu (synergy) bisa dilakukan dengan CINTA. Kemudian Tanpa perlu beliau katakan, karena di film kita sudah lihat sendiri, pesan beliau juga adalah KERJA. Sejak kuliah, menghasilkan penemuan-penemuan, bekerja, kembali ke Indonesia mendirikan IPTN, dipilih menjadi Mentri, Wapres dan PRESIDENT, beliau sering tertidur di meja kerjanya karena Workoholic.

Demikian yang bisa penulis ringkaskan. Semoga pesan beliau bisa diamalkan oleh semua ‘anak‘ dan ‘cucu‘ beliau. Semoga semangat, cita-cita dan prestasi, filsafat, keberhasilan beliau bisa diwariskan kepada kami semua putra putri Indonesia. Semoga bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa yang mandiri dalam teknologi, sejahtera adil makmur dan religious.

Tambahan buat teman-teman yang berada di luar Indonesia dan suka mendapatkan perlakuan sinis (di underestimate), kita bisa lihat di film tersebut, bahwa Pak Habibie juga sering mendapatkannya sewaktu di jerman.  'Kleine Asiate, du wirst nicht schaffen’ (org asia yg kecil, kamu tidak akan berhasil). Tapi beliau tidak berkecil hati, melainkan menjadikan hal itu sebagai 'penyemangat' dan akhirnya sukses.

Allahu 'alam bisawab.


*foto: vivanews
On 18.50.00 by PKS Lampung Selatan in , ,    No comments

KPK terus menyatroni dan menggali informasi masuknya uang LHI ke PKS. Apalagi menjelang akhir masa penahanan LHI 30/05/2013 ini. FH bilang bahkan mereka mulai merambah ke tingkat pengurus ranting. Ditemukan fakta KPK sudah sampai di pengurus DPRa Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Setelah itu, menurut informasi bocoran, KPK juga akan masuk ke rumah-rumah kader PKS Cilandak Barat tersebut dengan masiv.


Selanjutnya ketika berita ini dikonfrontir kepada FH atau lebih akrab dipanggil Ferdinand Harahap salah seorang pengurus DPRa Cilandak Barat, beliau membenarkan hal ini. “KPK sudah siap mendatangi setiap rumah kader,” demikian keyakinan FH. FH menjelaskan KPK akan melakukan ‘penyitaan’ harta benda para kader berupa uang tunai.

Tidak kurang Syahrullah selaku ketua DPC Cilandak mengarahkan para kader untuk mengamati secara seksama identitas KPK yang mendatangi rumah para kader itu nanti. Mereka diarahkan kepada dua hal, “Kader harus pastikan petugas KPK yang datang itu mengucapan salam sebelum masuk rumah. Kedua, nanti petugas KPK yang datang akan membawa kaleng. Pastikan di kalengnya tertulis Kencleng Pemilu Kader (KPK) Cilandak Barat,” kata Syahrulloh sambil tersenyum.

KPK adalah program Kencleng Pemilu Kader. Ini merupakan program penggalangan dana yang dilakukan oleh kader DPRa Cilandak Barat. Dana sukarela dalam kencleng ini akan dikumpulkan setiap kegiatan LT3B (pekan IV tiap bulan). Dana ini belum termasuk infaq wajib kader per bulan minimal Rp.10.000. “Dana-dana ini akan dikoordinasikan pengumpulannya melalui Koordinator RW (KorWe).” ujar Dasril selaku bendahara DPRa Inilah salah satu bukti Cinta para kader Cilandak Barat agar Kerja da’wah kedepan senantiasa Harmoni.

1369714769728712367
On 18.46.00 by PKS Lampung Selatan in    No comments

Video Youtube acara Kabar Petang Tv One (28/5/2013)


KPK telah menujukan keterburu-buranya dengan menerapkan UU TPPU terhadap tersangkat tindak pidana korupsi yang belum terbukti di pengadilan. UU TPPU yang diterapkan KPK pun menuai kontroversi.

Part 1



Part 2


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
On 07.52.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments



Pengamat politik yang juga pengajar Ilmu Sosial Politik Universitas Bengkulu Lamhir Syam Sinaga menyatakan bahwa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat ini dibuat menjadi seperti 'macan ompong.'

"Ada kekhawatiran yang sangat besar, baik dari dalam maupun luar negeri terhadap PKS yang kini diibaratkan seperti macan yang sudah mulai ada taringnya, oleh sebab itu sebelum menjadi lebih besar, dihabisi dulu tenaganya," katanya di Bengkulu, Selasa.

Menurut dia, PKS saat ini mengalami konspirasi politik tujuannya agar partai tersebut tidak fokus pada doktrin perjuangannya serta tidak fokus pada target-target partai.

"Jadi target orang itu bagaimana supaya PKS nantinya tidak termasuk menjadi partai yang bisa berbuat apa-apa, dibuat sedemikian rupa menjadi partai netral yang tidak berpengaruh di kancah politik dan bisa dikendalikan, itu target mereka, jadi target mereka itu bukan sampai membubarkan PKS," katanya memprediksi.

Sebagian pihak meyakini, kata Lamhir, kalau PKS dalam keadaan aman dan tidak bermasalah maka PKS bisa saja menjadi partai nomor satu di Indonesia pada Pemilihan Umum 2014. Dia memaparkan bahwa partai yang berpengaruh adalah partai yang mempunyai empat unsur yang saling bersinergi.

"Ada unsur tradisional, emosional, 'power' dan 'interest.' Unsur tradisional ini menyangkut kekeluargaan, sedangkan emosional merupakan keterkaitan emosi, di sini PKS sangat solid sehingga persatuan serta kadernya sangat bagus," katanya.

Namun menurut dia, untuk menjadi partai yang berpengaruh butuh unsur "interest" yang memuat keinginan masyarakat tentang keamanan dan kesejahteraan.

"Setiap partai akan manjadi besar dan mendapatkan dukungan massa kalau dapat memberikan 'security' dan 'prosperity' baik untuk masyarakat maupun untuk partai. Untuk menciptakan unsur 'interest' ini dibutuhkan orang-orang yang handal dalam negosiasi maupun dalam melakukan lobi-lobi, dan orang-orang itu yang saat ini kita lihat dihancurkan di PKS, sehingga mereka ibarat kehilangan taring kalau orang seperti itu tidak ada di partai," kata dia.

Lamhir mengatakan bahwa hantaman permasalahan yang menimpa PKS membuat "plotting mass" akan mengalihkan pilihannya ke partai lain pada pemilihan umum nanti.

"Jadi 'floatting mass' yang semula percaya kepada PKS menjadi masa yang akan beralih ke partai lain, karena mereka melihat tidak ada lagi faktor 'security' pada PKS," katanya.

Menurut dia konspirasi politik yang menimpa PKS tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga ada ikut campur tangan negara asing.

"Bukan orang dalam saja, tetapi ada indikasi luar, ini disebabkan ketakutan negara luar oleh karena PKS sudah mempunyai pengaruh besar saat ini, dan jika PKS menjadi partai nomor satu serta menguasai Indonesia, bukan tidak mungkin ideologi Indonesia juga akan bergeser, apalagi saat ini di Mesir dan Turki dimenangkan oleh partai yang satu doktrin dan ideologi dengan PKS," kata dia.

*http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/13/05/28/mni2jq-pengamat-pks-dibuat-seperti-macan-ompong

Senin, 27 Mei 2013

On 16.22.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments

 (Oleh: Arida Sahputra)


fitnah
dakwatuna.com “Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertaqwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.” (Ali Imran:186)

Menanggapi kritikan dan fitnah terhadap gerakan dakwah ini. Saya ingin berbagi kepada ikhwah mengenai beberapa kisah Lukmanul Hakim mengajari anaknya dan Haditsul Ifki. Sebagai analogi sebagaimana dakwah yang sedang kita jalani ini.

Lukmanul Hakim mengajari anaknya
Pernah suatu ketika, Lukmanul Hakim mengajak anaknya berjalan ke pasar. Beliau mengendarai seekor keledai sementara anaknya berjalan kaki menuntun keledai tersebut. Ketika melewati suatu tempat, ia mendengar pembicaraan orang: “Lihat orang tua itu, benar-benar tidak memiliki rasa kasih sayang, anaknya yang kecil dibiarkan berjalan kaki sedangkan dia bersenang-senang menunggang keledai.”

“Wahai anakku, dengarkah engkau apa yang mereka katakan itu?” tanya Lukmanul Hakim kepada anaknya. “Dengar ayah,” jawab anaknya sambil mengangguk-anggukan kepalanya. “Sekarang engkau naiklah ke atas keledai ini, biar ayah yang menuntunnya,” katanya sambil mengangkat anaknya ke atas keledai, lalu mereka meneruskan perjalanan.

Tidak berapa lama kemudian ketika melewati sekelompok orang, “Lihatlah betapa anak yang tidak pandai mengenang budi ayahnya yang sudah tua, disuruhnya ayahnya menuntun keledai sedangkan dia yang masih muda menunggangnya, sungguh tidak patut,” kata orang-orang tersebut. “Dengarkah engkau apa yang mereka katakan?” tanya Lukmanul Hakim kepada anaknya. Anaknya mengiyakan pertanyaannya itu. “Sekarang engkau turun dari keledai ini dan kita sama-sama berjalan kaki,” kata Lukmanul Hakim. Anaknya segera turun dari keldai lalu berjalan bersama beriringan dengan ayahnya menuntun keledai.

Sejurus kemudian mereka bertemu pula dengan sekelompok orang lain. “Alangkah bodohnya orang yang menarik keledai itu. Keledai untuk dikendarai dan dibebani dengan barang-barang, bukan untuk dituntun seperti lembu dan kambing,” kata mereka. “Dengarkah engkau apa kata mereka?” tanya Lukmanul Hakim kepada anaknya lagi. “Dengar, ayah,” jawab anaknya. Lukmanul Hakim berkata: “Kalau begitu marilah kita berdua naik ke atas punggung keledai ini.” Tidak berapa lama setelah itu mereka mendengar sekelompok orang yang lain yang mereka lewati “Sungguh tidak bertimbang rasa mereka ini, keledai yang kecil ditunggangi berdua!” kata mereka. Lukmanul Hakim lalu bertanya kepada anaknya, “Apakah engkau dengar apa yang mereka katakan?” Jawab anaknya: “Ya ayah, saya dengar.” “Kalau begitu marilah kita pikul keledai ini,” kata Lukmanul Hakim.

Dengan bersusah payah mengikat keempat-empat kakinya, akhirnya mereka mampu mengangkat keledai itu. Dan dalam keadaan demikian itu mereka mulai berjalan dengan beban memikul seekor keledai. Ketika sejumlah orang melihat mereka berdua memikul seekor keledai, mereka ketawa terbahak-bahak. “Ha! Ha! Ha! Lihatlah orang gila memikul keledai!” “Dengarkah engkau apa yang mereka katakan?” dia bertanya kepada anaknya lagi. “Dengar ayah,” jawab anaknya. Mereka lalu meletakkan keledai itu ke tanah.

Lukmanul hakim pun kemudian menjelaskan hikmah di balik peristiwa tadi: “anakku, begitulah sifat manusia. Walau apapun yang engkau lakukan, engkau tak akan terlepas dari perhatian dan pandangan mereka. Tidak menjadi soal apakah tanggapan dan sikap mereka benar atau salah, mereka tetap akan mengatakannya.” “ingatlah anakku bila engkau telah bertemu kebenaran, janganlah engkau berubah hati hanya karena mendengar kata-kata orang lain. Yakinlah pada diri sendiri dan gantungkan harapanmu kepada Allah.”


Haditsul Ifki
Fitnah saat ini yang menimpa gerakan dakwah ini mengingatkan kita pada “Haditsul-Ifki”. Saat da’wah sudah kuat, keluarga Rasul digoyang isu perselingkuhan Aisyah dengan Shafwan bin Mu’aththal. Lalu. Allah turunkan klarifikasi (An-Nur: 11-12)
“Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu dari golongan kamu (juga). Jangan kamu mengira berita itu buruk bagi kamu. Setiap orang (pelaku) dari mereka akan mendapat balasan dosa atas perbuatannya. Dan siapa yang menjadi pelaku terbesarnya akan mendapat azab yang besar (pula). Mengapa orang-orang mukmin dan mukminah tidak berbaik sangka terhadap diri mereka ketika mendengar berita bohong itu dan berkata: ‘Ini adalah kebohongan yang nyata’”.

Aktor kisah ini:
  •  Aisyah istri Rasul tercinta. Korban fitnah

  • Shafwan bin Mu’at-thal. Sahabat Rasul.Korban fitnah keduHasan bin Tsabit (penyair), Hamnah binti Jahsy (Ipar Rasulullah), Misthah bin Utsatsah (Saksi perang Badar). Ketiganya terlibat (terpancing) dalam penyebaran fitnah.
  • Abu Ayyub Al-anshary dan istri. Tokoh yg diabadikan dalam ayat 12. Ummu Ayyub: wahai abu ayyub, apa kau tak dengar isu tetang Aisyah? Abu Ayyub: iya, itu bohong! Apa kau sanggup berbuat seperti itu (selingkuh) Ummu Ayyub?” Ummu Ayyub: tidak, demi Allah, mana sanggup aku berbuat itu!! Abu Ayyub: “Aisyah lebih baik darimu”. (Lebih tidak mungkin untuk selingkuh). Subhanallah..!!

  • Abdullah bin Ubay bin Salul. Tokoh utama pencetus isu. Yang diabadikan dalam kalimat akhir ayat 11.
Musuh inginkan keburukan terjadi pada Da’wah dengan isu itu, tapi Allah justru tunjukkan sebaliknya. Kian terbukti cemerlang nya Islam, kokoh dalam barisan. Bahkan Aisyah bukan tercoreng, tapi kian terbukti kemuliannya. ” Demi Allah aku tak pernah mengira Allah menurunkan wahyu tentangku, yang akan dibaca sepanjang masa, Aku terlalu merasa kecil untuk diperbincangkan Allah dalam wahyu yang akan selalu dibaca, Aku hanya berharap Allah mengklarifikasi (tentang) pada Rasulullah via mimpinya..” Inilah pengakuan Aisyah R.A terkait ayat 11-19.

Penonton dan Pemain
Dari beberapa peneliti dunia mengatakan kekhilafahan itu akan dimulai dari Asia, Asia itu di Asia Tenggara, Asia Tenggara itu bermula dari Indonesia. Ini bisa jadi karena jumlah penduduk Islam terbesar adalah di Indonesia. Melihat juga dari runutan kehidupan dunia ini sampai kiamat. Fase-fase keterpurukan Islam sudah sedang berlangsung dan akan tiba kembali kejayaan Islam itu. Oleh karena itu, apakah kita mau sebagai penonton sampai kejayaan itu tiba? Atau mau jadi pemain yang aktif mentransformasikan umat Islam sekarang ke Islam sebenarnya.
Memang kita ketahui bersama kalau menjadi penonton itu lebih pandai daripada pemain. Yang biasanya hanya mengkritik-mengkritik saja, tetapi tidak mau berbuat. Dari segi jumlah juga sangat berbeda, penonton jauh lebih banyak jumlahnya daripada pemain. Apakah kita hanya mau mengkritik saja? Apakah kita hanya ingin melihat saja? Atau mau berbuat?
Hal ini juga merupakan ujian kepada aktivis dakwah, dan apabila kita sabar menghadapinya maka insya Allah kita akan lulus. Dan apabila sudah lulus dari ujian ini, Allah sudah menyiapkan imbalan atau hadiah kepada kita, yaitu naik kelas. Insya Allah naik, naik, naik. Insya Allah..
Oleh karena itu, walaupun banyak yang berkomentar dengan dakwah ini, yang mengatakan ini salah, itu salah, seharusnya seperti ini, seharusnya seperti itu. Seharusnya bubar, seharusnya ini menjadi majelis syura. Seharusnya itu jadi presiden, biarlah mereka berkomentar. Intinya semua keputusan yang kita jalani selama ini adalah berdasarkan syura. Insya Allah berkah dengan keputusan syura itu. Dan kita harus tetap bekerja karena bekerja itu adalah ibadah, anggap saja kritikan itu sebagai pupuk dakwah ini.
Hayoo tetap bekerja, janganlah berubah hati hanya karena mendengar kata-kata orang lain. Yakinlah pada diri sendiri dan gantungkan harapan kita kepada Allah.



On 16.11.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments


Rohmani - PKS
JAKARTA -- Komisi X DPR sepakat pelaksanaan Kurikulum 2013 yang dilakukan mulai bulan Juli. Hal itu setelah Komisi X mendengar pandangan mini fraksi bersama Mendikbud M.Nuh di Gedung DPR, Jakarta, Senin (27/5/2013).

Diketahui, Fraksi Demokrat setuju untuk pelaksanaan Kurikulum 2013 sehingga tidak perlu diperdebatkan. Sedangkan Fraksi Golkar yang dibacakan oleh Oce Popong Junjungan mengatakan pihaknya mempersilahkan kepada Kemendikbud untuk melaksanakan kurikulum 2013 pada Juli 2013 dengan beberapa syarat yang harus terpenuhi. Syarat yang harus dipenuhi antara lain dokumen kurikulum yang benar hingga manajemen pusat hingga bawah dengan tertata.

"Ketersediaan buku harus dikontrol ketat dari negara," katanya.

Fraksi PDIP juga menyetujui kurikulum 2013 dan menyambut gembira adanya mata pelajaran Pancasila dan Budi Pekerti. Empat fraksi lainnya yakni PAN, PKB, Gerindra dan Hanura juga menyetujui pelaksnaan kurikulum 2013. PAN memiliki catatan agar kurikulum diujicoba terlebih dahulum.

Sementara Fraksi PKS dan PPP meminta kurikulum 2013 ditunda. Anggota Fraksi PKS Rohmani mengatakan pihaknya menilai manajemen anggaran kurikulum tidak dilakukan dengan matang. "Koordinasi perencanaan masih perlu ditingkatkan," imbuhnya.

Selain itu persiapan pelatihan guru tidak dilakukan secara maksimal. Padahal keberhasilan Kurikulum 2013 ditentukan oleh guru. "PKS menyatakan kurikulum 2013 tidak siap dilaksanakan tahun ini, belum menyetujui acuan, dan menunda hingga Juli 2014," tutur Rohmani.

Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi X Agus Hermanto juga mengetok palu atas kesepakatan dengan Mendikbud dimana anggaran kurikulum 2013 sebesar Rp829.427.325.000.

"Sementara usulan pemanfaatan sisa alokasi anggaran kurikulum Rp323.813.651.000 akan dibahas lebih lanjut dalam waktu dekat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," kata Agus.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh mengaku bersyukur dengan adanya keputusan tersebut. "Wajar kalau engga setuju, biasa saja, sebagaian besar menyetujui, langsung kita percepat urusan pelatihan sampai dokumen pendukung yang lain," kata Nuh.

Ia juga berterimakasih atas catatan fraksi yang disampaikan dalam rapat tersebut. "Kami memberi penghargaan dan terimakasih sebagai bagian Demokrasi," kata Nuh. (tribunnews)