Sabtu, 31 Agustus 2013

On 07.30.00 by PKS Lampung Selatan in    No comments


JAKARTA - Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta mengapresiasi sikap Partai Golkar yang mengundang para pimpinan partai politik lain dalam Silatuhrahim Idul Fitri 1434 H yang digelar di Hotel Shangri La, Jakarta, Senin (26/8/2013) malam.

Dalam perjalanan ke Hotel Shangri La, Anis mengaku berbincang dengan rekan separtainya, Fahri Hamzah. "Fahri Hamzah bisik ke saya di mobil. Itulah bedanya partai yang berkuasa 32 tahun. Jadi untuk kembali berkuasa lagi, memang pantas-pantas saja," ucap Anis disambut riuh tawa dan tepuk tangan tamu yang hadir.

Acara tersebut dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Sidarto Danusubroto, Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakrie alias Ical, Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarief Hasan, Ketua Umum Partai Gerindra Suardi, Ketum Partai Bulan Bintang MS Kaban, Ketua Umum Hanura Wiranto, para petinggi parpol lain, serta ratusan kader Golkar.

Golkar mengaku mengundang semua pimpinan parpol peserta pemilu 2014 untuk hadir dan menyampaikan pidato bertema kebangsaan. Namun, pimpinan PDIP, PKB, PPP, PAN, PKPI, dan Nasdem tidak hadir.

Anis menilai, pertemuan para pimpinan parpol kali ini membuat suasana politik yang tadinya berbahaya menjadi lebih asik. Untuk itu, ia mengaku mesti banyak belajar dengan para politisi senior, khususnya politisi Golkar.

Meski ada jeda sebagai penguasa, kata Anis, namun akumulasi pengalaman panjang Partai Golkar di kekuasaan membuat politisinya jauh lebih matang ketimbang orang-orang yang baru berkecimpung di dunia politik.

Dalam pidato tanpa teksnya, Anis juga mengapresiasi kinerja Presiden SBY selama hampir dua periode. Salah satu prestasi tersebut, kata dia, Indonesia tidak lagi berbicara tentang demokrasi yang rapuh. Indonesia dinilai hampir menuntaskan semua pekerjaan untuk melalui proses transisi menuju demokrasi yang lebih maju.

"Itu sebabnya saya yakin pemilu 2014 adalah pemilu yang akan mengantarkan kita menjadi bangsa yang lebih kuat. Sudah waktunya memberi kontribusi yang lebih besar bagi kehidupan manusia. Sehingga kita tidak lagi sekedar berpikir menyelesaikan persoalan kita di dalam negeri, tetapi juga berpikir membantu saudara-saudara kita di luar sana sebagai negara besar," pungkas mantan Pimpinan DPR itu. (KOMPAS)
On 07.27.00 by PKS Lampung Selatan in ,    No comments


Silaturahim Presiden PKS Anis Matta dg Ulama dan alumni di Ponpes Pamangkih Kal-Sel

JAKARTA -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta mengatakan partai yang dipimpinnya tidak kehabisan energi untuk bekerja secara simultan demi kesejahteraan rakyat, salah satu sumber energi itu adalah kemenangan di arena Pemilihan Umum Kepala Daerah.

"Saya tetap optimistis dengan kondisi PKS saat ini, karena sering terjadi logika pengamat jauh berbeda dengan realita yang tumbuh di masyarakat," kata Anis Matta dalam keterangan tertulisnya kepada Antara di Jakarta, Sabtu (31/8).

Pernyataan Anis tersebut disampaikan saat sambutan dalam acara silaturahim dengan jajaran Pemerintah Daerah, Musyawah Pimpinan Daerah (Muspida) dan tokoh masyarakat Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, pada Jumat (30/8) malam. Dia mengatakan sejak dipilih menjadi Presiden PKS awal Februari 2013, dirinya terus berkeliling ke seluruh wilayah Indonesia untuk melakukan konsolidasi internal dan bertemu dengan sejumlah tokoh serta warga masyarakat.

Menurut dia sejauh ini secara internal PKS sangat solid bahkan jauh lebih solid, sementara secara eksternal sambutannya juga sangat positif. Hadir dalam silaturahim tersebut di antaranya Bupati HSS Ahmad Fikry, Wakil Bupati Ardiansyah, Ketua DPRD Ja'far, Ketua MUI Muchyar Dahri BA, dan unsur Muspida lain.

"Tidak henti-hentinya saya memerintahkan kepada seluruh kader untuk senantiasa hadir di tengah warga. Hanya dengan cara itu, PKS dapat mengetahui apa sesungguhnya yang dibutuhkan masyarakat," katanya.

Selain itu, dia meminta para kader PKS tidak larut dalam gonjang-ganjing politik yang terjadi. Menurut dia, kader partainya harus lebih gaul agar benar-benar bersama warga, karena ini suplai energi yang tidak habis-habis bagi PKS.

"Siapapun yang kelak memimpin Indonesia ini haruslah memiliki visi untuk ikut ambil bagian dalam berkontribusi pada dunia international," ujarnya. Anis berada di Kalimantan Selatan selama dua hari, hingga Sabtu, 31 Agustus 2013. Selanjutnya, Anis Matta melakukan kunjungan silaturahim ke Jawa Timur. (ROL)

Jumat, 02 Agustus 2013

On 23.14.00 by PKS Lampung Selatan in    No comments

Foto: VIva
Foto: VIva

Tajuk.co, JAKARTA — Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono berhasil membuat prestasi sifnifikan di situs mikroblog, twitter dalam satu tahun terakhir.

Pasca meluncurkan akun twitter sekitar bulan Maret atau kurang dari enam bulan lalu, mantan Menkopolhukam ini berhasil menduduki urutan ketujuh dalam daftar pemimpin dengan follower paling banyak di dunia.
SBY dengan 2,6 juta follower berhasil mengalahkan Perdana Menteri Inggris, Perdana Menteri Rusia, dan Presiden Argentina dalam daftar 10 pemimpin dunia paling populer di Twitter.
Menurut Burson-Marteller, salah satu perusahaan humas yang berbasis di Jenewa, Swiss mengungkapkan bahwa akun @SBYudhoyono, yang pertama kali dibuka pada Maret 2013 berhasil menduduki urutan ketujuh dalam daftar 10 pemimpin dunia dengan follower terbanyak di Twitter.
Jeremy Galbraith, CEO Burson-Marsteller untuk wilayah Eropa, Timur Tengah, dan Afrika, mengatakan studi itu menunjukkan bagaimana sosial media telah menjelma menjadi media yang tidak terpisahkan dari komunikasi pemerintahan.
“Twitter memang bukan satu-satunya saluran dalam berkomunikasi dan tidak akan menggantikan pertemuan langsung, tetapi ia memberikan kesempatan untuk membangun interaksi peer to peer,” kata Galbraith dalam studi bertajuk Twiplomacy yang dirilis belum lama ini.
Dengan prestasi itu akun Twitter SBY disebut sebagai salah satu akun yang pertumbuhan followernya paling fenomenal bersama akun Paus Fransiskus (@Pontifex) dan akun Twitter Presiden Venezuela, Nicola Maduro (@NivcolasMaduro).
Padahal, di bulan Juli 2012 perusahaan humas yang sama menempatkan SBY sebagai satu dari empat pemimpin negara-negara G20 yang absen dari dunia maya.
Follower akun @SBYudhoyono hanya kalah dari Ratu Rania dari Yordania (2,8 juta follower), Presiden Turki Adullah Gul (3,4 juta follower), Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan (3,4 juta follower), Gedung Putih (4 juta follower), Paus Fransiskus (7 juta follower), dan Presiden Barack Obama dari Amerika Serikat (33 juta follower). (DWI)